STIDNATSIRSTIDNATSIR

Jurnal Bina Ummat: Membina dan Membentengi UmmatJurnal Bina Ummat: Membina dan Membentengi Ummat

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengkaji pemahaman pandangan Muhammadiyah terhadap gerakan Feminisme di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Muhammadiyah menyetujui kehadiran adanya gerakan atau faham feminisme itu sendiri, Aisiyah sebagai gerakan perempuan dalam Muhammadiyah sebagai pijakan dasar terkait kesetaraan laki-laki dan perempuan, bukan lagi hanya sekedar organisasi tetapi sudah mempertegas perannya terkait isu-isu perempuan kontemporer seperti perdagangan perempuan, kekerasan dalam rumah tangga, seksualitas, hingga kepemimpinan perempuan. Dalam kondisi saat ini, gerakan perempuan Aisyiyah masih sangat diperlukan dan berkembang di Indonesia, dengan melihat tantangan dan kondisi sosial-politik saat ini. Berbagai permasalahan yang dihadapi oleh perempuan Indonesia saat ini semakin beragam seperti ketidakadilan dan eksploitasiperbedaan hak dan kewajiban serta perbedaan peran antara laki-laki dan perempuan dalam islam tidak dianggap sebagai sesuatu yang diskriminatif melainkan sesuatu yang fungsional dan saling melengkapi, karena perbedaan tersebut tidak mempunyai implikasi esensi dan substansi masing-masing makhluk dan hamba Allah SWT. Namun demikian pernyataan untuk mengungkapkan pandangan Muhammadiyah terhadap kedudukan perempuan dalam islam.

Dari penjelasan yang sudah diuraikan diatas bahwa laki-laki dan perempuan diberikan pada peluang yang sama untuk sama-sama berperan dalam segala hal seperti sosial, ekonomi, politik dan sebagainya begitu juga dalam peran rumah tangga.Walaupun perempuan juga memiliki peran publik juga harus mempertimbangkan kodrat biologis-fisiologis sebagai perempuan, seperti halnya perannya sebagai istri dan seorang ibu dari anak-anaknya dan tetap mengikuti aturan syariah.Dapat disimpulkan bahwa Muhammadiyah menyetujui kehadiran adanya gerakan atau faham feminisme itu sendiri, perbedaan hak dan kewajiban serta perbedaan peran antara laki-laki dan perempuan dalam islam tidak dianggap sebagai sesuatu yang diskriminatif melainkan sesuatu yang fungsional dan saling melengkapi, karena perbedaan tersebut tidak mempunyai implikasi esensi dan substansi masing-masing makhluk dan hamba Allah SWT.Namun demikian pernyataan tersebut cukup untuk mengungkapkan pandangan Muhammadiyah terhadap kedudukan perempuan dalam islam.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang peran organisasi perempuan Aisyiyah dalam pemberdayaan perempuan di Indonesia, terutama dalam konteks kesetaraan gender dan pemberantasan kekerasan terhadap perempuan. Selain itu, penelitian juga dapat dilakukan untuk mengeksplorasi lebih lanjut tentang pandangan Muhammadiyah terhadap isu-isu kontemporer terkait perempuan, seperti perdagangan perempuan, kekerasan dalam rumah tangga, dan kepemimpinan perempuan. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang lebih mendalam dalam memahami dan mengadvokasi hak-hak perempuan di Indonesia.

  1. IDENTIFIKASI STEREOTIP GENDER MAHASISWA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA: MENUJU PENERAPAN PENDIDIKAN... doi.org/10.23917/jpis.v32i2.21610IDENTIFIKASI STEREOTIP GENDER MAHASISWA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA MENUJU PENERAPAN PENDIDIKAN doi 10 23917 jpis v32i2 21610
  2. FEMINISME MENURUT PANDANGAN MUHAMMADIYAH | Jurnal Bina Ummat: Membina dan Membentengi Ummat. feminisme... doi.org/10.38214/jurnalbinaummatstidnatsir.v7i1.247FEMINISME MENURUT PANDANGAN MUHAMMADIYAH Jurnal Bina Ummat Membina dan Membentengi Ummat feminisme doi 10 38214 jurnalbinaummatstidnatsir v7i1 247
Read online
File size279.2 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test