ISTAZISTAZ

AT-THUFULY : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia DiniAT-THUFULY : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini

Penelitian ini ingin menjawab tentang beberapa fokus permasalah yaitu Bagaimana penerapan Model Pembelajaran Sentra Bermain Peran dalam Upaya Meningkatkan Kemampuan Sosial Anak Usia Dini 4-5 tahun di KB Al Hayat Jatikalang Krian. Apa saja Kendala yang di hadapi pada penerapan Model Pembelajaran Sentra Bermain Peran dalam Upaya Meningkatkan Kemampuan Sosial Anak Usia Dini 4-5 tahun di KB Al Hayat Jatikalang. Dan bagaimana solusi untuk mengatasi kendala dalam penerapan Model Pembelajaran Sentra Bermain Peran dalam Upaya Meningkatkan Kemampuan Sosial Anak Usia Dini 4-5 tahun di KB Al Hayat Jatikalang. Penelitian menggunakan model kualitatfi dengan pendekatan studi kasus. Penerapan model pembelajaran sentra bermain peran di KB Al Hayat Jatikalang Krian yakni dengan menyusun perangkat perangkat yang sudah di tentukan sepeti tema, RPPH, Densitas, Intensitas, SOP Pembelajaran dan juga penilaian perkembnagan anak. Dalam semua pembelajaran barangtentu sudah menjadi hal biasa dengan adanya kendala, namun kendala kendala yang ada tidak selalu berimage negative yang terpenting adanya evaluais dan pembenahan dengan adanya kendala tersebut. Setiap kendala pasti ada solusi ang menyertai, begitu pula dengan kendala yang ada di pembelajaran sentra di KB Al Hayat, dari kendala kendala yang ada berikut merupakan solusi yang bisa digunakan.

Pada akhirnya bisa disimpulkan KB Al Hayat telah mampu melaksanakan model pembelajaran senra dengan capaian yang sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.Berikut poin poin kesimpulan dari penelitian yang telah dilakukan.Penerapan model pembelajaran sentra bermain peran di KB Al Hayat Jatikalang Krian yakni dengan menyusun perangkat perangkat yang sudah di tentukan sepeti tema, RPPH, Densitas, Intensitas, SOP Pembelajaran dan juga penilaian perkembnagan anak.dengan begitu merupakan cara membentuk proses pembelajaran yang optimal dan sampaipada tujuan pembelajrana yang diharapakan.Karna pembelajaran sentra bermain peran mengacu pada perkembangan sosial emosional anak usia dini maka stimulasi yang di gunakan harus sesuai dengan aspek yang akan dikembangkan.dalam sentra bermain peran terdapat dua jenis main yakni permainan mikro dan makro.Dan di KB Al Hayat menggunakan kedua jenis mainan tersebut.Seperti contoh permainan mikro adalah dengan miniature masak masakan, miniatur buah buahan.Dengan miniatur anka mampu bermain peran menjadi multifungsi atau multiperan.Dengan satu miniature anak bisa memerankkan berbagai macam peran.Peran inilah yang setiap hari di hadapi oleh anak anak, mislanya berperan menjadi ibu dan anak, dokterdan pasien lainnya.dan peranan permainan ini menggunakan dirinya sendiri dan permainana makro seperti ini tidak bisa menjadikan multiperan, namun akan terasa lebih nyata dalam bermain peran karna berinteraksi langsuh dengan orang lain.Dengan penerapan tersebut anak usia dini di KB Al Hayat terstimulasi dengan signifikan perkembangan sosial emosional nya.Yang tentunya perangkat perangkat pembeljaran harus sudah di jalankan dengan benar.Dalam semua pembelajaran barangtentu sudah menjadi hal biasa dengan adanya kendala, namun kendala kendala yang ada tidak selalu berimage negative yang terpenting adanya evaluais dan pembenahan dengan adanya kendala tersebut.Begitu pula KB Al Hayat dalam pembelajaran sentra bermain peran.Terdapat beberapa kendala yang terjadi diantara kendala yang terjadi adalah kurangnya media pembelajaran yang terkadang tidak ada meskipun tidak banyak, kurangnya skill guru yang memadai dalam pembelajaran, karna guru yang tidak inovatif cenderung tidak bisa membuat kegiatan yang menarik dan membuat anak anak tidak antusias dalam melaksanakan kegiatan ketika anak tidak antusias maka tidak dapat terstimulasi dengan baik perkembnagannya.Knedala selanjutnya adalah tidak sinkronnya pola asuh oran tua dengan ibu vuru dirumah missal nya, Ananda di sekolah di tanamkan sikap tanggung jawab, namun ketika dirumah orang tua tidak sabar untuk menyuruh anaknya membereskan nah hal hal seperti itulah yang merancukan proses pola asuh di sekolah yang sudah di bangun oleh guru disekolah.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan. Pertama, perlu dilakukan evaluasi dan pembenahan terhadap kendala yang dihadapi dalam penerapan model pembelajaran sentra bermain peran, terutama terkait dengan kurangnya media pembelajaran dan keterbatasan kreativitas guru. Kedua, penting untuk meningkatkan sinergi antara guru dan orang tua dalam mendukung perkembangan sosial emosional anak, dengan memastikan bahwa pola asuh yang diterapkan di sekolah dan di rumah selaras dan konsisten. Ketiga, penelitian selanjutnya dapat fokus pada pengembangan kompetensi pedagogik dan profesionalisme guru, serta peningkatan kualitas media pembelajaran yang digunakan dalam model pembelajaran sentra bermain peran.

  1. Character Building in Early Childhood Through Traditional Games | Atlantis Press. character building... doi.org/10.2991/icet-17.2017.51Character Building in Early Childhood Through Traditional Games Atlantis Press character building doi 10 2991 icet 17 2017 51
  2. Uji adaptasi sorgum (Sorghum bicolor) berdaya hasil tinggi di wilayah Kediri | Andayani | Agrovigor:... doi.org/10.21107/agrovigor.v14i1.8201Uji adaptasi sorgum Sorghum bicolor berdaya hasil tinggi di wilayah Kediri Andayani Agrovigor doi 10 21107 agrovigor v14i1 8201
  3. The Relevance of Islamic Educational Characteristics In The 21st-Century | Syaikhuna: Jurnal Pendidikan... ejournal.kopertais4.or.id/madura/index.php/syaikhuna/article/view/5903The Relevance of Islamic Educational Characteristics In The 21st Century Syaikhuna Jurnal Pendidikan ejournal kopertais4 madura index php syaikhuna article view 5903
  4. OSF. osf doi.org/10.31227/osf.io/4c2hxOSF osf doi 10 31227 osf io 4c2hx
Read online
File size317.12 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test