POLITAPPOLITAP
JTM : JURNAL TEKNIK MESINJTM : JURNAL TEKNIK MESINSampah plastik merupakan limbah anorganik yang sulit terurai dan dapat mencemari lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Salah satu solusi efektif adalah pemadatan menggunakan mesin press untuk mengurangi volume sampah sehingga mempermudah pengangkutan, penyimpanan, dan daur ulang. Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja mesin press sampah plastik berdasarkan variasi lama waktu press guna menentukan waktu optimal dan efisiensi pemadatan. Metode yang digunakan adalah eksperimen kuantitatif dengan sampel botol plastik bekas seberat 1 kg yang diproses menggunakan mesin press vertikal otomatis. Percobaan dilakukan sebanyak empat kali dengan variasi waktu press antara 2,49 hingga 3,14 menit. Parameter yang diamati meliputi tinggi awal dan akhir, efisiensi pemadatan, penurunan tinggi, serta laju pemadatan (cm/s). Hasil penelitian menunjukkan efisiensi pemadatan berkisar antara 72,73 % hingga 75,90 % dengan rata-rata 74,32 %. Waktu press 2,49 menit menghasilkan efisiensi tertinggi, sedangkan laju penurunan tercepat sebesar 0,205 cm/s terjadi pada percobaan pertama. Variasi waktu press terbukti memengaruhi efisiensi dan kecepatan kerja mesin, meskipun tidak selalu berbanding lurus. Disimpulkan bahwa waktu optimal berada pada rentang 2,5–3,1 menit. Penelitian ini dapat menjadi dasar pengembangan mesin press yang lebih efisien untuk pengelolaan sampah plastik.
Mesin press sampah plastik mampu mengurangi volume secara signifikan dengan efisiensi pemadatan berkisar antara 72,73 % hingga 75,90 % dan rata-rata 74,32 %.Waktu pemadatan optimal berada pada rentang 2,5–3,1 menit, dengan efisiensi tertinggi dicapai pada waktu 2,49 menit.Penelitian terbukti biaya dan waktu menjadi faktor penting dalam menentukan kinerja mesin press, sehingga perlu dilakukan analisis lebih luas tentang parameter lain seperti tekanan mesin dan konsumsi energi.
Penelitian selanjutnya dapat memeriksa pengaruh tekanan mesin terhadap efisiensi pemadatan dan konsumsi energi, dengan menyesuaikan nilai tekanan yang berbeda untuk mengevaluasi apakah peningkatan tekanan dapat meningkatkan efisiensi lebih jauh tanpa menurunkan umur mesin. Selain itu, studi dapat memperluas sampel dengan berbagai jenis plastik bekas, termasuk botol PET, PDMS, dan PE, guna mengevaluasi konsistensi waktu optimal dan efisiensi pemadatan pada material yang berbeda, dan mencerminkan kondisi nyata di fasilitas pengelolaan sampah. Akhirnya, pengembangan model prediktif berbasis machine learning dapat mengevaluasi variabel seperti berat sampel, kelembaban, dan keadaan mekanis mesin guna memodelkan efisiensi pemadatan secara real‑time, sehingga operator dapat mengoptimalkan proses secara otomatis sesuai kondisi aktual. Dengan tiga arah studi ini, dapat diperoleh solusi terintegrasi yang tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga memperpanjang umur mesin dan mengurangi dampak lingkungan dari proses pemadatan plastik.
| File size | 133.73 KB |
| Pages | 4 |
| DMCA | Report |
Related /
CITRABAKTICITRABAKTI Kombinasi edukasi, aksi gotong royong, dan penyediaan fasilitas sampah efektif dalam mengubah perilaku. Namun, perlu pendampingan berkelanjutan untuk mempertahankanKombinasi edukasi, aksi gotong royong, dan penyediaan fasilitas sampah efektif dalam mengubah perilaku. Namun, perlu pendampingan berkelanjutan untuk mempertahankan
CITRABAKTICITRABAKTI Penerapannya dapat dilakukan secara mandiri, sederhana, murah, dan berkelanjutan oleh warga di lingkungan sekitar mereka sendiri. Pengolahan sampah organikPenerapannya dapat dilakukan secara mandiri, sederhana, murah, dan berkelanjutan oleh warga di lingkungan sekitar mereka sendiri. Pengolahan sampah organik
LP3KAMANDANULP3KAMANDANU Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan experiential learning melalui tahapan sosialisasi, edukasi lingkungan, pengenalan inovasi produk daur ulang,Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan experiential learning melalui tahapan sosialisasi, edukasi lingkungan, pengenalan inovasi produk daur ulang,
UWKSUWKS Studi pendahuluan ini bertujuan untuk menilai kelayakan pengembangan sistem informasi berbasis web di Ekosistem Mangrove Surabaya sebagai solusi untukStudi pendahuluan ini bertujuan untuk menilai kelayakan pengembangan sistem informasi berbasis web di Ekosistem Mangrove Surabaya sebagai solusi untuk
UNISANUNISAN Subjek penelitian mencakup pengelola desa wisata, tokoh masyarakat, dan pihak pemerintah daerah yang terlibat dalam pengelolaan atau pengembangan DesaSubjek penelitian mencakup pengelola desa wisata, tokoh masyarakat, dan pihak pemerintah daerah yang terlibat dalam pengelolaan atau pengembangan Desa
PKN STANPKN STAN Pupuk kompos yang dihasilkan membantu mengurangi pencemaran lingkungan serta mendukung pertanian berkelanjutan dan ketahanan pangan di tingkat lokal. ProgramPupuk kompos yang dihasilkan membantu mengurangi pencemaran lingkungan serta mendukung pertanian berkelanjutan dan ketahanan pangan di tingkat lokal. Program
IKIP SILIWANGIIKIP SILIWANGI Dalam Undang-undang No 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, disebutkan bahwa sampah adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia atau proses alam yangDalam Undang-undang No 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, disebutkan bahwa sampah adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia atau proses alam yang
KEMENSOSKEMENSOS Kerusakan lingkungan yang terjadi di Indonesia khususnya Kota Bogor diakibatkan karena meningkatnya timbunan sampah. Salah satu penyebab meningkatnya sampahKerusakan lingkungan yang terjadi di Indonesia khususnya Kota Bogor diakibatkan karena meningkatnya timbunan sampah. Salah satu penyebab meningkatnya sampah
Useful /
UMUM Penelitian potensi energi pasang surut di perairan Sungai Maro Merauke-Papua membuktikan bahwa perairan Merauke memiliki nilai pasang surut yang cukupPenelitian potensi energi pasang surut di perairan Sungai Maro Merauke-Papua membuktikan bahwa perairan Merauke memiliki nilai pasang surut yang cukup
STTMCILEUNGSISTTMCILEUNGSI Cowpea tempe inoculated with yeast and fermented for 24 hours showed the longest shelf life. The study highlights the potential of cowpeas as a viableCowpea tempe inoculated with yeast and fermented for 24 hours showed the longest shelf life. The study highlights the potential of cowpeas as a viable
LP3KAMANDANULP3KAMANDANU Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah jahe melalui metode dekokKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah jahe melalui metode dekok
UMUM Hasil analisis data menggunakan ANOVA menunjukkan bahwa nilai F lebih besar dari F-table dan nilai p lebih kecil dari 0,05, yang menunjukkan perbedaanHasil analisis data menggunakan ANOVA menunjukkan bahwa nilai F lebih besar dari F-table dan nilai p lebih kecil dari 0,05, yang menunjukkan perbedaan