PAEDIATRICAINDONESIANAPAEDIATRICAINDONESIANA

Paediatrica IndonesianaPaediatrica Indonesiana

Latar belakang: Neonatus prematur rentan terhadap berbagai komplikasi dan mungkin memerlukan prosedur invasif yang meningkatkan risiko sepsis, yang merupakan penyebab kematian ketiga pada anak-anak. Hasil laboratorium rutin, seperti lebar distribusi sel darah merah (RDW) dan rasio neutrofil imatur terhadap total (I/T), mungkin berguna sebagai prediktor mortalitas pada pasien sepsis neonatus. Penanda laboratorium ini telah mengalami pengujian terbatas sebagai prediktor mortalitas pada neonatus prematur dengan sepsis.. . Tujuan: Untuk menganalisis kemampuan prediktif RDW dan rasio I/T terhadap mortalitas sepsis pada neonatus prematur.. . Metode: Studi kohort prospektif ini mencakup 42 neonatus prematur (usia kehamilan 28-36 minggu 6 hari), dengan berat lahir sesuai dengan usia kehamilan. Diagnosis sepsis ditetapkan berdasarkan skor sepsis probabel tinggi (HPS) dan sepsis probabel (PRS). Nilai RDW dan rasio I/T diperoleh pada saat diagnosis sepsis. Mortalitas neonatal didefinisikan sebagai kematian yang terjadi dalam 28 hari pertama kehidupan. Kurva operasi karakteristik penerima (ROC) digunakan untuk menganalisis hubungan antara mortalitas dan penanda laboratorium.. . Hasil: Median RDW pada neonatus prematur yang meninggal adalah 16,5% (rentang 14,0-32,7%). Ini relatif mirip dengan median nilai RDW pada neonatus prematur yang hidup (16,25%; rentang 14,6-34,3%). Analisis kurva ROC mengungkapkan area di bawah kurva (AUC) sebesar 0,541 (95%CI 0,359 hingga -0,722; P=0,656). Median rasio I/T pada neonatus prematur yang meninggal adalah 0,13 (rentang 0,03-0,22), yang mirip dengan median rasio I/T pada neonatus prematur yang hidup (0,15; rentang 0,11-8,20). Nilai AUC adalah 0,387 (95%CI 0,214 hingga -0,559; P=0,213).. . Kesimpulan: Nilai RDW dan rasio I/T tidak dapat digunakan sebagai prediktor mortalitas sepsis pada neonatus prematur.

Nilai RDW dan rasio I/T tidak dapat digunakan sebagai prediktor mortalitas sepsis pada neonatus prematur.

Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan untuk memperdalam pemahaman tentang sepsis pada neonatus prematur dan meningkatkan hasil klinis. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi kombinasi penanda biologis, seperti RDW, rasio I/T, CRP, dan procalcitonin, untuk meningkatkan akurasi diagnosis dan prediksi prognosis sepsis pada neonatus prematur. Penelitian ini dapat menggunakan desain studi kohort prospektif yang lebih besar dengan periode tindak lanjut yang lebih lama untuk menilai perubahan penanda biologis dari waktu ke waktu dan hubungannya dengan hasil klinis. Kedua, penting untuk menyelidiki peran faktor-faktor maternal dan lingkungan dalam memengaruhi risiko sepsis dan mortalitas pada neonatus prematur. Penelitian dapat mengeksplorasi dampak faktor-faktor seperti infeksi intrapartum, penggunaan antibiotik selama kehamilan, status gizi ibu, dan paparan polusi udara terhadap perkembangan sepsis dan hasil klinis pada neonatus prematur. Ketiga, penelitian lebih lanjut dapat difokuskan pada pengembangan strategi intervensi yang ditargetkan untuk mengurangi risiko sepsis dan meningkatkan hasil klinis pada neonatus prematur. Penelitian ini dapat mengeksplorasi efektivitas intervensi seperti pemberian kortikosteroid antenatal, protokol pencegahan infeksi yang ditingkatkan, dan pemberian nutrisi dini untuk mengurangi risiko sepsis dan meningkatkan hasil klinis pada neonatus prematur.

  1. DOI Name 10.14744 Values. name values index type timestamp data serv crossref desc kare publishing email... doi.org/10.14744DOI Name 10 14744 Values name values index type timestamp data serv crossref desc kare publishing email doi 10 14744
  2. Hubungan antara Red Cell Distribution Width dan Kejadian Sepsis Neonatorum Bayi Prematur | Warouw | Sari... saripediatri.org/index.php/sari-pediatri/article/view/1650Hubungan antara Red Cell Distribution Width dan Kejadian Sepsis Neonatorum Bayi Prematur Warouw Sari saripediatri index php sari pediatri article view 1650
  3. Risk Factors for Neonatal Sepsis and Method for Reduction of Blood Culture Contamination | Malawi Medical... doi.org/10.4314/mmj.v27i1.6Risk Factors for Neonatal Sepsis and Method for Reduction of Blood Culture Contamination Malawi Medical doi 10 4314 mmj v27i1 6
Read online
File size224.55 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test