PENERBITPENERBIT

Jurnal Penelitian Agama HinduJurnal Penelitian Agama Hindu

Barong Bulu Goak merupakan salah satu manifestasi budaya dan spiritualitas yang unik dalam masyarakat Hindu di Bali. Dikenal dengan keberadaannya yang langka dan bermuatan sakral, Barong Bulu Goak menarik perhatian karena menggunakan hiasan bulu burung gagak, yang jarang digunakan pada jenis barong lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menjelajahi kedalaman teologis dan estetika yang melingkupi Barong Bulu Goak dalam konteks kebudayaan Bali. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menggali peran simbolis, ritual, dan makna teologis dari Barong Bulu Goak dalam masyarakat Bali. Fokus utama penelitian ini adalah menjelajahi aspek Teo-Estetika yang melingkupi Barong Bulu Goak, mengaitkannya dengan konsep teologi Hindu, dan mengeksplorasi bagaimana penggunaan bulu gagak sebagai elemen estetika mempengaruhi persepsi dan pengalaman estetis.

Palawatan Barong Bulu Goak, dalam konteksnya, menghadirkan pengalaman estetik yang mendalam yang didominasi oleh aspek ramai atau ramya.Suwung tattwa, sebagai fase jeda dalam prosesi upacara, memberikan momen untuk refleksi dan keheningan yang kemudian diikuti oleh ritme riuh yang khas.Dalam keheningan tersebut, sunyi menjadi landasan bagi pemahaman filsafat dan teologis yang mendalam tentang diri dan alam semesta.Konsep Siwa dan sunyatma tercermin dalam pengalaman estetik yang mencapai puncaknya, di mana individu mengalami pencerapan dan melupakan dirinya sendiri, mencapai kebahagiaan tertinggi.Ekspresi dalam kondisi trance atau kerauhan, seperti yang dinyatakan dalam Napak Siti, mencerminkan Saktibhava, memberikan pengalaman estetik yang memperkaya jiwa dan memunculkan kehalusan batin.Dengan demikian, palawatan Barong Bulu Goak bukan hanya sekadar upacara, melainkan sebuah perjalanan spiritual dan filosofis yang mendalam, yang membawa ke dalam kedalaman pemahaman akan diri dan alam semesta.Konsep Siwa yang terkait dengan transformasi dan sunyatma, keadaan kesadaran murni, tercermin dalam Barong Bulu Goak.Pengalaman estetik mencapai puncaknya ketika seseorang mengalami pencerapan dan melupakan dirinya sendiri, mencapai titik universal yang membawa kebahagiaan tertinggi.Saktibhava, yang dapat dikenali melalui ekspresi seseorang dalam kondisi trance atau kerauhan, seperti Napak Siti, memberikan pengalaman estetik yang mendalam, memperhalus jiwa.Dengan demikian, bahwa dalam prosesi upacara Barong Bulu Goak, aspek ramya dan suwung tattwa menghasilkan pengalaman estetik yang mendalam, yang memperkaya jiwa dan membawa kebahagiaan tertinggi bagi penyungsung atau yang terlibat dalam prosesi ritual dalam upacara di Pura Pura Dalem Kutuh Desa Gulingan.

Berdasarkan hasil penelitian ini, saran-saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: . . 1. Menganalisis lebih lanjut pengaruh penggunaan bulu gagak sebagai elemen estetika dalam Barong Bulu Goak terhadap persepsi dan pengalaman estetik masyarakat Bali, serta bagaimana hal ini dapat mempengaruhi praktik keagamaan sehari-hari di Bali.. . 2. Melakukan studi komparatif antara Barong Bulu Goak dengan jenis barong lainnya di Bali, untuk memahami perbedaan dan kesamaan dalam aspek teologis dan estetika, serta bagaimana hal ini mencerminkan identitas dan nilai-nilai budaya Bali.. . 3. Menjelajahi lebih dalam konsep Teo-Estetika dalam konteks Hindu Bali, khususnya bagaimana konsep Brahman dan manifestasinya dalam kehidupan sehari-hari dipadukan dengan pengalaman estetika melalui seni pertunjukan, dan bagaimana hal ini dapat memberikan kontribusi terhadap pemahaman lebih luas mengenai interseksi antara seni, agama, dan budaya di Bali.

Read online
File size182.45 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test