UIGMUIGM

Global Expert: Jurnal Bahasa dan SastraGlobal Expert: Jurnal Bahasa dan Sastra

Analisis ini menyelidiki implementasi kurikulum tersembunyi dan kontribusinya dalam menanamkan nilai-nilai moral pada siswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Penelitian ini didorong oleh eksplorasi terbatas tentang bagaimana pembentukan karakter terjadi di luar instruksi formal, khususnya mengenai kesesuaian praktik tersembunyi dengan kerangka pendidikan karakter Lickona. Masalah utama yang dibahas adalah kesenjangan antara kurikulum yang direncanakan secara formal dan nilai-nilai moral yang dibentuk secara implisit melalui interaksi sehari-hari, budaya institusi, dan hubungan dosen-siswa. Studi kualitatif deskriptif ini mengumpulkan data melalui wawancara mendalam dengan dosen berpengalaman dan tinjauan literatur yang relevan. Temuan menunjukkan bahwa kurikulum tersembunyi mendukung secara signifikan pengembangan nilai-nilai moral yang ditekankan dalam kerangka Lickona, yaitu pengetahuan moral, perasaan moral, dan tindakan moral melalui permodelan, rutinitas kelas, norma-norma implisit, dan pendekatan interpersonal dosen. Lebih konkretnya, siswa menunjukkan peningkatan disiplin, tanggung jawab, empati, dan rasa hormat sebagai hasil dari praktik kurikulum tersembunyi ini. Hasil ini menunjukkan bahwa kurikulum tersembunyi berfungsi sebagai pelengkap penting bagi kurikulum formal, berkontribusi pada pembentukan karakter holistik siswa.

Kurikulum tersembunyi memainkan peran penting dalam membentuk disiplin dan karakter siswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia melalui perilaku teladan dosen, habituasi, dan pola interaksi harian yang secara tidak langsung menanamkan nilai-nilai tanggung jawab, kejujuran, literasi, etika akademik, dan sopan santun.Namun, implementasinya menghadapi hambatan seperti motivasi belajar yang beragam, minat membaca yang rendah, kurangnya partisipasi aktif, dan perlawanan terhadap kolaborasi karena nilai-nilai kolaboratif sering kali tersirat dan tidak selalu dijelaskan secara eksplisit.Hal ini menunjukkan bahwa beberapa nilai dalam kurikulum tersembunyi perlu diekspresikan dengan lebih jelas agar dapat dipahami oleh siswa.Dengan peran model dosen yang konsisten dan implementasi berkelanjutan sesuai kerangka pendidikan karakter Lickona, yaitu pengetahuan moral, perasaan moral, dan tindakan moral, kurikulum tersembunyi tetap menjadi elemen penting yang melengkapi kurikulum formal dalam memperkuat pembentukan karakter dan moral di pendidikan tinggi.

Saran penelitian lanjutan yang diusulkan adalah: (1) Menganalisis lebih lanjut bagaimana kurikulum tersembunyi dapat diintegrasikan dengan lebih efektif ke dalam kurikulum formal untuk memperkuat pembentukan karakter dan moral di pendidikan tinggi. (2) Meneliti strategi-strategi konkret yang dapat digunakan oleh dosen untuk mengkomunikasikan nilai-nilai kolaboratif secara eksplisit kepada siswa, sehingga meningkatkan pemahaman dan partisipasi mereka dalam aktivitas kolaboratif. (3) Mengembangkan metode-metode inovatif untuk memantau dan mengevaluasi perkembangan karakter siswa secara holistik, termasuk aspek-aspek emosional dan perilaku, serta mengidentifikasi strategi-strategi yang efektif untuk mengatasi hambatan-hambatan dalam pembentukan karakter.

Read online
File size867.67 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test