POLITAPPOLITAP

JTM : JURNAL TEKNIK MESINJTM : JURNAL TEKNIK MESIN

Dikarenakan masih banyak mekanik di bengkel umum yang menekan piston rem menggunakan kunci ring pas, sehingga sering menyebabkan piston rem tergores atau pecah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membantu mekanik dalam proses pemasangan kampas rem agar terhindar dari kerusakan piston, mengetahui cara kerja alat penekan piston rem. Metode yang digunakan meliputi studi literatur, observasi lapangan, perancangan desain menggunakan perangkat lunak AutoCAD, serta proses pembuatan yang terdiri dari empat tahap utama: persiapan bahan (plat besi, baut, mur). Setelah alat selesai dibuat, dilakukan pengujian untuk memastikan fungsi dan efisiensinya. Rata-rata waktu dari alat penekan piston rem 06,47 detik, sedangkan rata-rata waktu saat menggunakan kunci ring pas 07,72 detik, hasil pengujian dapat terlihat dari efisiensi alat penekan piston rem yang dibuat oleh penulis.

Alat penekan piston rem sepeda motor berhasil dirancang dan dibuat menggunakan bahan yang mudah diperoleh serta proses pembuatan yang sederhana meliputi pemotongan, pengeboran, pengelasan, dan perakitan.Proses perancangan menggunakan perangkat lunak AutoCAD menghasilkan desain ergonomis, efisien, dan sesuai kebutuhan mekanik di bengkel.Hasil pengujian menunjukkan alat ini berfungsi dengan baik untuk menekan piston rem tanpa menyebabkan goresan atau kerusakan, berbeda dengan metode konvensional menggunakan kunci ring pas.Penggunaan alat ini dapat meningkatkan efisiensi kerja mekanik, mengurangi risiko kecelakaan kerja, serta memperpanjang umur pakai komponen rem sepeda motor.Dengan biaya pembuatan yang relatif murah, alat ini layak diaplikasikan pada bengkel-bengkel umum sebagai solusi praktis dan ekonomis dalam perawatan sistem rem.

Pertama, kaji efektivitas alat penekan piston rem pada motor berjenis lain, misalnya motor off‑road, dengan menanyakan apakah desain harus disesuaikan. Kedua, evaluasi dampak penggunaan alat terhadap keausan komponen rem motor dalam jangka panjang melalui percobaan berulang, sehingga dapat dijadikan dasar rekomendasi perawatan. Ketiga, integrasikan sensor tekanan pada alat penekan untuk memantau kekuatan yang diberikan sehingga mekanik dapat mengendalikan tekanan optimal; sebaris pertanyaan penelitian: bagaimana sensor dapat menambah keamanan dan efisiensi proses pemasangan kampas?.

  1. The Effect Of Addition Of Limestone Powder And Gypsum As Isolator Media On Low Carbon Steel SMAW Welding... doi.org/10.37385/jaets.v2i2.223The Effect Of Addition Of Limestone Powder And Gypsum As Isolator Media On Low Carbon Steel SMAW Welding doi 10 37385 jaets v2i2 223
  2. JTRM (Jurnal Teknologi dan Rekayasa Manufaktur). pendinginan pengelasan metode smaw kekerasan baja karbon... doi.org/10.48182/jtrm.v2i2.66JTRM Jurnal Teknologi dan Rekayasa Manufaktur pendinginan pengelasan metode smaw kekerasan baja karbon doi 10 48182 jtrm v2i2 66
  3. Pendinginan Pengelasan dengan Metode SMAW pada Kekerasan Baja Karbon ST37 dengan Media Serbuk Semen Abu-Abu... doi.org/10.14710/rotasi.21.3.140-146Pendinginan Pengelasan dengan Metode SMAW pada Kekerasan Baja Karbon ST37 dengan Media Serbuk Semen Abu Abu doi 10 14710 rotasi 21 3 140 146
  4. International Journal on Advanced Science, Engineering and Information Technology. journal advanced science... ijaseit.insightsociety.org/index.php/ijaseitInternational Journal on Advanced Science Engineering and Information Technology journal advanced science ijaseit insightsociety index php ijaseit
Read online
File size240.69 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test