ISI DPSISI DPS
Lekesan: Interdisciplinary Journal of Asia Pacific ArtsLekesan: Interdisciplinary Journal of Asia Pacific ArtsPenelitian ini menyelidiki nilai filosofis dan simbolis Bedawang Nala dalam seni arsitektur Bali dan pengembangan narasinya dalam film fiksi berdasarkan mitologi Hindu. Bedawang Nala, digambarkan sebagai kura-kura raksasa berambut api bersama naga Anantabhoga dan Basuki, merefleksikan keseimbangan kosmik dan harmoni alam dalam Tri Hita Karana. Penelitian kualitatif ini menggunakan perspektif interdisipliner yang melibatkan pandangan studi budaya dan kreativitas pembuatan seni film. Data diperoleh melalui wawancara mendalam untuk mengeksplorasi makna dan koneksi konsep Bedawang Nala dengan tema lingkungan, observasi audiovisual arsitektur tradisional Bali, dan studi literatur tentang Bedawang Nala dan isu ekologis. Data dianalisis menggunakan teknik interpretasi transkrip wawancara untuk mengidentifikasi tema utama terkait nilai filosofis dan simbolis Bedawang Nala, analisis audiovisual, dan sintesis literatur yang menghubungkan temuan dari wawancara dan observasi dengan diskusi terkini tentang pendidikan ekologi. Temuan menunjukkan bahwa mitologi Bedawang Nala bukan hanya hiasan estetika tetapi memiliki nilai edukatif yang relevan dengan isu lingkungan kontemporer. Pengembangan narasi film fiksi berdasarkan mitologi ini dapat menjadi alat refleksi akademik dan budaya yang efektif, menguatkan kesadaran ekologi dalam masyarakat. Penelitian ini menyarankan pembuatan dan evaluasi film berdasarkan Bedawang Nala serta penjelajahan mitologi lokal lainnya untuk meningkatkan dampak edukatif dan kesadaran lingkungan melalui media film.
Penelitian ini menganalisis nilai filosofis dan simbolis Bedawang Nala dalam arsitektur Bali dan pengembangan narasinya dalam film fiksi berdasarkan mitologi Hindu.Bedawang Nala, sebuah ornamen kura-kura raksasa berambut api bersama naga Anantabhoga dan Basuki, merefleksikan keseimbangan kosmik dan harmoni alam dalam Tri Hita Karana.Penelitian ini menunjukkan bahwa mitologi Bedawang Nala bukan hanya hiasan estetika tetapi memiliki nilai edukatif yang relevan dengan isu lingkungan kontemporer.Film fiksi dapat menggunakan Bedawang Nala sebagai narasi kuat yang menggabungkan unsur naratif dan sinematik untuk menyampaikan pentingnya kesadaran lingkungan.Penelitian ini juga menemukan bahwa mitologi Bedawang Nala, yang berasal dari literatur Hindu Bali seperti Lontar Bedawang Nala dan Catur Wariga Winasasari, tidak hanya berpengaruh dalam bidang filsafat dan arsitektur tetapi juga menjadi sumber inspirasi berharga untuk seni film.Studi ini menunjukkan potensi besar dalam mengintegrasikan mitologi lokal seperti Bedawang Nala dalam pendidikan lingkungan.Film yang mengintegrasikan mitologi dapat menyampaikan pesan perlindungan lingkungan secara lebih efektif kepada masyarakat luas.Hal ini dapat menguatkan kesadaran lingkungan, mendorong tindakan proaktif dari penonton, dan berkontribusi signifikan dalam literatur studi film dan mitologi.Penelitian ini membuka peluang untuk mengeksplorasi cara-cara lain dalam memperkaya narasi film dengan mitologi lokal dan meningkatkan dampaknya.Dengan memanfaatkan teknologi digital dan media interaktif seperti realitas augmented, film berbasis mitologi dapat menjangkau audiens yang lebih luas dan meningkatkan efektivitasnya dalam pendidikan lingkungan.
Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengembangkan dan mengevaluasi film berbasis Bedawang Nala untuk mengukur dampaknya terhadap kesadaran lingkungan. Metode evaluasi dapat mencakup survei penonton, studi kasus, dan analisis dampak jangka panjang. Selain itu, perlu dilakukan penjelajahan mitologi lokal lainnya di Indonesia yang dapat menjadi dasar narasi film dan dilakukan studi komparatif untuk menilai efektivitas berbagai mitologi dalam pendidikan lingkungan. Penggunaan teknologi digital dan media interaktif, seperti realitas augmented dan aplikasi edukasi, juga perlu diteliti untuk memperluas jangkauan dan pengaruh film berbasis mitologi. Penelitian masa depan dapat berkontribusi pada pengembangan studi film dan media interaktif serta memperkuat pemahaman tentang bagaimana mitologi lokal dapat menjadi alat praktis untuk pendidikan lingkungan.
| File size | 548.28 KB |
| Pages | 14 |
| DMCA | Report |
Related /
ISBIISBI Djokopekik memiliki pengalaman mendapatkan perlakuan kekerasan secara fisik maupun batin, dan mampu mengelola trauma-traumanya itu menjadi energi yangDjokopekik memiliki pengalaman mendapatkan perlakuan kekerasan secara fisik maupun batin, dan mampu mengelola trauma-traumanya itu menjadi energi yang
KPUKPU Penelitian ini menggunakan metode pendekatan studi literatur dan komparatif, menganalisis dokumen hukum, laporan kelembagaan, dan studi kasus peraturanPenelitian ini menggunakan metode pendekatan studi literatur dan komparatif, menganalisis dokumen hukum, laporan kelembagaan, dan studi kasus peraturan
STKIPAHSINGARAJASTKIPAHSINGARAJA Studi yang dilakukan dengan pendekatan penelitian fenomenologis ini melibatkan tujuh peserta yang terdaftar dalam program Teaching Campus di UniversitasStudi yang dilakukan dengan pendekatan penelitian fenomenologis ini melibatkan tujuh peserta yang terdaftar dalam program Teaching Campus di Universitas
STKIPAHSINGARAJASTKIPAHSINGARAJA Penelitian ini menganalisis penggunaan media sosial bagi siswa EFL untuk belajar bahasa Inggris di era di mana semua orang sudah akrab dengan internet.Penelitian ini menganalisis penggunaan media sosial bagi siswa EFL untuk belajar bahasa Inggris di era di mana semua orang sudah akrab dengan internet.
ISBIISBI Ajaran Tri Hita Karana terdapat parhayangan yang di mana hubungan manusia dengan Tuhan, palemahan hubungan manusia dengan manusia, dan pawongan hubunganAjaran Tri Hita Karana terdapat parhayangan yang di mana hubungan manusia dengan Tuhan, palemahan hubungan manusia dengan manusia, dan pawongan hubungan
MAHADEWAMAHADEWA Metode yang digunakan adalah rancangan acak lengkap yang terdiri dari 3 perlakuan dan tujuh ulangan, perlakuan diberikan dalam air minum dengan masing-masingMetode yang digunakan adalah rancangan acak lengkap yang terdiri dari 3 perlakuan dan tujuh ulangan, perlakuan diberikan dalam air minum dengan masing-masing
MAHADEWAMAHADEWA Best practice ini merupakan hasil karya yang dilakukan di SD Negeri 8 Mas untuk mengatasi berbagai permasalahan melalui penerapan manajemen keterlibatanBest practice ini merupakan hasil karya yang dilakukan di SD Negeri 8 Mas untuk mengatasi berbagai permasalahan melalui penerapan manajemen keterlibatan
METROMETRO Selain itu, perlu diteliti bagaimana narasi keagamaan yang disampaikan ulama di desa-desa sekitar perkebunan kelapa sawit memengaruhi sikap masyarakatSelain itu, perlu diteliti bagaimana narasi keagamaan yang disampaikan ulama di desa-desa sekitar perkebunan kelapa sawit memengaruhi sikap masyarakat
Useful /
RCSDEVELOPMENTRCSDEVELOPMENT Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta, dengan skor pre-test 24% meningkat menjadi 96% pada post-test. Sebanyak 95% pesertaHasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta, dengan skor pre-test 24% meningkat menjadi 96% pada post-test. Sebanyak 95% peserta
RCSDEVELOPMENTRCSDEVELOPMENT Hasil evaluasi menunjukkan adanya efektivitas program dalam meningkatkan pemahaman, persepsi manfaat serta kemudahan akses inklusi keuangan. Namun demikian,Hasil evaluasi menunjukkan adanya efektivitas program dalam meningkatkan pemahaman, persepsi manfaat serta kemudahan akses inklusi keuangan. Namun demikian,
MAHADEWAMAHADEWA Sampel dalam penelitian sebanyak 40 orang. Metode pengumpulan data berupa angket percaya diri. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisisSampel dalam penelitian sebanyak 40 orang. Metode pengumpulan data berupa angket percaya diri. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis
MAHADEWAMAHADEWA Oleh karena itu interactive notebooks dapat diterapkan pada mata pelajaran lain. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa (1) ada peningkatanOleh karena itu interactive notebooks dapat diterapkan pada mata pelajaran lain. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa (1) ada peningkatan