PNLPNL

Jurnal Sains dan Teknologi ReaksiJurnal Sains dan Teknologi Reaksi

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pencampuran poliuretan dengan pengisi Bentonitee-Kitosan. Sampel formulasi yang digunakan adalah poliuretan dengan variasi bentonitee dan kitosan sebesar 2%, 4%, 6%, 8%. Hasil uji Fourier Transform Infra Red (FT-IR) menunjukkan bahwa terdapat gugus fungsi N-H, C-H, C=O. Berdasarkan hasil uji Analisis Termogravimetri (TGA), Sampel Poliuretan dengan modifikasi bentonitee 8% : kitosan 8% b/b memiliki stabilitas termal terbaik diantara sampel lain dimana sampel mulai terdegradasi (onset) pada temperatur 307,04 (oC) dan berhenti terdegradasi (end set) pada temperatur 399,50 (oC). Hasil uji morfologi menggunakan alat SEM menunjukkan bahwa rantai kitosan tersebar dengan baik ke dalam lapisan interlayer bentonitee. Uji korosi menunjukkan bahwa penambahan bentonitee dan kitosan mempengaruhi laju korosi, semakin besar komposisi bentonitee dan kitosan, yang dapat mengurangi laju korosi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi terbaik adalah Poliuretan/Bentonitee/Kitosan 8.Peningkatan jumlah bentonitee dan kitosan dapat meningkatkan penguatan, stabilitas termal, dan sifat mekanik material pelapis.Uji FT-IR menunjukkan adanya gugus fungsi N-H, C-H, dan C=O yang merepresentasikan poliuretan.Uji Analisis Termogravimetri (TGA) menunjukkan bahwa sampel mengalami dekomposisi tunggal dan menunjukkan sampel Poliuretan/Bentonitee/Kitosan 8.8 % b/b dimana sampel mulai terdegradasi pada temperatur 307,04 (oC).Uji SEM menunjukkan bahwa rantai kitosan tersebar dengan baik ke dalam lapisan interlayer bentonitee.Uji korosi menunjukkan bahwa penambahan bentonitee dan kitosan mempengaruhi laju korosi, semakin besar komposisi bentonitee dan kitosan, yang dapat mengurangi laju korosi.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh ukuran partikel bentonitee dan kitosan terhadap sifat mekanik dan ketahanan korosi pelapis poliuretan. Ukuran partikel yang lebih kecil mungkin dapat meningkatkan dispersi dan interaksi dengan matriks poliuretan, sehingga menghasilkan sifat yang lebih baik. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan pelapis poliuretan yang lebih ramah lingkungan dengan mengganti isocyanate yang bersifat toksik dengan bahan baku berbasis bio. Hal ini dapat mengurangi dampak negatif terhadap kesehatan manusia dan lingkungan. Ketiga, perlu dilakukan studi komparatif antara pelapis poliuretan yang dimodifikasi dengan bentonitee-kitosan dengan pelapis anti-korosi komersial lainnya untuk mengetahui keunggulan dan kekurangannya masing-masing. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna bagi pengembangan pelapis anti-korosi yang lebih efektif dan berkelanjutan.

  1. Formulation of Polyurethane with Bentonite-Chitosan as Filler Applied to Carbon Steel as an Antibacterial... iopscience.iop.org/article/10.1088/1757-899X/536/1/012093Formulation of Polyurethane with Bentonite Chitosan as Filler Applied to Carbon Steel as an Antibacterial iopscience iop article 10 1088 1757 899X 536 1 012093
  2. Analisis Ketebalan Lapisan pada Pengecatan Baja Karbon Rendah menggunakan Metode Respons Permukaan |... doi.org/10.24853/sintek.13.2.65-72Analisis Ketebalan Lapisan pada Pengecatan Baja Karbon Rendah menggunakan Metode Respons Permukaan doi 10 24853 sintek 13 2 65 72
Read online
File size591.33 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test