PNLPNL
Jurnal TeknologiJurnal TeknologiPenelitian ini bertujuan untuk membandingkan secara kuantitatif laju korosi baja mild steel yang dilapisi dengan galvanis, cat hitam, cat silver, dan cat putih ketika terpapar limbah pabrik kelapa sawit. Percobaan dilakukan dengan metode kehilangan massa sesuai standar ASTM G31. Spesimen baja mild steel berukuran 150 mm x 25 mm x 2 mm dilapisi dan direndam dalam 4 liter limbah minyak kelapa sawit yang telah dikondisikan selama 22 hari. Parameter lingkungan, termasuk pH (4,5-5,2) dan suhu (28-34°C), dipantau terus-menerus selama periode pengujian. Setiap uji dilakukan tiga kali untuk memastikan keandalan data. Hasil menunjukkan bahwa jenis pelapis memiliki efek signifikan terhadap ketahanan korosi. Spesimen galvanis menunjukkan kinerja terbaik dengan laju korosi mendekati 0 mm/tahun dan kehilangan massa ≤1%. Sebaliknya, spesimen cat hitam menunjukkan laju korosi tertinggi yaitu 0,77 mm/tahun dan kehilangan massa lebih dari 1,8%, diikuti oleh cat silver dan putih dengan laju korosi masing-masing 0,26 mm/tahun. Kinerja unggul galvanis disebabkan oleh mekanisme perlindungan katodik dan pembentukan lapisan pasif stabil seperti ZnO dan ZnCO₃ yang efektif menghambat proses korosi.
Berdasarkan hasil penelitian, jenis pelapisan terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap laju korosi baja mild steel dalam limbah kelapa sawit.Perhitungan menggunakan metode kehilangan massa berdasarkan standar ASTM G31 menunjukkan bahwa pelapisan galvanis memiliki ketahanan korosi terbaik dengan laju korosi mendekati 0 mm/tahun.Sementara itu, pelapisan cat pilox hitam menunjukkan laju korosi tertinggi yaitu 0,77 mm/tahun, diikuti oleh cat pilox silver dan putih masing-masing 0,26 mm/tahun.Kinerja unggul galvanis disebabkan oleh kemampuan perlindungan katodik dan pembentukan lapisan pasif stabil.Sebaliknya, pelapisan cat hanya berfungsi sebagai penghalang (barrier protection) dan rentan terhadap kerusakan pada lingkungan korosif.Oleh karena itu, galvanisasi direkomendasikan sebagai metode perlindungan yang paling optimal untuk baja mild steel dalam lingkungan limbah sawit yang bersifat agresif.
Saran penelitian lanjutan dapat difokuskan pada beberapa aspek. Pertama, perlu dilakukan analisis lebih mendalam terhadap parameter kimia limbah, seperti COD, kandungan ion klorida, dan komposisi senyawa organik, untuk memahami pengaruhnya terhadap laju korosi. Kedua, variasi kondisi lingkungan seperti pH dan suhu selama pengujian juga dapat menjadi fokus penelitian untuk mengetahui pengaruhnya terhadap hasil. Ketiga, studi komparatif antara berbagai jenis pelapisan dalam lingkungan limbah industri yang berbeda dapat memberikan wawasan lebih luas tentang efektivitas pelapisan dalam meningkatkan ketahanan korosi. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, penelitian selanjutnya dapat memberikan kontribusi yang lebih komprehensif dalam menentukan metode pelapisan yang paling efektif untuk melindungi baja mild steel dalam berbagai kondisi lingkungan industri yang agresif.
| File size | 451.4 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
PNLPNL Di era digital sekarang, cara seperti ini terasa kurang praktis dan tidak efisien. Data dari Ombudsman Republik Indonesia menunjukkan tingkat layanan kepuasanDi era digital sekarang, cara seperti ini terasa kurang praktis dan tidak efisien. Data dari Ombudsman Republik Indonesia menunjukkan tingkat layanan kepuasan
PNLPNL Tujuan penelitian adalah meneliti pengaruh variasi waktu macerasi (4, 8, 12, 16, dan 20 hari) serta berat sabut kelapa (10, 15, 20, 25, dan 30 g)Tujuan penelitian adalah meneliti pengaruh variasi waktu macerasi (4, 8, 12, 16, dan 20 hari) serta berat sabut kelapa (10, 15, 20, 25, dan 30 g)
PROSPECTPUBLISHINGPROSPECTPUBLISHING Selain itu, adanya kebutuhan industri akan bahan ramah lingkungan semakin mendorong pentingnya diversifikasi produk berbasis rumput laut. Untuk menjawabSelain itu, adanya kebutuhan industri akan bahan ramah lingkungan semakin mendorong pentingnya diversifikasi produk berbasis rumput laut. Untuk menjawab
UPSUPS Pemilihan penggunaan aluminium dikarenakan ketahanan korosinya yang tinggi dan berat jenisnya yang rendah jika dibandingkan dengan besi. Dalam penelitianPemilihan penggunaan aluminium dikarenakan ketahanan korosinya yang tinggi dan berat jenisnya yang rendah jika dibandingkan dengan besi. Dalam penelitian
POLIMDOPOLIMDO Ketahanan komunitas merupakan proses masyarakat beradaptasi secara positif terhadap kesulitan atau risiko. Penelitian ini bertujuan untuk memahami ketahananKetahanan komunitas merupakan proses masyarakat beradaptasi secara positif terhadap kesulitan atau risiko. Penelitian ini bertujuan untuk memahami ketahanan
STIKOMBANYUWANGISTIKOMBANYUWANGI Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perkembangan studi tentang Enterprise Architecture (EA) dalam mendukung Transformasi Digital. Metode SystematicPenelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perkembangan studi tentang Enterprise Architecture (EA) dalam mendukung Transformasi Digital. Metode Systematic
ITNITN Penerapan workstation pemotong kain di Home Industry Rangganesvi meningkatkan produktivitas kerja sebesar 16 % dan mengoptimalkan postur ergonomis pekerja.mesinPenerapan workstation pemotong kain di Home Industry Rangganesvi meningkatkan produktivitas kerja sebesar 16 % dan mengoptimalkan postur ergonomis pekerja.mesin
POLRAFPOLRAF Dengan pemilihan V-belt jenis A -58 dan B -150, V-belt dari poros ke tabung menggunkan karet roda sebagai V-belt dengan ukuran D = 60 cm digunakan sebagaiDengan pemilihan V-belt jenis A -58 dan B -150, V-belt dari poros ke tabung menggunkan karet roda sebagai V-belt dengan ukuran D = 60 cm digunakan sebagai
Useful /
UINSAIDUINSAID Keteraturan pada motif geometrisnya mengandung simbolisme yang memuat pesan moral yang relevan dalam merespons tantangan degradasi karakter di era modern.Keteraturan pada motif geometrisnya mengandung simbolisme yang memuat pesan moral yang relevan dalam merespons tantangan degradasi karakter di era modern.
PROSPECTPUBLISHINGPROSPECTPUBLISHING Keberhasilan ini menjadi model replikasi inovasi sosial yang dapat diterapkan di wilayah lain dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Program inovasiKeberhasilan ini menjadi model replikasi inovasi sosial yang dapat diterapkan di wilayah lain dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Program inovasi
UNEJUNEJ Ditemukan inkonsistensi antara Kode Ketenagakerjaan 2019 yang menyebut pemberi kerja sebagai pelaku utama dan KUHP 2015 yang memperluas definisi pelakuDitemukan inkonsistensi antara Kode Ketenagakerjaan 2019 yang menyebut pemberi kerja sebagai pelaku utama dan KUHP 2015 yang memperluas definisi pelaku
STIKOMBANYUWANGISTIKOMBANYUWANGI Proses penerimaan dan seleksi proposal yang dilakukan melalui teknologi informasi harus lebih baik. Hasil akhir dari penelitian ini adalah sebuah aplikasiProses penerimaan dan seleksi proposal yang dilakukan melalui teknologi informasi harus lebih baik. Hasil akhir dari penelitian ini adalah sebuah aplikasi