PNLPNL

Jurnal TeknologiJurnal Teknologi

Penelitian ini menyelidiki optimasi produksi hidrochar dari kulit tanduk kopi melalui proses karbonisasi hidrotermal (HTC) dengan bantuan gelombang mikro, dengan fokus pada pengaruh waktu reaksi dan resirkulasi fraksi cair. Tujuan utama adalah mengevaluasi bagaimana kedua variabel ini mempengaruhi karakteristik hidrochar dan komposisi kimia fraksi cair. Karakteristik hidrochar dianalisis melalui uji adsorpsi iodium dan pengukuran kepadatan kelompok asam, sedangkan fraksi cair dari siklus optimal dianalisis menggunakan High-Performance Liquid Chromatography (HPLC). Hasil menunjukkan bahwa waktu operasi optimal adalah 120 menit, menghasilkan kapasitas adsorpsi iodium tertinggi sebesar 31.034,39 mg/g. Resirkulasi fraksi cair untuk satu siklus meningkatkan kapasitas adsorpsi iodium hingga puncak 34.309,18 mg/g, yang didorong oleh efek katalitik asam fraksi cair yang terakumulasi, yaitu asam asetat (0,153% v/v). Namun, resirkulasi berlebihan menyebabkan penurunan kualitas hidrochar akibat penyumbatan pori. Kesimpulannya, kombinasi waktu karbonisasi 120 menit dengan satu siklus resirkulasi adalah kondisi optimal untuk menghasilkan hidrochar berkualitas tinggi, dengan keseimbangan pengembangan pori dan efek katalitik resirkulasi fraksi cair.

Dari hasil kajian dapat disimpulkan bahwa waktu karbonisasi hidrotermal dan tahap resirkulasi memiliki pengaruh signifikan terhadap karakteristik arang hidro.Peningkatan waktu reaksi hingga 120 menit dapat meningkatkan daya serap iodin arang hidro hingga 31.034,39 mg/g, namun menurunkan densitas gugus asamnya.Penambahan satu siklus resirkulasi mampu meningkatkan daya serap iodin ke nilai puncaknya sebesar 34.309,18 mg/g, namun siklus yang berlebihan justru akan menurunkannya kembali akibat fenomena penyumbatan pori (pore blocking).Tahap resirkulasi terbukti mengubah karakteristik fraksi cair menjadi lebih asam dan bersifat katalitik.Hal ini disebabkan oleh akumulasi senyawa organik asam yang larut selama proses, yang terkonfirmasi melalui deteksi asam asetat sebesar 0,153% v/v pada fraksi cair dari siklus resirkulasi pertama.Perubahan karakteristik fraksi cair inilah yang menjadi mekanisme kunci yang memengaruhi kualitas arang hidro pada setiap siklusnya.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk menyelidiki lebih lanjut efek resirkulasi fraksi cair pada berbagai jenis biomassa, bukan hanya kulit tanduk kopi. Selain itu, studi tentang pengaruh komposisi fraksi cair yang berbeda pada proses karbonisasi hidrotermal dapat memberikan wawasan lebih dalam tentang peran senyawa organik dalam pembentukan struktur pori arang hidro. Terakhir, penelitian tentang optimasi kondisi resirkulasi, seperti suhu dan waktu, dapat membantu meningkatkan efisiensi proses dan kualitas produk akhir.

Read online
File size431.31 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test