PNLPNL

Jurnal TeknologiJurnal Teknologi

Alat keruk (KIP) di penambangan timah laut harus memiliki keandalan tinggi untuk menjaga kontinuitas produksi. Penelitian ini mengukur keandalan KIP Timah 7 dengan metode OEE parsial, memfokuskan pada dua komponen utama: ketersediaan dan kinerja. Hasilnya menunjukkan ketersediaan berfluktuasi antara 81,30 %–100 %, sedangkan kinerja tetap konstan pada 100 %; komponen critical yang menyebabkan downtime utama diidentifikasi sebagai cardan shaft, pompa tanah, dan pipa press, sehingga menunjukkan perlunya perawatan preventif terfokus pada bagian tersebut.

Metode OEE parsial efektif untuk mengevaluasi keandalan alat keruk KIP Timah 7 dengan nilai OEE bulanan 82,30 %–100 %.Fluktuasi utama dipengaruhi oleh ketersediaan akibat downtime, sedangkan kinerja tetap 100 % karena keterbatasan pencatatan Standby/Idle.Identifikasi komponen kritis (cardan shaft, pompa tanah, pipa press) menjadi dasar perencanaan perawatan preventif yang terfokus pada peningkatan ketersediaan alat.

Penelitian selanjutnya dapat meneliti pengaruh kondisi lingkungan laut—gelombang, arus, dan fluktuasi beban—terhadap pola kegagalan komponen hidrolik dan transmisi pada alat keruk, sehingga dapat dikembangkan model prediktif berbasis data real‑time untuk mengurangi downtime. Selain itu, dapat diimplementasikan sistem monitoring IoT pada cardan shaft dan pompa tanah untuk mengumpulkan data vibrasi dan tekanan yang dapat dianalisis secara statistik guna mengidentifikasi tanda-tanda awal kerusakan sebelum terjadi kegagalan. Penelitian lain dapat mengeksplorasi strategi perawatan terjadwal berbasis kinerja (condition‑based maintenance) dengan menggabungkan model OEE dan analisis Pareto untuk memprioritaskan intervensi perawatan yang paling menguntungkan secara ekonomi dan operasional.

Read online
File size497.22 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test