PNLPNL

Jurnal TeknologiJurnal Teknologi

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efek suhu reaksi dan penambahan minyak sereh wangi sebagai aditif terhadap karakteristik biodiesel yang dihasilkan dari Virgin Red Palm Oil (VRPO) melalui proses transesterifikasi. Suhu reaksi bervariasi pada 50°C, 55°C, 60°C, dan 65°C, sedangkan volume minyak sereh wangi berkisar dari 0 hingga 10 mL. Parameter yang dievaluasi meliputi yield, viskositas, densitas, titik nyala, dan cetane number. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan suhu hingga 60°C meningkatkan yield biodiesel menjadi 57%, tetapi tidak ada peningkatan signifikan pada 65°C akibat penguapan metanol. Penambahan minyak sereh wangi pada 2-4 mL secara efektif meningkatkan cetane number hingga sekitar 55,9 dan meningkatkan sifat fisik biodiesel, terutama viskositas dan titik nyala. Namun, konsentrasi aditif yang berlebihan (≥6 mL) menyebabkan penurunan kualitas biodiesel akibat peningkatan viskositas dan penurunan homogenitas campuran. Analisis GC-MS menunjukkan bahwa biodiesel didominasi oleh asam lemak metil ester seperti methyl oleate dan methyl palmitate, yang berkontribusi terhadap kinerja pembakaran dan stabilitas oksidatif. Kondisi optimum dicapai pada 60°C dengan penambahan 4 mL minyak sereh wangi, menghasilkan biodiesel dengan karakteristik terbaik dan potensi untuk memenuhi standar kualitas bahan bakar.

Berdasarkan hasil penelitian, suhu reaksi dan penambahan minyak sereh wangi sebagai zat aditif berpengaruh signifikan terhadap kualitas biodiesel dari Virgin Red Palm Oil (VRPO).Penambahan minyak sereh wangi pada konsentrasi tertentu, khususnya 2-4 mL, terbukti meningkatkan cetane number dan memperbaiki viskositas serta titik nyala.Namun, penambahan aditif dalam jumlah berlebih (≥6 mL) justru menurunkan kualitas fisik biodiesel akibat peningkatan viskositas dan penurunan homogenitas campuran.Kondisi operasi optimum diperoleh pada 60°C dengan penambahan 4 mL minyak sereh wangi, menghasilkan biodiesel dengan rendemen tinggi, cetane number optimal, dan karakteristik fisik mendekati standar kualitas bahan bakar.Analisis komposisi menunjukkan bahwa biodiesel didominasi oleh senyawa metil ester yang mendukung performa pembakaran dan stabilitas bahan bakar.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi lebih lanjut tentang pengaruh variasi konsentrasi minyak sereh wangi terhadap karakteristik pembakaran biodiesel. Selain itu, dapat dilakukan analisis lebih mendalam tentang interaksi antara komponen minyak sereh wangi dan biodiesel untuk memahami mekanisme peningkatan cetane number. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi potensi penggunaan minyak sereh wangi sebagai aditif pada bahan bakar minyak lainnya, seperti solar atau bensin, untuk meningkatkan efisiensi pembakaran dan mengurangi emisi gas buang. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi lebih lanjut dalam pengembangan energi terbarukan berbasis sumber daya lokal di Indonesia.

Read online
File size423.06 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test