USUUSU

Langgas: Jurnal Studi PembangunanLanggas: Jurnal Studi Pembangunan

Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) merupakan arena strategis konsolidasi demokrasi lokal, namun rentan terhadap patologi elektoral. Artikel ini menganalisis Pilkades Serentak 2022 di Desa Semembang, Kabupaten Karimun, dengan fokus pada interkoneksi ketidaknetralan aparatur dan praktik politik uang serta efektivitas penyelesaian sengketa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan data dari wawancara mendalam terhadap 15 informan, observasi, dan studi dokumen yang dianalisis secara tematik. Temuan menunjukkan bahwa meskipun partisipasi pemilih tinggi, integritas demokrasi substantif terdegradasi oleh keberpihakan penyelenggara, pembiaran pelanggaran, dan mobilisasi suara berbasis insentif material. Kerentanan sosio-ekonomi, rendahnya pendidikan, serta isolasi geografis desa memperkuat praktik klientelistik tersebut. Mekanisme sengketa tidak berfungsi sebagai instrumen korektif akibat lemahnya regulasi dan kapasitas institusional. Studi ini menegaskan bahwa demokrasi prosedural tidak otomatis menghasilkan demokrasi substantif dan menawarkan perspektif integratif mengenai interkoneksi patologi elektoral di tingkat desa.

Penelitian ini menunjukkan bahwa Pilkades Serentak 2022 di Desa Semembang secara prosedural telah memenuhi tahapan administratif dan mencatat tingkat partisipasi pemilih yang tinggi (86,51% dari 905 pemilih tetap), namun belum berhasil menjamin integritas demokrasi secara substantif.Temuan empiris memperlihatkan adanya interkoneksi antara dua patologi utama, yakni ketidaknetralan aparatur penyelenggara dan praktik politik uang.Kedua elemen tersebut tidak beroperasi secara terpisah, melainkan membentuk konfigurasi yang saling memperkuat sehingga menciptakan arena kompetisi yang tidak setara (uneven playing field).Praktik politik uang, yang terefleksi dalam distribusi insentif material berupa uang tunai (Rp100.000) dan bentuk lain seperti chip permainan daring, berfungsi sebagai strategi mobilisasi klientelistis.Pada saat yang sama, indikasi ketidaknetralan aparatur di tingkat TPS, baik dalam bentuk pembiaran maupun tindakan yang menguntungkan kandidat tertentu, menurunkan hambatan institusional terhadap pelanggaran tersebut.Interaksi ini menggeser logika kontestasi dari kompetisi berbasis program menuju kompetisi transaksional, sehingga melemahkan prinsip kebebasan memilih dan kesetaraan politik.Lebih lanjut, mekanisme penyelesaian sengketa tidak berfungsi sebagai instrumen korektif yang efektif.Meskipun regulasi formal tersedia, implementasinya di tingkat desa cenderung berhenti pada mediasi tanpa sanksi yang terukur.Kondisi ini mencerminkan lemahnya kapasitas negara (state capacity) dalam menjamin access to justice dan menegakkan prinsip rule of law, sehingga pelanggaran tidak menghasilkan konsekuensi yang cukup untuk memulihkan integritas proses elektoral.

Berdasarkan temuan dan analisis dalam penelitian ini, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:. . 1. Mengkaji lebih lanjut dampak politik uang pada reproduksi oligarki lokal dan konsolidasi kekuasaan. Penelitian ini telah menunjukkan bagaimana praktik politik uang dapat dimanfaatkan untuk mempertahankan struktur kuasa tertentu tanpa kompetisi yang setara. Penelitian lanjutan dapat menyelidiki lebih dalam bagaimana praktik ini berkontribusi pada reproduksi oligarki dan bagaimana intervensi struktural dapat dilakukan untuk mencegah konsolidasi kekuasaan lokal yang tidak demokratis.. . 2. Menganalisis peran dan pengaruh aktor eksternal dalam Pilkades. Dalam penelitian ini, ditemukan dugaan keterlibatan aktor politik eksternal dalam praktik politik uang. Penelitian lanjutan dapat fokus pada bagaimana aktor eksternal, seperti anggota legislatif, mempengaruhi proses Pilkades dan bagaimana intervensi mereka dapat dikendalikan atau diminimalkan untuk menjaga integritas proses pemilihan.. . 3. Mengeksplorasi strategi dan intervensi untuk meningkatkan literasi politik dan kapasitas pengawasan warga. Penelitian ini menekankan pentingnya literasi politik dan kontrol sosial dalam memperkuat demokrasi substantif. Penelitian lanjutan dapat menyelidiki strategi-strategi konkret untuk meningkatkan literasi politik warga, seperti program pendidikan politik atau kampanye kesadaran, dan mengevaluasi efektivitasnya dalam meningkatkan partisipasi bermakna dan akuntabilitas dalam Pilkades.

  1. Nilai-nilai Demokrasi dalam Pemilihan Kepala Desa Serentak di Desa Semembang Tahun 2022 | Langgas: Jurnal... doi.org/10.32734/ljsp.v5i1.22906Nilai nilai Demokrasi dalam Pemilihan Kepala Desa Serentak di Desa Semembang Tahun 2022 Langgas Jurnal doi 10 32734 ljsp v5i1 22906
Read online
File size375.22 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test