JOURNALKEBERLANJUTANJOURNALKEBERLANJUTAN

International Journal of Environmental, Sustainability, and Social ScienceInternational Journal of Environmental, Sustainability, and Social Science

Bali adalah salah satu pulau yang, seiring dengan peningkatan kunjungan wisatawan, membutuhkan pengembangan berbagai fasilitas untuk memenuhi kebutuhan wisatawan saat berkunjung. Salah satunya adalah oleh-oleh. Oleh-oleh adalah aspek yang sangat penting, khususnya ketika dilihat dari perspektif Bali sebagai destinasi wisata. Penjualan oleh-oleh adalah peluang bisnis yang menjanjikan, mengingat minat dan alokasi dana wisatawan domestik untuk oleh-oleh. Dengan banyaknya pusat oleh-oleh di Bali, mulai dari tradisional hingga modern, yang menjual oleh-oleh, mereka harus bersaing dengan pesaing untuk meningkatkan sumber daya manusia dan mencapai kinerja yang baik, akhirnya mencapai tujuan perusahaan. Oleh karena itu, penting untuk melakukan penelitian untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja dan kinerja karyawan, sehingga mendukung hasil kinerja dan mencapai tujuan perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepuasan kerja dalam memediasi pengaruh lingkungan kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan di Agung Bali Oleh-Oleh di Badung Bali. Populasi penelitian ini terdiri dari semua karyawan yang bekerja di Agung Bali Oleh-Oleh, yang berlokasi di Badung, Bali. Sampel yang digunakan adalah 70 responden dari karyawan yang bekerja di Agung Bali Oleh-Oleh. Metode pengumpulan data adalah kuesioner. Teknik analisis yang digunakan untuk menjawab hipotesis adalah analisis inferensial menggunakan Partial Least Square (PLS).

Lingkungan kerja memiliki pengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kepuasan kerja di Agung Bali Oleh-Oleh.Artinya, jika lingkungan kerja karyawan memberikan rasa nyaman, maka kepuasan kerja akan meningkat, tetapi pengaruhnya tidak signifikan.Lingkungan kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan di Agung Bali Oleh-Oleh.Artinya, jika lingkungan kerja baik, kinerja karyawan akan meningkat, dan pengaruhnya signifikan.Motivasi kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja di Agung Bali Oleh-Oleh.Artinya, jika motivasi kerja karyawan tinggi, kepuasan kerja akan meningkat, dan pengaruhnya signifikan.Motivasi kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan di Agung Bali Oleh-Oleh.Artinya, jika motivasi kerja karyawan tinggi, kinerja mereka akan meningkat, dan pengaruhnya signifikan.Kepuasan kerja memiliki pengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kinerja karyawan di Agung Bali Oleh-Oleh.Artinya, jika kepuasan kerja karyawan meningkat, maka kinerja karyawan juga akan meningkat, tetapi pengaruhnya tidak signifikan.Kepuasan kerja tidak bertindak sebagai variabel mediasi antara pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan.Artinya, kepuasan kerja tidak dapat memediasi dampak lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan.Artinya, jika karyawan memiliki kepuasan kerja yang tinggi, baik lingkungan kerja yang nyaman maupun tidak nyaman tidak akan dapat meningkatkan kinerja karyawan.Kepuasan kerja tidak bertindak sebagai variabel mediasi antara pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja karyawan.Artinya, kepuasan kerja tidak dapat memediasi motivasi kerja terhadap kinerja karyawan.Artinya, jika karyawan memiliki kepuasan kerja yang tinggi dan juga motivasi yang tinggi, hal itu tidak akan dapat meningkatkan kinerja karyawan.

Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar perusahaan dapat memberikan lingkungan kerja yang nyaman bagi karyawan, sehingga mereka dapat bekerja lebih efektif. Khususnya untuk indikator dengan nilai rendah, seperti hubungan yang baik dengan rekan kerja dan perasaan memiliki status yang sama di tempat kerja, perusahaan atau pemimpin harus adil dalam memberikan status yang sama kepada setiap karyawan di tempat kerja agar tidak menimbulkan iri hati antara karyawan yang dapat menyebabkan hubungan yang tegang. Hal ini dapat berdampak negatif baik terhadap kepuasan kerja maupun kinerja karyawan. Pada variabel motivasi kerja, perusahaan atau pemimpin harus mampu memberikan dorongan motivasi kepada karyawan, sehingga mereka menjadi lebih aktif dalam bekerja. Berdasarkan indikator yang masih memiliki nilai di bawah rata-rata, seperti mengikuti aturan di tempat kerja, berusaha untuk meningkatkan diri, berusaha mengembangkan keterampilan sesuai dengan tujuan perusahaan, dan berusaha memberikan hasil kerja yang baik untuk perusahaan. Memotivasi karyawan dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti memberikan penghargaan kepada karyawan yang mencapai hasil kinerja yang baik atau memberikan promosi sebagai penghargaan. Pendekatan ini dapat meningkatkan motivasi karyawan untuk bekerja, yang pada akhirnya akan berdampak pada hasil kinerja mereka. Pada variabel kepuasan kerja, perusahaan atau pemimpin harus mampu mengetahui apakah karyawan merasa puas dengan pekerjaan mereka atau tidak. Berdasarkan indikator yang memiliki nilai di bawah rata-rata, seperti saya puas dengan arah dan bimbingan yang diberikan pemimpin untuk meningkatkan pekerjaan saya, saya senang dengan hubungan yang baik dengan rekan kerja saya, dan saya puas dengan kondisi kerja saat ini. Perusahaan atau pemimpin harus mampu memberikan arah dan bimbingan kepada karyawan, menciptakan suasana kerja yang nyaman, mendukung fasilitas, dan rekan tim yang tepat. Hal ini akan memungkinkan karyawan untuk bekerja lebih efektif, meningkatkan kepuasan karyawan, yang pada gilirannya akan berdampak positif pada kinerja karyawan. Pada variabel kinerja karyawan, berdasarkan indikator yang masih di bawah rata-rata, seperti saya mampu melakukan pekerjaan dengan hasil yang baik, bekerja secara efektif dengan tim, dan menunjukkan komitmen untuk bekerja dengan baik. Perusahaan atau pemimpin harus selalu memantau hasil kerja karyawan untuk mencapai hasil maksimal dan memberikan pemahaman yang jelas kepada karyawan, sehingga mereka dapat menyelesaikan tugas mereka secara efektif. Hal ini akan menumbuhkan rasa komitmen yang tinggi di antara karyawan, membuat mereka bertanggung jawab atas hasil kerja mereka. Penelitian selanjutnya dapat memperluas penelitian ini dengan memasukkan faktor-faktor selain lingkungan kerja dan motivasi kerja yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan dan kepuasan kerja. Variabel seperti stres kerja, kepemimpinan pelayan, beban kerja, dan karakteristik pekerjaan dapat dieksplorasi untuk mengidentifikasi faktor-faktor tambahan yang mempengaruhi kinerja karyawan melalui kepuasan kerja. Juga disarankan agar peneliti selanjutnya memperluas cakupan penelitian untuk memberikan pandangan yang lebih luas, sehingga hasilnya dapat digeneralisasi.

  1. Social Exchange Theory: An Interdisciplinary Review - Russell Cropanzano, Marie S. Mitchell, 2005. social... journals.sagepub.com/doi/10.1177/0149206305279602Social Exchange Theory An Interdisciplinary Review Russell Cropanzano Marie S Mitchell 2005 social journals sagepub doi 10 1177 0149206305279602
  2. PENGARUH LINGKUNGAN KERJA FISIK DAN NON FISIK TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN... doi.org/10.25157/jmr.v1i2.701PENGARUH LINGKUNGAN KERJA FISIK DAN NON FISIK TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN doi 10 25157 jmr v1i2 701
  3. PENGARUH MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN MELALUI KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL MEDIA PADA... doi.org/10.22437/jmk.v11i01.17270PENGARUH MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN MELALUI KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL MEDIA PADA doi 10 22437 jmk v11i01 17270
  4. ANALISIS PENGARUH LINGKUNGAN KERJA, KEPEMIMPINAN DAN KOMPENSASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI MELALUI KEPUASAN... ema-jurnal.unmerpas.ac.id/index.php/ekonomi/article/view/61ANALISIS PENGARUH LINGKUNGAN KERJA KEPEMIMPINAN DAN KOMPENSASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI MELALUI KEPUASAN ema jurnal unmerpas ac index php ekonomi article view 61
  5. OSF. osf doi.org/10.31219/osf.io/x3j64OSF osf doi 10 31219 osf io x3j64
Read online
File size376.29 KB
Pages21
DMCAReport

Related /

ads-block-test