USIUSI

Artikulasi: Jurnal PendidikanArtikulasi: Jurnal Pendidikan

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tindak tutur dalam novel Karavansara berdasarkan teori tindak tutur Austin yang dikembangkan oleh Searle. Analisis akan difokuskan pada identifikasi dan klasifikasi tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi dengan mempertimbangkan diksi, makna, dan konteks. Dalam kajian pragmatik, tindak tutur terbagi menjadi tiga aspek utama: lokusi, ilokusi, dan perlokusi. Lokusi merujuk pada bentuk fisik ucapan, seperti pertanyaan atau pernyataan. Ilokusi mengacu pada maksud atau tujuan di balik ucapan tersebut, misalnya untuk menginformasikan, meminta, atau menyatakan perasaan. Sementara itu, perlokusi berkaitan dengan efek atau respons yang dihasilkan oleh ucapan terhadap pendengar. Analisis terhadap novel Karavansara menunjukkan bahwa penulis menggunakan berbagai macam cara untuk menyampaikan pesan. Kita berhasil mengidentifikasi 11 kalimat yang berfungsi sebagai pernyataan atau berita, 6 kalimat yang berupa pertanyaan, dan 1 kalimat yang berisi perintah. Selain itu, kita juga menemukan 22 kalimat yang memiliki tujuan yang lebih kompleks, seperti untuk menyatakan keyakinan, meminta bantuan, atau mengungkapkan emosi.

Makna bentuk tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi dalam novel Karavansara dapat disimpulkan sebagai berikut.Pertama, tindak tutur lokusi adalah jenis tindak tutur yang disampaikan dalam kalimat dengan makna yang dapat dipahami oleh mitra tutur.Kedua, tindak tutur ilokusi mencakup tindakan seperti memberikan izin, mengucapkan terima kasih, meminta, menawarkan, dan berjanji.Ketiga, tindak tutur yang bertujuan untuk mempengaruhi pendengar disebut tindak tutur perlokusi.Keempat, terdapat total 11 data tentang jenis tindak tutur lokusi dalam novel Karavansara karya Rio Johan, yang terdiri dari 4 data berupa berita, 6 data berupa pertanyaan, dan 1 data berupa perintah.Kelima, novel ini juga memuat 22 data mengenai jenis tindak tutur ilokusi, yang terdiri dari 4 tindak tutur asertif, 5 tindak tutur direktif, 7 tindak tutur ekspresif, 1 tindak tutur komisif, dan 5 tindak tutur deklaratif.Keenam, dalam Karavansara, terdapat dua data tentang tindak tutur perlokusi.satu data mencerminkan respon positif dan satu data mencerminkan respon negatif.

Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: Pertama, melakukan analisis lebih mendalam tentang hubungan antara tindak tutur dengan pengembangan karakter tokoh dalam novel. Bagaimana tindak tutur yang digunakan oleh tokoh-tokoh mempengaruhi perkembangan karakter mereka dan bagaimana hal itu memengaruhi alur cerita. Kedua, meneliti lebih lanjut tentang efek tindak tutur perlokusi terhadap pendengar. Bagaimana respons pendengar terhadap tindak tutur tertentu dapat mempengaruhi alur cerita dan bagaimana penulis menggunakan efek tersebut untuk membangun ketegangan atau menciptakan momen-momen penting dalam cerita. Ketiga, mengkaji lebih lanjut tentang penggunaan tindak tutur ilokusi dalam novel, terutama tindak tutur direktif dan ekspresif. Bagaimana penulis menggunakan tindak tutur ini untuk membangun hubungan antara tokoh-tokoh dan bagaimana hal itu memengaruhi dinamika cerita.

Read online
File size232.91 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test