UNPAMUNPAM

Jurnal Ilmiah Teknik KimiaJurnal Ilmiah Teknik Kimia

Buah naga (Hylocereus polyrhizus) afkir kaya senyawa antosianin yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan tambahan dalam formula sabun cair sehingga meningkatkan mutu sabun sebagai antioksidan yang melindungi kulit dari pengaruh sinar matahari dan polusi. Tujuan penelitian yang telah dilakukan adalah untuk menentukan massa ekstrak buah naga afkir yang menghasilkan sabun cair dengan stabilitas pH dan busa tertinggi serta nilai viskositas terbaik. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) berpola faktorial dengan variabel bebas berupa konsentrasi ekstrak buah naga afkir dengan empat taraf perlakuan yaitu 0; 1,5; 3; dan 4,5 gram ekstrak per 250 gram formula sabun serta waktu penyimpanan yang terdiri empat taraf yaitu 0, 7, 14, dan 21 hari. Formula sabun cair terbaik diperoleh pada penggunaan konsentrasi ekstrak buah naga afkir 1,5 gram per 250 gram formula sabun (formula SW1) dengan nilai stabilitas busa lebih dari 90% hingga penyimpanan 21 hari. Formula SW1 juga memiliki pH yang stabil selama penyimpanan, yaitu pada kisaran pH 7 – 9. Nilai viskositas formula SW1 mencapai 13,25 N/m2 dengan nilai alkali bebas 2,48%. Formula SW1 dengan kadar ekstrak buah naga afkir 1,5 gram per 250 gram formula sabun dapat dikembangkan sebagai formula baru untuk pembuatan sabun cair yang kaya akan senyawa antioksidan.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa senyawa antosianin dalam ekstrak etanol buah naga merah afkir mempengaruhi stabilitas pH dan viskositas sabun cair.Penambahan senyawa antosianin dalam sabun cair dapat menambah nilai guna dari sabun cair.Sabun cair dengan tingkat stabilitas busa tertinggi diperoleh dengan penggunaan konsentrasi ekstrak etanol buah naga merah afkir 1,5 gram per 250 gram massa total formula sabun dengan nilai stabilitas busa hingga hari ke-21 adalah 90,41%.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengoptimalkan formula sabun cair dengan variasi jenis surfaktan dan konsentrasi gliserin untuk meningkatkan stabilitas busa dan menurunkan kadar alkali bebas agar memenuhi standar SNI. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengujian efektivitas sabun cair dengan formula optimal dalam menghilangkan kotoran dan bakteri pada kulit, serta menguji keamanan penggunaannya melalui uji iritasi kulit. Ketiga, studi lebih mendalam mengenai mekanisme antioksidan dari ekstrak buah naga merah afkir dalam melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal bebas perlu dilakukan, termasuk identifikasi senyawa antosianin spesifik yang berperan aktif dan pengaruhnya terhadap kesehatan kulit. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan produk sabun cair yang lebih berkualitas, aman, dan efektif, serta memberikan nilai tambah bagi pemanfaatan limbah buah naga merah.

  1. Pembuatan Sabun Cairan Mengandung Susu Sapi dari Usaha Kecil Menengah di Kota Cimahi | Sutarna | Indonesian... jurnal.unpad.ac.id/ijpst/article/view/28901Pembuatan Sabun Cairan Mengandung Susu Sapi dari Usaha Kecil Menengah di Kota Cimahi Sutarna Indonesian jurnal unpad ac ijpst article view 28901
  2. FORMULASI SEDIAAN SABUN CAIR KOMBINASI EKSTRAK ETANOL DAUN KERSEN (Muntingia calabura L.) DAN DAUN KEMANGI... doi.org/10.35799/pha.9.2020.30025FORMULASI SEDIAAN SABUN CAIR KOMBINASI EKSTRAK ETANOL DAUN KERSEN Muntingia calabura L DAN DAUN KEMANGI doi 10 35799 pha 9 2020 30025
  3. KARAKTERISTIK DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SABUN PADAT DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK KULIT BUAH NAGA (Hylocereus... doi.org/10.26740/icaj.v3n1.p14-23KARAKTERISTIK DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SABUN PADAT DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK KULIT BUAH NAGA Hylocereus doi 10 26740 icaj v3n1 p14 23
Read online
File size266.25 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test