PNLPNL

Jurnal TeknologiJurnal Teknologi

Perkembangan teknologi di bidang konstruksi di Indonesia terus mengalami kemajuan seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat akan infrastruktur modern, seperti jembatan bentang panjang, bangunan bertingkat tinggi, serta elemen-elemen struktur pracetak. Tuntutan terhadap efisiensi struktur dalam hal kekuatan, keawetan, dan masa layanan menyebabkan semakin banyak digunakan beton mutu tinggi (high-strength concrete - HSC) dalam perencanaan infrastruktur tersebut. Beton mutu tinggi umumnya didefinisikan sebagai beton yang memiliki karakteristik kuat tekan (fc) lebih tinggi dari beton normal, dengan rentang yang bervariasi tergantung standar yang digunakan, namun seringkali berkisar antara 40 MPa hingga 80 MPa. Dalam konteks penelitian ini, Beton Mutu Tinggi ditargetkan memiliki kuat tekan rencana sebesar 40 MPa pada umur 28 hari, yang memerlukan perhatian khusus pada kualitas material penyusun dan proporsi campuran tinggi. Penggunaan beton mutu tinggi memungkinkan perancangan elemen struktur lebih kecil, sehingga dengan dimensi yang lebih kecil menghasilkan bangunan yang lebih ringan dan lebih hemat dari segi biaya konstruksi.

Berdasarkan hasil penelitian eksperimental mengenai sinergi optimalisasi ukuran agregat maksimum (MAS) dan peran superplasticizer pada beton mutu tinggi dengan target fc 40 MPa dan FAS 0,4, dapat disimpulkan bahwa variasi ukuran agregat kasar berpengaruh signifikan terhadap workability, potensi densitas, dan kuat tekan beton, di mana penggunaan agregat 19,10 mm terbukti menghasilkan kinerja mekanik paling optimal dengan kuat tekan rata-rata tertinggi sebesar 30,269 MPa, yang didukung oleh karakteristik berat jenis tertinggi (2,623), absorbsi terendah (1,662%), serta gradasi yang paling rapat (FM 5,159) guna meningkatkan kualitas zona transisi antar-muka (ITZ).Meskipun demikian, kuat tekan yang dicapai belum memenuhi target 40 MPa, sehingga untuk penelitian selanjutnya disarankan untuk melakukan optimasi dosis superplasticizer yang lebih detail, menguji kekuatan intrinsik agregat lokal, serta mengintegrasikan bahan tambah mineral (pozzolanic) guna memperkuat struktur mikro ITZ dan mencapai mutu beton yang direncanakan secara konsisten.

Untuk mencapai mutu tinggi yang sesungguhnya, penelitian lanjutan harus fokus pada optimalisasi proporsi campuran, terutama penggunaan bahan tambah mineral (pozzolanic material) yang terbukti meningkatkan kualitas ITZ dan kuat tekan BMT, atau pemilihan agregat dengan kekuatan intrinsik yang lebih tinggi. Selain itu, perlu dilakukan optimasi dosis superplasticizer yang lebih detail, serta menguji kekuatan intrinsik agregat lokal untuk mencapai target kuat tekan yang diinginkan. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan teknologi beton mutu tinggi di Indonesia.

Read online
File size310.8 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test