YCNYCN

GUIDELINE: JURNAL BIMBINGAN KONSELING DAN PSIKOLOGI PENDIDIKANGUIDELINE: JURNAL BIMBINGAN KONSELING DAN PSIKOLOGI PENDIDIKAN

Penelitian ini mengeksplorasi potensi terapi musik (music therapy) sebagai strategi untuk mengembangkan executive function dan self-efficacy pada mahasiswa. Melalui analisis kualitatif terhadap karya empat musisi/band Indonesia kontemporer (Hindia, Rumah Sakit, Perunggu, dan Nadin Amizah), penelitian ini mengidentifikasi korelasi antara elemen musikal dengan aspek kognitif dan psikologis mahasiswa. Hasil menunjukkan bahwa narasi musikal dalam karya-karya tersebut mengandung struktur kompleks yang mendorong fleksibilitas kognitif, pemikiran dialektis, metakognisi, dan abstraksi—komponen penting dalam executive function. Kompleksitas struktural musik, variasi dinamika, pengembangan motif, dan pengolahan ruang akustik berkorelasi dengan peningkatan working memory, kontrol perhatian, dan kemampuan perencanaan strategis. Sementara itu, pola narasi transformatif, pengamatan model peran, persuasi verbal, dan konsistensi internal dalam lirik mencerminkan proses pembentukan self-efficacy sesuai teori Bandura. Temuan ini memberikan landasan teoretis bagi pengembangan terapi musik terstruktur di perguruan tinggi sebagai intervensi holistik yang menggabungkan stimulasi kognitif dengan penguatan motivasional. Dalam era pendidikan yang semakin kompetitif, musik terapi menawarkan pendekatan komprehensif untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi tuntutan akademik dengan kemampuan kognitif optimal dan keyakinan diri yang kuat.

Penelitian ini menemukan bahwa terapi musik memiliki potensi besar sebagai strategi untuk meningkatkan kemampuan eksekutif dan kemandirian mahasiswa.Analisis kualitatif terhadap karya musisi Indonesia kontemporer menemukan korelasi signifikan antara elemen musikal dan aspek kognitif yang mendukung fungsi eksekutif.Temuan ini menggarisbawahi pentingnya terapi musik sebagai intervensi holistik yang menggabungkan stimulasi kognitif dan penguatan motivasional untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan akademik.

Penelitian lanjutan perlu dilakukan dengan menggunakan metode campuran untuk mengukur efek intervensi terapi musik secara kuantitatif dan kualitatif, serta mengeksplorasi pengalaman subjektif mahasiswa. Studi longitudinal diperlukan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang terapi musik terhadap peningkatan fungsi eksekutif dan self-efficacy. Selain itu, penelitian dapat difokuskan pada bagaimana preferensi musikal mahasiswa dari berbagai latar belakang budaya memengaruhi efektivitas terapi musik. Pengembangan aplikasi terapi musik berbasis teknologi yang disesuaikan dengan kebutuhan kognitif dan psikologis mahasiswa juga merupakan arah penelitian yang menjanjikan. Terakhir, eksplorasi lebih lanjut mengenai interaksi antara pengembangan spiritual dan pertumbuhan psikologis dalam konteks terapi musik dapat memberikan wawasan baru tentang pendekatan holistik untuk kesejahteraan mahasiswa.

  1. Literature Study on the Impact of Congregational Morning Prayer on Academic Anxiety: A View on Psychospiritual... doi.org/10.18196/jicc.v3i1.72Literature Study on the Impact of Congregational Morning Prayer on Academic Anxiety A View on Psychospiritual doi 10 18196 jicc v3i1 72
  2. [Retracted] Characterization of Self‐Efficacy Model Using Social Cognitive Theory for Students’... doi.org/10.1155/2022/5265239Retracted Characterization of SelfyAAAaEfficacy Model Using Social Cognitive Theory for StudentsyAAAo doi 10 1155 2022 5265239
  3. Effects of Self‐Efficacy and Vividness on the Persuasiveness of Health Communications - Block... myscp.onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1207/s15327663jcp0601_02Effects of SelfyAAAaEfficacy and Vividness on the Persuasiveness of Health Communications Block myscp onlinelibrary wiley doi 10 1207 s15327663jcp0601 02
Read online
File size301.79 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test