PNLPNL

Jurnal TeknologiJurnal Teknologi

Penelitian ini bertujuan memanfaatkan kulit jeruk manis (Citrus sinensis) sebagai aditif dalam pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar soy wax. Minyak atsiri diekstrak dengan metode maserasi menggunakan etanol 96 % dan dimodifikasi volume ekstrak (2–6 mL) serta massa soy wax (100–300 g). Parameter dependen termasuk pH, titik leleh, komposisi GC–MS, dan evaluasi organoleptik (aroma, bentuk, warna). Hasil menunjukkan ekstrak 5–6 mL menghasilkan aroma citrus maksimal (skor hedonic 4,93), pH aman (6,1–6,2), dan titik leleh stabil sekitar 54 °C. Penambahan 250 g soy wax optimum memperkuat ketahanan bakar dengan durasi 4,49 jam. Komponen utama minyak atsiri terdiri dari D‑limonena, linalool, dan decanal, yang mendukung aroma dan efek relaksasi. Secara keseluruhan, kulit jeruk manis dapat dimanfaatkan secara efektif sebagai bahan aditif alami, menyediakan lilin aromaterapi yang ramah lingkungan dan ekonomis.

Kulit jeruk manis dapat dimanfaatkan sebagai aditif alami dalam pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar soy wax.Volume ekstrak optimal berada pada kisaran 5–6 mL, menghasilkan titik leleh tetap (±54 °C), pH aman (6,1–6,2), dan aroma citrus paling disukai panelis.Massa soy wax 250 g memberikan keseimbangan terbaik antara intensitas aroma dan ketahanan bakar, menghasilkan durasi nyala tertinggi 4,49 jam.Kombinasi 250 g soy wax dengan 6 mL ekstrak kulit jeruk manis direkomendasikan sebagai formulasi optimum.

Bagaimana pengaruh penggunaan ethanol dengan konsentrasi berbeda terhadap rendemen dan kualitas aroma ekstrak kulit jeruk manis dalam proses maserasi? Apakah kombinasi tambahan agen pengikat seperti xantan gum atau karboksimetil selulosa dapat memperbaiki stabilitas dan distribusi aroma pada lilin aromaterapi berbahan soy wax? Bagaimana pengaruh suhu pemrosesan ekstrak pada 60‑80 °C dibandingkan suhu ruang terhadap komposisi senyawa volatil dan konsistensi rasa pada lilin aromaterapi?.

Read online
File size493.43 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test