PIP SEMARANGPIP SEMARANG

Indonesian Journal of Marine EngineeringIndonesian Journal of Marine Engineering

Main engine adalah permesinan induk di atas kapal yang menjadi penggerak tenaga utama guna menggerakan kapal yang harus diperhatikan kinerja dan perawatannya. Exhaust valve sebagai komponen mesin yang memiliki fungsi sebagai media keluarnya gas buang sisa pembakaran bahan bakar atau exhaust gas yang diteruskan menu cerobong atau ke exhaust gas economiser. Sebagai komponen utama dalam mesin induk yang harus dijaga performa dan melaksanakan perawatan yang sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. Karena seating exhaust valve dan spindle exhaust valve komponen yang selalu bersentuhan, membuat kedua komponen ini memerlukan perawatan dan perhatian yang lebih agar dapat menunjang proses kerja mesin induk. Metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian yang diperoleh peneliti berasal dari observasi, wawancara, dan dokumentasi serta didukung metode diagram fishbone dan SHEL untuk menganalisis faktor yang menyebabkan masalah pada rumusan masalah. Selanjutnya dianalisa sehingga menjadi sebuah temuan yang diberikan pemecahan masalahnya dan menjadi sebuah tulisan penelitian.

Faktor penyebab kerusakan seating dan spindle exhaust valve terdapat berbagai indikasi yang ditemukan peneliti sesuai dengan unsur metode analisis fishbone dan SHEL yaitu faktor pemeliharaan atau PMS yang kurang baik, sparepart yang tidak orisinil, pengukuran kelonggaran guide bushing, ring piston minyak silinder melebihi running hour, faktor udara kamar mesin, serta kesalahan dalam pemasangan.Karena hal tersebut terjadi, maka terdapat dampak yang ditimbulkan yaitu kerugian dari komponen-komponen exhaust valve yang akan mengalami kerusakan pada komponen yang lainnya dan proses penutupan exhaust valve menjadi tidak sempurna sehingga kemampuan kerja exhaust valve tidak berjalan maksimal.Agar hal tersebut tidak terjadi kembali, maka harus dilakukan dengan melaksanakan PMS yang sesuai pada manual book, menggunakan sparepart yang orisinil, pengukuran pada diameter guide bushing, check running hours ring piston minyak silinder, pemasangan filter udara kamar mesin serta komunikasi antar masinis agar tidak terjadi kesalahan dalam pemasangan komponen exhaust valve.

Untuk menghindari masalah-masalah yang terjadi, disarankan agar pihak kapal selalu melakukan pengecekan berkala, memperhatikan maintenance record komponen exhaust valve, dan melakukan koordinasi dengan kantor. Selain itu, penting untuk melaksanakan PMS sesuai manual book, menggunakan sparepart orisinil, dan melakukan pengukuran diameter pada kelonggaran guide bushing dan running hours ring piston minyak silinder. Pembersihan rutin terhadap saringan/filter engine room vent juga disarankan untuk menjaga kebersihan dan mencegah masalah. Dengan demikian, dapat terhindar dari kerusakan dan proses penutupan exhaust valve menjadi lebih sempurna, sehingga kemampuan kerja exhaust valve dapat berjalan secara maksimal.

  1. Al-Adalah: Jurnal Hukum dan Politik Islam. perlindungan keselamatan penumpang kapal laut undang nomor... doi.org/10.35673/ajmpi.v3i2.194Al Adalah Jurnal Hukum dan Politik Islam perlindungan keselamatan penumpang kapal laut undang nomor doi 10 35673 ajmpi v3i2 194
  2. Pengaruh pemakaian bahan bakar premium, pertalite dan pertamax terhadap kinerja motor 4 tak | Jurnal... doi.org/10.35313/energi.v9i1.1648Pengaruh pemakaian bahan bakar premium pertalite dan pertamax terhadap kinerja motor 4 tak Jurnal doi 10 35313 energi v9i1 1648
Read online
File size264 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test