UMPRUMPR

Anterior JurnalAnterior Jurnal

Demonstrasi massa merupakan salah satu bentuk penyampaian aspirasi yang dilindungi oleh konstitusi di Indonesia. Namun, aksi tersebut sering kali berpotensi menimbulkan gangguan terhadap ketertiban umum, terutama jika berubah menjadi kerusuhan atau tindakan anarkis. Satuan Brigade Mobil (Brimob) Polri memiliki peran strategis dalam menangani situasi tersebut guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Brimob dalam penanganan demonstrasi massa, strategi yang diterapkan, serta tantangan yang dihadapi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif‑analitis, melibatkan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Brimob menjalankan peran penting dalam pengendalian massa, pengamanan objek vital, dan penindakan terhadap situasi yang berpotensi anarkis. Strategi yang diterapkan meliputi pendekatan preventif melalui intelijen, pengamanan berlapis, dan penggunaan kekuatan secara proporsional. Namun, dalam pelaksanaannya, Brimob menghadapi tantangan seperti dinamika massa, tekanan publik, keterbatasan sumber daya, dan koordinasi antarinstansi. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kapasitas pelatihan Brimob, penguatan peralatan operasional, serta pengembangan pendekatan humanis dan kolaboratif untuk mendukung keberhasilan dalam penanganan demonstrasi massa. Dengan langkah‑langkah tersebut, diharapkan Brimob dapat menjalankan perannya secara lebih efektif, profesional, dan berimbang dalam menjaga keamanan serta ketertiban di tengah dinamika masyarakat.

Brimob memainkan peran penting dalam pengamanan, pengawasan, dan pengendalian kerumunan selama demonstrasi massa, serta dalam pelindungan fasilitas publik dan koordinasi antarinstansi.Strategi Brimob, meliputi pengawasan intensif, pendekatan preventif melalui intelijen, dan penyelesaian konflik, berhasil mengurangi intensitas kekerasan dan mencegah penyebaran kerusuhan.Penggunaan peralatan serta teknologi modern secara efektif menunjang pengendalian kerumunan dan meningkatkan efisiensi penanganan demonstrasi.

Pertama, penyelidikan eksperimental tentang efektivitas penerapan strategi humanistik dan kolaboratif dalam penanganan demonstrasi dapat meningkatkan pemahaman tentang dampak pendekatan tersebut terhadap persepsi publik. Kedua, studi longitudinal yang mengamati interaksi antara Brimob dan lembaga lain (TNI, Satpol PP, pemerintah daerah) dapat mengidentifikasi mekanisme koordinasi yang paling mempercepat respons terhadap eskalasi situasi. Ketiga, penelitian terapan yang menganalisis integrasi teknologi pengawasan (misalnya sistem CCTV berbasis AI) dengan prosedur operasional Brimob dapat memberikan rekomendasi konkret bagi perbaikan kesiapsiagaan dan penegakan hukum dalam penanganan demonstrasi massa.

Read online
File size173.01 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test