POLNAMPOLNAM

Journal AgregateJournal Agregate

Kota Ambon merupakan salah satu kota di Maluku yang juga merupakan salah satu daerah rawan gempa yang dimana tergolong dalam zona gempa 5. Beberapa struktur atas bangunan RTMC Polda Maluku pada realisasi pekerjaan dilapangan tidak sesuai hasil perencanaan. Tujuan penelitian yaitu untuk menghasilkan nilai displacement dan memperoleh kinerja struktur atas bangunan RTMC Polda Maluku terhadap gaya gempa setelah dianalisis dengan analisis static non-liniear dengan bantuan SAP2000 v.22. Penelitian menunjukan perpindahan antar lantai masih aman dikarenakan tidak melewati batas izin 30 mm dimanan displacment terbesar arah-x terjadi akibat gempa dinamik (DX) pada lantai atap yaitu sebesar 10,443 mm, kemudian perpindahan terbesar untuk arah-y terjadi akibat beban akibat gempa dinamik (DY) pada lantai atap yaitu sebesar 28,514 mm. Evaluasi kinerja untuk arah XZ masih dalam keadaan aman dikarenakan pada skema distribusi sendi plastis tidak memperlihatkan komponen struktur yang melewati Immediate Occupany (IO), dan terjadi strong column weak beam apabila diperbesar step pembebanan, hal ini ditandai dengan tidak ada elemen kolom yang mencapai kinerja IO. Kinerja komponen struktur arah YZ masih dalam keadaan aman dikarenakan pada skema distribusi sendi plastis tidak memperlihatkan komponen struktur yang melewati kinerja IO dan terjadi strong column weak beam apabila diperbesar step pembebanan.

Perpindahan antar lantai pada bangunan RTMC Polda Maluku akibat gempa statik ekuivalen maupun dinamik respon spektrum, baik arah X maupun Y, berada dalam batas aman karena tidak melebihi simpangan izin 30 mm.Evaluasi kinerja struktur menunjukkan bahwa untuk kedua arah (XZ dan YZ), meskipun perpindahan maksimum (δmax) melampaui target perpindahan (δt), tidak ada komponen struktur yang melewati batas kinerja Immediate Occupancy (IO) berdasarkan skema distribusi sendi plastis.Dengan demikian, bangunan ini masih dalam kondisi aman untuk operasional pascagempa, dengan kerusakan keseluruhan yang diperkirakan hanya ringan atau minor.

Mengingat hasil analisis kinerja struktural bangunan RTMC Polda Maluku yang menunjukkan kondisi aman terhadap gempa saat ini, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang sangat menjanjikan untuk memperkaya pemahaman kita mengenai perilaku seismik bangunan di daerah rawan gempa seperti Ambon. Pertama, penting untuk melakukan studi komparatif yang mendalam mengenai bagaimana filosofi desain berbasis kinerja yang berbeda, misalnya antara standar FEMA 356 yang sudah digunakan dan panduan ATC-40, dapat memengaruhi prediksi respons struktural serta identifikasi kebutuhan perkuatan. Penelitian ini dapat mengevaluasi implikasi dari masing-masing pedoman terhadap distribusi sendi plastis dan mekanisme keruntuhan yang mungkin terjadi, terutama dalam konteks perilaku balok lemah-kolom kuat yang teridentifikasi. Kedua, untuk mendapatkan gambaran yang lebih akurat dan dinamis, penelitian dapat diperluas dengan mengintegrasikan analisis riwayat waktu non-linear, yang secara simultan mempertimbangkan efek interaksi tanah-struktur (SSI). Dengan demikian, dapat diselidiki sejauh mana pertimbangan SSI dan sifat dinamis beban gempa akan mengubah pola perpindahan lantai dan distribusi kerusakan sendi plastis dibandingkan dengan model statik non-linear saat ini, khususnya mengingat kondisi tanah sedang di lokasi. Terakhir, berdasarkan potensi adanya perbedaan antara desain dan realisasi lapangan, sangat relevan untuk mengeksplorasi secara teoritis dan simulasi mengenai efektivitas berbagai strategi perkuatan atau retrofit struktural. Misalnya, pengujian penambahan dinding geser atau sistem peredam energi baru, untuk meningkatkan resiliensi bangunan terhadap gempa yang lebih kuat di masa depan, sekaligus memitigasi potensi kerugian struktural yang lebih besar.

Read online
File size796.45 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test