UMPRUMPR

Anterior JurnalAnterior Jurnal

Kelompok transpuan adalah kelompok gender minoritas yang terpinggirkan di berbagai aspek: politik, ekonomi, sosial dan budaya. Peminggiran kepada transpuan semakin terasa karena seluruh akses layanan publik membutuhkan e-KTP. Untuk dapat memenuhi hak-hak sipilnya, transpuan perlu berjejaring dan bergerak bersama. Penelitian ini membahas mengenai upaya-upaya komunikasi yang dibangun oleh komunitas transpuan di Yogyakarta untuk mendapatkan akses E-KTP. Penelitian dilaksanakan melalui FGD semi terstruktur pada komunitas transpuan di Yogyakarta (IWAYO). Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas pada kelompok rentan haruslah membangun koalisi lintas isu yang menjadi jejaring komunikasi kolektif. Gerak kolektif ini menjadi kekuatan kelompok rentan untuk mencapai tujuannya. Pendekatan lembaga-lembaga pemerintahan, akademisi, dan Lembaga Swadaya Masyarakat agar dapat mendorong adanya pemberdayaan bagi anggota komunitas dan pemenuhan hak-hak sipilnya. Pada internal komunitas, IWAYO membangun komunikasi dengan berbagai pendekatan, seperti membentuk sub komunitas yang tersebar pada sembilan titik komunitas di Yogyakarta, arisan, pesantren, dan rapat rutin.

Penelitian ini menunjukkan bahwa komunitas transpuan di Yogyakarta menghadapi tantangan besar dalam memperoleh akses E-KTP akibat stigma dan kesulitan administratif.Komunitas IWAYO berperan penting dalam advokasi hak-hak transpuan melalui fungsi komunikasi, jejaring, pemberdayaan, dan sosial.Kerja kolektif dengan kelompok minoritas lain dan dukungan dari pemangku kepentingan yang terbuka menjadi kunci keberhasilan dalam memperjuangkan kesetaraan akses layanan publik bagi transpuan.

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi peran media sosial dalam memperkuat jaringan komunikasi komunitas transpuan dan meningkatkan kesadaran publik tentang isu-isu yang mereka hadapi. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan dengan melibatkan komunitas transpuan di kota-kota lain di Indonesia untuk mengidentifikasi praktik-praktik terbaik dalam advokasi hak-hak sipil dan mengatasi hambatan-hambatan yang berbeda di setiap daerah. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada dampak psikologis dan sosial dari diskriminasi terhadap transpuan, serta efektivitas program-program dukungan yang ada dalam meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup mereka. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya menciptakan masyarakat yang lebih inklusif dan adil bagi semua warga negara, termasuk komunitas transpuan.

Read online
File size131.39 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test