UNWIDHAUNWIDHA
WIDYA DIDAKTIKA - Jurnal Ilmiah KependidikanWIDYA DIDAKTIKA - Jurnal Ilmiah KependidikanKetika pembelajaran bangun ruang, siswa lebih banyak menyimak penjelasan dari gurunya sehingga pembelajaran menjadi kurang interaktif. Pembelajaran ini tidak dapat menumbuhkan karakter matematis siswa dan kemampuan pemecahan permasalahan matematika. Model pembelajaran TGT menjadi salah satu alternatif untuk menumbuhkan karakter matematis siswa dan kemampuan pemecahan permasalahan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan dua siklus yang bertujuan untuk meningkatkan karakter matematis siswa dan kemampuan pemecahan matematika siswa.
Tindakan TGT dengan cerdas cermat berkelompok yang diberikan kepada siswa SMPN 4 Klaten mampu meningkatkan karakter dan kemampuan pemecahan masalah pada setiap tindakan.Sebelum menerapkan model TGT dengan cerdas cermat berkelompok, karakter dan kemampuan pemecahan masalah siswa masih tergolong cukup rendah.Hasil ini terlihat dari pretest kemampuan awal pemecahan matematika menunjukkan bahwa hanya 3% siswa mencapai ketuntasan dalam memecahkan permasalahan matematika pada materi bangun ruang.Setelah diberikan tindakan, karakter dan kemampuan pemecahan masalah meningkat.Karakter siswa pada tindakan 1 yaitu 59% siswa memiliki karakter dengan kategori kurang.Pada tindakan 2, karakter siswa meningkat menjadi 74% siswa memiliki karakter dengan kategori baik.Begitu pula, kemampuan pemecahan masalah pada tindakan 1, sebanyak 66% siswa mengalami ketuntasan.Pada tindakan 2, kemampuan pemecahan masalah meningkat menjadi 84% siswa mengalami ketuntasan.Hasil ini menunjukkan bahwa model TGT berkelompok dengan cerdas cermat mampu meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa pada topik bangun ruang.
Untuk memaksimalkan efektivitas penerapan model TGT dengan cerdas cermat berkelompok, peneliti ini memberikan saran: (1) dapat mengembangkan model TGT dalam pembelajaran agar siswa dapat berkembang lagi dalam belajar, (2) bagi siswa, mampu menerapkan karakter yang telah dimiliki dalam kehidupan sehari-hari, dan (3) bagi peneliti selanjutnya, dapat mengembangkan dan meneliti lebih lanjut serta dapat digunakan sebagai pedoman dalam melaksanakan penelitian berikutnya.
| File size | 545.89 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
USIUSI Oleh karena itu, integrasi metode apresiasi, kreasi, dan refleksi puisi secara sistematis perlu dioptimalkan dalam kurikulum Bahasa Indonesia sebagai saranaOleh karena itu, integrasi metode apresiasi, kreasi, dan refleksi puisi secara sistematis perlu dioptimalkan dalam kurikulum Bahasa Indonesia sebagai sarana
AINARAPRESSAINARAPRESS Penelitian ini dilatarbelakangi oleh terbatasnya pemanfaatan alat bantu konkret yang sesuai dengan perkembangan kognitif anak usia dini, sehingga menyulitkanPenelitian ini dilatarbelakangi oleh terbatasnya pemanfaatan alat bantu konkret yang sesuai dengan perkembangan kognitif anak usia dini, sehingga menyulitkan
LAKASPIALAKASPIA Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tinjauan literatur dan wawancara dengan guru bahasa Arab di beberapa madrasah. Hasil penelitian menunjukkanStudi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tinjauan literatur dan wawancara dengan guru bahasa Arab di beberapa madrasah. Hasil penelitian menunjukkan
LAKASPIALAKASPIA Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian mencakupPendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian mencakup
UNWIRUNWIR Data penelitian ini merupakan tuturan pemelajar dan pengajar BIPA level 3 yang mengandung implikatur percakapan. Data dikumpulkan melalui kegiatan observasiData penelitian ini merupakan tuturan pemelajar dan pengajar BIPA level 3 yang mengandung implikatur percakapan. Data dikumpulkan melalui kegiatan observasi
UNWIRUNWIR Subjek penelitian terdiri dari dua kelas, yaitu kelas VIII J sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII K sebagai kelas kontrol, masing-masing berjumlah 32Subjek penelitian terdiri dari dua kelas, yaitu kelas VIII J sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII K sebagai kelas kontrol, masing-masing berjumlah 32
BAJANGJOURNALBAJANGJOURNAL Selain itu, peserta juga dapat membiasakan siswa belajar dengan cara berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skill). Pelaksanaan workshop computationalSelain itu, peserta juga dapat membiasakan siswa belajar dengan cara berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skill). Pelaksanaan workshop computational
UNWIDHAUNWIDHA Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek siswa Kelompok A TK Al Wafa Nganjuk yang berjumlah 9 siswa. DesainPenelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek siswa Kelompok A TK Al Wafa Nganjuk yang berjumlah 9 siswa. Desain
Useful /
AINARAPRESSAINARAPRESS Penyajian visual yang konkret, tematik, dan interaktif selaras dengan tahap perkembangan kognitif siswa usia dini. Temuan ini mengisi kekosongan dalamPenyajian visual yang konkret, tematik, dan interaktif selaras dengan tahap perkembangan kognitif siswa usia dini. Temuan ini mengisi kekosongan dalam
UPPRUPPR Budidaya maggot atau larva lalat black soldier fly (Hermetia illicens) solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut sebagai pengganti pakanBudidaya maggot atau larva lalat black soldier fly (Hermetia illicens) solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut sebagai pengganti pakan
UNWIDHAUNWIDHA Penelitian dilakukan di SMK Muhammadiyah Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Indonesia, dari September hingga Oktober 2023. Metodologi penelitian menggunakanPenelitian dilakukan di SMK Muhammadiyah Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Indonesia, dari September hingga Oktober 2023. Metodologi penelitian menggunakan
UNWIDHAUNWIDHA Disimpulkan bahwa pada penelitian ini penerapan model pembelajaran PjBL berbantuan GeoGebra pada pembelajaran matematika mampu meningkatkan kemampuan literasiDisimpulkan bahwa pada penelitian ini penerapan model pembelajaran PjBL berbantuan GeoGebra pada pembelajaran matematika mampu meningkatkan kemampuan literasi