UNMUNM
Phonologie : Journal of Language and LiteraturePhonologie : Journal of Language and LiteratureTujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki efektivitas penggunaan media Mentimeter dalam pembelajaran berbicara bahasa Jerman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuasi-eksperimen yang melibatkan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Media Mentimeter diterapkan pada kelompok eksperimen selama lima pertemuan. Kinerja siswa diukur sebelum dan sesudah pelaksanaan proses pembelajaran. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial. Statistik deskriptif digunakan untuk menggambarkan dan mengkategorikan tingkat kinerja siswa, sedangkan statistik inferensial digunakan untuk mengetahui pengaruh signifikan media Mentimeter terhadap kinerja siswa. Hasil menunjukkan bahwa nilai signifikansi kelas eksperimen adalah 0,00. Hal ini membuktikan bahwa media Mentimeter efektif dalam meningkatkan kinerja siswa karena nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05.
Keterampilan berbicara merupakan salah satu aspek sulit dalam pembelajaran bahasa Jerman, terlihat dari skor pretest siswa yang sebagian besar termasuk kategori rendah atau tidak lulus.Namun, setelah penerapan media pembelajaran Mentimeter pada kelas eksperimen, media ini terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Jerman siswa secara signifikan.Hasil uji statistik menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor sebesar 9,03, sehingga media Mentimeter dapat menjadi alternatif efektif bagi guru dalam pembelajaran berbicara bahasa Jerman.
Pertama, perlu diteliti dampak jangka panjang penggunaan Mentimeter terhadap retensi keterampilan berbicara bahasa Jerman, apakah peningkatan yang terjadi bersifat sementara atau tetap terjaga dalam jangka waktu lama setelah pembelajaran selesai. Kedua, perlu dikaji efektivitas kombinasi media Mentimeter dengan metode pembelajaran lain seperti role-play atau simulasi percakapan secara daring, untuk mengetahui apakah integrasi tersebut dapat lebih meningkatkan kepercayaan diri dan kelancaran berbicara siswa. Ketiga, sebaiknya dilakukan penelitian komparatif tentang penggunaan Mentimeter di berbagai tingkat kemampuan siswa, misalnya pemula, menengah, dan mahir, untuk memahami sejauh mana media ini sesuai untuk masing-masing kelompok dan bagaimana strategi adaptasinya agar tetap optimal. Penelitian-penelitian ini dapat memberikan gambaran lebih komprehensif tentang peran teknologi interaktif dalam pembelajaran bahasa asing. Selain itu, pertanyaan baru dapat diajukan mengenai pengaruh penggunaan smartphone pribadi melalui Mentimeter terhadap motivasi belajar mandiri di luar kelas. Penelitian lanjutan juga bisa mengeksplorasi bagaimana fitur khusus dalam Mentimeter, seperti word cloud atau polling langsung, berkontribusi terhadap aspek-aspek spesifik keterampilan berbicara seperti kelancaran, akurasi, atau keberanian berbicara. Integrasi analisis kualitatif seperti wawancara mendalam dapat melengkapi data kuantitatif untuk memahami persepsi siswa secara lebih mendalam. Fokus pada konteks budaya target juga bisa dikembangkan, seperti bagaimana media ini membantu siswa memahami konteks sosial dalam percakapan bahasa Jerman. Dengan demikian, penelitian lebih lanjut tidak hanya mengukur efektivitas, tetapi juga memperdalam pemahaman tentang bagaimana teknologi mendukung pembelajaran bahasa secara holistik.
- Strategi Pembelajaran Giving Question and Getting Answer (GQGA) dalam Keterampilan Berbicara | Arifah... doi.org/10.26858/phonologie.v4i1.43180Strategi Pembelajaran Giving Question and Getting Answer GQGA dalam Keterampilan Berbicara Arifah doi 10 26858 phonologie v4i1 43180
- PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBAHASA PRODUKTIF MELALUI MODEL PEMBELAJARAN MULTILITERASI PADA MAHASISWA... doi.org/10.30598/arbitrervol3no1hlm405-422PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBAHASA PRODUKTIF MELALUI MODEL PEMBELAJARAN MULTILITERASI PADA MAHASISWA doi 10 30598 arbitrervol3no1hlm405 422
- Metode Diskusi Kelompok Tipe Jigsaw dalam Keterampilan Berbicara Bahasa Jerman | Hidayah | Phonologie... ojs.unm.ac.id/phonologie/article/view/38990Metode Diskusi Kelompok Tipe Jigsaw dalam Keterampilan Berbicara Bahasa Jerman Hidayah Phonologie ojs unm ac phonologie article view 38990
- Permainan Uno Stacko dalam Keterampilan Berbicara Bahasa Jerman | Mardiana | Phonologie : Journal of... doi.org/10.26858/phonologie.v3i2.43802Permainan Uno Stacko dalam Keterampilan Berbicara Bahasa Jerman Mardiana Phonologie Journal of doi 10 26858 phonologie v3i2 43802
| File size | 220.12 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
UNESAUNESA Uji normalitas (P > 0,05) dan homogenitas (P > 0,05) terpenuhi. Nilai post-test dan proyek pada kelas eksperimen (rata-rata 82,6) secara signifikan lebihUji normalitas (P > 0,05) dan homogenitas (P > 0,05) terpenuhi. Nilai post-test dan proyek pada kelas eksperimen (rata-rata 82,6) secara signifikan lebih
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Implikasi praktis dari e-modul interaktif berbasis PjBL dapat diimplementasikan sebagai alternatif sumber belajar digital yang mendukung pembelajaran aktif,Implikasi praktis dari e-modul interaktif berbasis PjBL dapat diimplementasikan sebagai alternatif sumber belajar digital yang mendukung pembelajaran aktif,
AFEKSIAFEKSI Rendahnya capaian hasil belajar siswa pada materi Wujud Zat dan Perubahannya disebabkan oleh penggunaan pembelajaran konvensional yang kurang sesuai denganRendahnya capaian hasil belajar siswa pada materi Wujud Zat dan Perubahannya disebabkan oleh penggunaan pembelajaran konvensional yang kurang sesuai dengan
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Analisis statistik menguatkan hipotesis alternatif (Ha) dengan nilai t hitung 3,214 > t tabel 2,045, sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan GBL KahootAnalisis statistik menguatkan hipotesis alternatif (Ha) dengan nilai t hitung 3,214 > t tabel 2,045, sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan GBL Kahoot
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Kebutuhan akan kompetensi 4C sangat penting di era revolusi industri 4. 0 dan society 5. Keterampilan tersebut sangat mungkin untuk diberdayakan secaraKebutuhan akan kompetensi 4C sangat penting di era revolusi industri 4. 0 dan society 5. Keterampilan tersebut sangat mungkin untuk diberdayakan secara
UNDHIRA BALIUNDHIRA BALI 7 dengan kriteria sedang sebesar 0,56 dengan kriteria presentase cukup efektif. Berdasarkan hasil penelitian tersebut diketahui bahwa pemanfaatan TIK di7 dengan kriteria sedang sebesar 0,56 dengan kriteria presentase cukup efektif. Berdasarkan hasil penelitian tersebut diketahui bahwa pemanfaatan TIK di
STKIP JBSTKIP JB Dari undian sampel pertama dijadikan sebagai kelas eksperimen yaitu kelas X-3 yang berjumlah 37 peserta didik dengan pembelajaran menggunakan strategiDari undian sampel pertama dijadikan sebagai kelas eksperimen yaitu kelas X-3 yang berjumlah 37 peserta didik dengan pembelajaran menggunakan strategi
UADUAD Jadi dari uji hipotesis, ditemukan bahwa nilai Sig adalah 0,00 yang < 0,05 sehingga H0 tidak diterima, dan Ha diterima. Artinya, media teka-teki silangJadi dari uji hipotesis, ditemukan bahwa nilai Sig adalah 0,00 yang < 0,05 sehingga H0 tidak diterima, dan Ha diterima. Artinya, media teka-teki silang
Useful /
UNMUNM Penyajian materi dinilai koheren, sistematis, dan memiliki alur logis yang mendukung pemahaman mahasiswa. Sebagian besar mahasiswa mencapai hasil belajarPenyajian materi dinilai koheren, sistematis, dan memiliki alur logis yang mendukung pemahaman mahasiswa. Sebagian besar mahasiswa mencapai hasil belajar
UNMUNM (dibimbing oleh Usman dan Sakaria). Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bentuk dan fungsi tindak tutur representatif dalam episode Talk Show Mata(dibimbing oleh Usman dan Sakaria). Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bentuk dan fungsi tindak tutur representatif dalam episode Talk Show Mata
RADEN FATAHRADEN FATAH Bahasa adalah suatu hal yang sangat mendasar pada setiap manusia, tidak hanya untuk komunikasi tetapi juga sebagai wadah penuntutan ilmu. Pada saat ini,Bahasa adalah suatu hal yang sangat mendasar pada setiap manusia, tidak hanya untuk komunikasi tetapi juga sebagai wadah penuntutan ilmu. Pada saat ini,
RADEN FATAHRADEN FATAH Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah peneliti menggunakan Probability Sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 135 siswa. TeknikTeknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah peneliti menggunakan Probability Sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 135 siswa. Teknik