UNESAUNESA

Jurnal BK UNESAJurnal BK UNESA

Interaksi sosial merupakan kemampuan penting yang perlu dimiliki siswa untuk menunjang kehidupan sosialnya. Penelitian penerapan layanan bimbingan kelompok dengan teknik permainan komunikatif bertujuan untuk menguji keefektifan bimbingan kelompok teknik permainan komunikatif dalam meningkatkan kemampuan interaksi sosial peserta didik pada tingkat SMP. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pre-eksperimen dengan desain one group pre-test and post-test design. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas VII di SMP Negeri 5 Gresik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan hasil pre-test dari sedang rendah menjadi rata-rata tergolong tinggi. Hasil analisis statistik menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna antara sebelum dan sesudah pelakuan diberikan, sehingga hipotesis alternatif diterima. Maka dapat disimpulkan, bahwa bimbingan kelompok dengan teknik permainan komunikatif dapat meningkatkan kemampuan interaksi sosial pada peserta didik di SMP Negeri 5 Gresik.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan di SMP Negeri 5 Gresik terhadap lima orang peserta didik, dapat disimpulkan bahwa layanan bimbingan kelompok dengan teknik permainan komunikatif efektif dalam meningkatkan kemampuan interaksi sosial.Seluruh peserta didik yang sebelumnya berada pada kategori sedang dan rendah mengalami peningkatan hingga mencapai kategori tinggi setelah mengikuti layanan.Terdapat peningkatan signifikan pada rata-rata skor kemampuan interaksi sosial dan hasil uji statistik menunjukkan perbedaan bermakna antara skor sebelum dan sesudah perlakuan, sehingga hipotesis alternatif diterima.

Pertama, perlu dilakukan penelitian dengan jumlah partisipan yang lebih besar untuk melihat sejauh mana efektivitas layanan bimbingan kelompok menggunakan teknik permainan komunikatif dapat digeneralisasi di berbagai sekolah menengah pertama. Kedua, penelitian lanjutan dapat menguji perbedaan efektivitas teknik ini pada berbagai jenjang pendidikan, misalnya antara siswa SMP dan SMA, untuk mengetahui pengaruh tahap perkembangan terhadap respons terhadap metode permainan. Ketiga, perlu dikaji penerapan teknik permainan komunikatif yang dikombinasikan dengan pendekatan bimbingan lainnya, seperti pendekatan kognitif-behavioral atau mindfulness, untuk menilai apakah integrasi metode dapat memperkuat peningkatan interaksi sosial secara lebih menyeluruh dan berkelanjutan. Penelitian-penelitian ini dapat membantu merancang program bimbingan yang lebih adaptif dan relevan dengan kebutuhan peserta didik di era digital saat ini.

Read online
File size449.08 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test