UINSIUINSI

BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity JournalBOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pada anak kelompok B di TK Melati 2 Samboja serta faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis fenomenologi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada anak kelompok B di TK Melati 2 Samboja dilakukan melalui proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada perencanaan, guru mempersiapkan RPPM dan menyampaikan kesepakatan terkait cara memilih permainan dan kelompok bermain. Pada pelaksanaan, guru menerapkan permainan tradisional secara berkelompok, seperti ular naga, bakiak, dan engklek/asinan. Pada evaluasi, guru melakukan penilaian checklist terhadap anak. Faktor penghambatnya adalah ketidakhadiran beberapa murid saat permainan dijadwalkan, sedangkan faktor pendukungnya adalah kemudahan mendapatkan alat bermain dan permainan yang menyenangkan sehingga mudah diterima anak.

Implementasi permainan tradisional di TK Melati 2 Samboja melibatkan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi untuk menstimulus kemampuan sosial anak.Proses ini mencakup persiapan RPPM, penyampaian kesepakatan, penerapan permainan berkelompok seperti ular naga, bakiak, dan engklek, serta penilaian melalui checklist.Penelitian ini mengidentifikasi faktor penghambat berupa ketidakhadiran siswa dan faktor pendukung berupa ketersediaan alat bermain dan daya tarik permainan bagi anak-anak.

Berdasarkan temuan penelitian, beberapa arah penelitian lanjutan dapat dieksplorasi. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menginvestigasi dampak jangka panjang dari implementasi permainan tradisional terhadap perkembangan sosial anak di usia sekolah. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan efektivitas permainan tradisional dengan metode lain dalam menstimulus kemampuan sosial anak, misalnya melalui penggunaan media pembelajaran modern. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model permainan tradisional yang lebih inovatif dan adaptif, dengan mempertimbangkan karakteristik serta kebutuhan unik setiap kelompok anak, sehingga dapat memaksimalkan potensi permainan tradisional sebagai sarana pendidikan yang efektif dan menyenangkan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan kurikulum dan praktik pembelajaran yang lebih optimal bagi anak usia dini.

Read online
File size209.74 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test