PENERBITPENERBIT
Jurnal Penelitian Agama HinduJurnal Penelitian Agama HinduSaat ini terdapat dikotomi antara Hindu India dan Hindu Nusantara. Artikel ini bertujuan untuk mencari makna dari Hindu Nusantara, istilah yang digunakan oleh pemeluk Agama Hindu Indonesia, termasuk dalam pembuatan kebijakan pemerintah, tanpa adanya definisi yang jelas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan menggunakan analisis teoritis dan penelitian dokumenter untuk mengeksplorasi evolusi historis dan ekspresi kontemporer agama Hindu di Indonesia. Analisis wacana tematik dan kritis diterapkan untuk meneliti pola, integrasi lokal, dan kebijakan pemerintah yang membentuk Hindu Nusantara. Agama Hindu Indonesia menolak gerakan-gerakan misionaris Hindu internasional, walaupun ia juga merupakan gerakan misionaris nasional. Kegiatan misionaris ini menghasilkan definisi pertama Hindu Nusantara; agama leluhur lokal yang menjadi sekte atau bagian dari Agama Hindu Indonesia. Namun, oleh karena agama leluhur dapat diakui sebagai aliran kepercayaan, Hindu Nusantara beralih menjadi gerakan-kontra dari misionaris Hindu dari India. Mirip dengan Islam Nusantara, Hindu Nusantara menjadi bentuk agama Hindu yang selaras dengan adat dan budaya Indonesia. Selain itu, penelitian ini juga membahas berbagai dampak yang mungkin terjadi akibat Hindu Nusantara, (1) kembalinya sekte-sekte Hindu Nusantara menjadi agama leluhur, (2) peningkatan intoleransi terhadap orang India dan agama Hindu mereka, dan (3) orang Bali lebih memilih untuk tidak mengikuti agama Hindu sama sekali untuk menegaskan identitas agama mereka sendiri. Fenomena Hindu Nusantara menunjukkan bahwa gerakan-gerakan di dalam agama Hindu Indonesia sering kali bersifat reaktif, kurang memiliki wawasan yang bijaksana, studi yang mendalam, dan kecermatan.
AHI ini merupakan Neo-Hinduisme, pendefinisian ulang agama Hindu sebagai agama monoteistik yang universal.Organisasi dan ekspresi Neo-Hindu lainnya sebagian besar berasal dari India, di mana ia membentuk nasionalisme, ideologi politik, kultus spiritual, dan juga gerakan misionaris.Namun, AHI lainnya di wilayahnya, menentang keberadaan kelompok-kelompok Neo-Hindu menggugat gerakan misionaris asing sebagai upaya pemberantasan budaya tradisional Indonesia.Pada saat yang sama, AHI memperluas pengaruhnya di luar Bali-Jawa dan merangkul agama-agama leluhur lainnya di penjuru negeri.Dalam proses menerapkan AHI, agama leluhur mengalami Hinduisasi, transformasi adat dan tradisi sebagai agama dunia yang asing bagi mereka.Bentuk-bentuk pribumi dari agama Hindu ini disebut sebagai Hindu Nusantara, yang menjadi salah satu sekte pada AHI yang nasional.Hinduisasi macam ini oleh AHI berarti bahwa Hindu Nusantara juga merupakan gerakan misionaris.Dengan pengakuan agama leluhur sebagai penghayat aliran kepercayaan pada tahun 2019, Hinduisasi tidak lagi dibutuhkan oleh masyarakat adat.Oleh karena itu, Hindu Nusantara menjelma menjadi suatu bentuk nasionalisme Hindu, melawan gerakan misionaris Hindu asing yang semakin gencar.
Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai dampak sosial-ekonomi dari Hindu Nusantara terhadap masyarakat adat di berbagai daerah di Indonesia. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana adopsi Hindu Nusantara mempengaruhi mata pencaharian, struktur sosial, dan akses terhadap sumber daya masyarakat adat. Kedua, penting untuk meneliti lebih lanjut mengenai peran pemerintah dalam memfasilitasi dialog dan rekonsiliasi antara umat Hindu dari berbagai aliran, termasuk Hindu India dan Hindu Nusantara. Penelitian ini dapat mengidentifikasi praktik-praktik terbaik dalam membangun toleransi dan saling pengertian antar umat Hindu. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model pendidikan agama Hindu yang inklusif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat adat. Pendidikan ini harus mampu menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas budaya lokal, sekaligus memperkuat pemahaman tentang nilai-nilai universal agama Hindu.
| File size | 253.03 KB |
| Pages | 15 |
| DMCA | Report |
Related /
PENERBITPENERBIT Selain itu, nilai-nilai Tri Hita Karana membantu masyarakat mengembangkan pendekatan yang lebih berkelanjutan terhadap lingkungan, memperkuat ikatan sosialSelain itu, nilai-nilai Tri Hita Karana membantu masyarakat mengembangkan pendekatan yang lebih berkelanjutan terhadap lingkungan, memperkuat ikatan sosial
GOACADEMICAGOACADEMICA Pemanfaatan aset tetap daerah telah dilakukan cukup baik, namun belum optimal karena prosedur yang sederhana, minimnya pemanfaatan teknologi, dan kebijakanPemanfaatan aset tetap daerah telah dilakukan cukup baik, namun belum optimal karena prosedur yang sederhana, minimnya pemanfaatan teknologi, dan kebijakan
UNKLABUNKLAB Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan survei, dan data dikumpulkan melalui kuesioner dari 100 responden yang menggunakanMetode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan survei, dan data dikumpulkan melalui kuesioner dari 100 responden yang menggunakan
PENERBITPENERBIT Posisi kawi-wiku yang dalam naskah Kakawin Dharma Sunya disebut Kamalanatha mengungkap dialektika diri, meniadakan identitas personal sebagai kawi sekaligusPosisi kawi-wiku yang dalam naskah Kakawin Dharma Sunya disebut Kamalanatha mengungkap dialektika diri, meniadakan identitas personal sebagai kawi sekaligus
PENERBITPENERBIT Motif flora dan fauna pada candi Hindu masa Kedatuan Sriwijaya mencerminkan kekayaan dan keberagaman alam yang menjadi inspirasi dalam seni dan arsitekturMotif flora dan fauna pada candi Hindu masa Kedatuan Sriwijaya mencerminkan kekayaan dan keberagaman alam yang menjadi inspirasi dalam seni dan arsitektur
PENERBITPENERBIT Suksesnya kegiatan sosial keagamaan yang dilakukan oleh Muslimat NU di Bali terhadap mayoritas komunitas Hindu Bali adalah bukti toleransi dan moderasiSuksesnya kegiatan sosial keagamaan yang dilakukan oleh Muslimat NU di Bali terhadap mayoritas komunitas Hindu Bali adalah bukti toleransi dan moderasi
PENERBITPENERBIT Tujuan penelitian ini pertama, mengetahui trans memori yang didasarkan pada alat imajinasi dalam pewarisan nilai monumental wayang kulit Bali kedua, menganalisisTujuan penelitian ini pertama, mengetahui trans memori yang didasarkan pada alat imajinasi dalam pewarisan nilai monumental wayang kulit Bali kedua, menganalisis
PENERBITPENERBIT Akibatnya, terjadi ketidakselarasan antara nilai-nilai yang diajarkan dalam Śāstra dengan pandangan umum yang tersebar. Pemahaman atas pergeseran iniAkibatnya, terjadi ketidakselarasan antara nilai-nilai yang diajarkan dalam Śāstra dengan pandangan umum yang tersebar. Pemahaman atas pergeseran ini
Useful /
UNKLABUNKLAB Analisis data dilakukan dengan Structural Equation Modelling (SEM) menggunakan SmartPLS 3. 2. Hasil menunjukkan bahwa pembelajaran organisasi berpengaruhAnalisis data dilakukan dengan Structural Equation Modelling (SEM) menggunakan SmartPLS 3. 2. Hasil menunjukkan bahwa pembelajaran organisasi berpengaruh
UNSIKAUNSIKA Hasil kajian menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh langsung terhadap motivasi, kesiapan pedagogik, dan kemampuan guru menerapkan pembelajaranHasil kajian menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh langsung terhadap motivasi, kesiapan pedagogik, dan kemampuan guru menerapkan pembelajaran
UNKLABUNKLAB This study explores the evolving landscape of cost of capital research through a bibliometric analysis and literature review. Examining publications fromThis study explores the evolving landscape of cost of capital research through a bibliometric analysis and literature review. Examining publications from
PENERBITPENERBIT Kakawin sebagai susastra Jawa Kuno merupakan media subur dalam penyampaian nilai filosofis religius Hindu utamanya konsep Bhakti dan Sraddha yang dikemasKakawin sebagai susastra Jawa Kuno merupakan media subur dalam penyampaian nilai filosofis religius Hindu utamanya konsep Bhakti dan Sraddha yang dikemas