POLITAPPOLITAP

JTM : JURNAL TEKNIK MESINJTM : JURNAL TEKNIK MESIN

Penelitian ini menganalisis pengaruh overhaul terhadap kinerja High Pressure Heater (HPH) 1, 2, dan 3 pada Unit 3 PLTU Banten 3 Lontar pada beban konstan 294 MW. Analisis dilakukan menggunakan data operasi aktual sebelum overhaul (Juli 2018) dan sesudah overhaul (Desember 2018). Kinerja heater dievaluasi berdasarkan parameter terminal temperature difference (TTD), drain cooler approach (DCA), temperature rise (TR), logarithmic mean temperature difference (LMTD), capacity heat ratio (C), dan thermal effectiveness. Hasil penelitian menunjukkan bahwa overhaul secara umum meningkatkan kinerja HPH. Peningkatan paling nyata terjadi pada HPH 1, dengan penurunan DCA dari 26,68°C menjadi 4,38°C, penurunan LMTD dari 42,81°C menjadi 20,62°C, dan kenaikan efektivitas dari 0,72 menjadi 0,95. Perbaikan TTD hanya terjadi pada HPH 2, yaitu dari 0,79°C menjadi 0,66°C, sedangkan HPH 1 dan HPH 3 mengalami sedikit kenaikan TTD setelah overhaul. Meskipun demikian, penurunan DCA dan kenaikan efektivitas pada seluruh heater menunjukkan bahwa pembersihan tube, pengujian kebocoran, plugging tube, dan penggantian gasket mampu memulihkan performa perpindahan panas. Dengan demikian, overhaul merupakan tindakan pemeliharaan yang efektif untuk meningkatkan kinerja termal HPH, terutama pada HPH 1.

Berdasarkan hasil perhitungan pada beban 294 MW, overhaul memberikan pengaruh positif terhadap kinerja High Pressure Heater Unit 3 PLTU Banten 3 Lontar, meskipun tingkat perbaikannya tidak sama pada setiap heater.Perbaikan yang paling konsisten ditunjukkan oleh penurunan DCA pada seluruh heater, yaitu 22,30°C pada HPH 1, 2,93°C pada HPH 2, dan 4,48°C pada HPH 3.Efektivitas juga meningkat pada seluruh heater, dari 0,72 menjadi 0,95 pada HPH 1, dari 0,85 menjadi 0,90 pada HPH 2, dan dari 0,95 menjadi 0,97 pada HPH 3.Overhaul memberikan dampak paling besar pada HPH 1, yang ditunjukkan oleh penurunan LMTD sebesar 22,19°C, penurunan DCA sebesar 22,30°C, serta kenaikan efektivitas sebesar 0,23.HPH 2 merupakan satu-satunya heater yang menunjukkan perbaikan TTD, sedangkan HPH 1 dan HPH 3 masih mengalami kenaikan TTD setelah overhaul.Hal ini menunjukkan bahwa evaluasi keberhasilan overhaul harus dilakukan secara multiparameter, bukan hanya berdasarkan satu indikator.

Untuk penelitian lanjutan, evaluasi dapat diperluas dengan analisis pada beberapa tingkat beban, perhitungan pengaruh terhadap heat rate dan konsumsi batubara, serta integrasi pendekatan NTU atau eksergi untuk melihat kerugian termodinamika secara lebih mendalam. Pengembangan tersebut akan membantu menentukan prioritas pemeliharaan yang lebih akurat dan menghubungkan performa HPH secara langsung dengan efisiensi pembangkit. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja HPH, seperti fouling factor, overall heat-transfer coefficient, dan distribusi temperatur pada masing-masing zona heater. Dengan demikian, dapat dikembangkan strategi pemeliharaan yang lebih efektif dan efisien untuk menjaga kinerja HPH dalam jangka panjang.

Read online
File size176.98 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test