STKIP PESSELSTKIP PESSEL

Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan SekolahJurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah

Dewasa ini, dunia pendidikan dihadapkan pada tantangan besar berupa menguatnya eksklusivisme beragama dan intoleransi di kalangan pelajar akibat derasnya arus informasi tanpa filter di media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses internalisasi nilai-nilai moderasi dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), mengidentifikasi faktor penghambat penguatan karakter kebangsaan, serta merumuskan model pembelajaran PAI inklusif yang efektif di MAN Kota Palopo. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan peneliti sebagai instrumen kunci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi nilai moderasi dilakukan melalui integrasi tiga domain: kognitif (pemahaman kontekstual), afektif (penumbuhan empati), dan psikomotorik (aksi nyata). Kebaruan penelitian ini terletak pada penggunaan media digital sebagai sarana syiar moderasi yang mengubah siswa dari konsumen konten menjadi produsen narasi perdamaian. Simpulan penelitian menegaskan bahwa model pembelajaran PAI inklusif yang didukung oleh budaya sekolah yang egaliter mampu mentransformasi nilai moderasi menjadi karakter kebangsaan yang kokoh, sehingga menciptakan generasi yang nasionalis sekaligus religius di era digital.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi nilai moderasi di MAN Kota Palopo berhasil dilakukan melalui pengembangan Model Pembelajaran PAI Inklusif yang mengintegrasikan tiga domain utama.Pada ranah kognitif, siswa mampu melakukan dekonstruksi terhadap pemahaman keagamaan yang kaku.Secara afektif, model ini berhasil menumbuhkan empati sosial dan rasa toleransi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi nilai moderasi berjalan selaras dengan penguatan karakter kebangsaan.Model ini menawarkan kerangka kerja yang aplikatif bagi lembaga pendidikan lain dalam mencetak generasi muda yang moderat, toleran, dan berintegritas kebangsaan tinggi.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan studi komparatif mengenai efektivitas model pembelajaran PAI inklusif di berbagai jenis madrasah dengan karakteristik yang berbeda, untuk mengidentifikasi faktor-faktor kontekstual yang memengaruhi keberhasilan implementasinya. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan instrumen pengukuran karakter kebangsaan berbasis nilai-nilai moderasi, yang dapat digunakan sebagai alat evaluasi dalam pembelajaran PAI. Ketiga, penting untuk meneliti lebih lanjut mengenai peran serta strategi orang tua dalam mendukung internalisasi nilai-nilai moderasi pada siswa, mengingat pengaruh lingkungan keluarga sangat signifikan dalam membentuk karakter anak. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai bagaimana menciptakan generasi muda yang religius, nasionalis, dan moderat di era digital.

  1. Integrasi Nilai-nilai Multikultural dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) | Jurnal Pendidikan... ojs.pps-ibrahimy.ac.id/index.php/jpii/article/view/191Integrasi Nilai nilai Multikultural dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam PAI Jurnal Pendidikan ojs pps ibrahimy ac index php jpii article view 191
  2. Pendidikan Islam dalam Dinamika Kehidupan Beragama di Indonesia | Intizar. pendidikan islam dinamika... jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/intizar/article/view/1615Pendidikan Islam dalam Dinamika Kehidupan Beragama di Indonesia Intizar pendidikan islam dinamika jurnal radenfatah ac index php intizar article view 1615
Read online
File size406.83 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test