ISTAZISTAZ

PUDAK: Local Wisdom Community JournalPUDAK: Local Wisdom Community Journal

Membaca Al-Quran dengan tahsin yang benar dan sesuai dengan makharijul huruf merupakan kewajiban fardhu kifayah bagi umat Islam. Keterampilan ini menjadi esensial agar bacaan Al-Quran memenuhi kaidah tajwid yang telah ditetapkan. Namun, di TPQ Desa Sumber Kerep, Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan, ditemukan sejumlah permasalahan mendasar terkait kemampuan guru dan santri dalam melafalkan huruf-huruf Al-Quran. Kesalahan yang umum terjadi adalah pelafalan huruf yang tidak sesuai dengan makhrajnya (tempat keluarnya huruf), sehingga memengaruhi keakuratan bacaan Al-Quran. Pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) menawarkan alternatif pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan aset yang dimiliki oleh komunitas tersebut. Dalam konteks ini, aset merujuk pada potensi atau kekuatan yang ada dalam masyarakat, baik berupa kemampuan individu (seperti kecerdasan, kepedulian, dan kerja sama) maupun sumber daya alam yang tersedia. Dengan mengoptimalkan potensi ini, program pemberdayaan dapat dirancang untuk mendukung penguatan kemampuan bacaan Al-Quran. Pelaksanaan program berbasis metode ABCD telah terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas bacaan Al-Quran baik bagi guru maupun santri di TPQ Desa Sumber Kerep. Program ini memberikan landasan yang kuat bagi pembelajaran Al-Quran yang berkesinambungan. Untuk menjamin keberlanjutan dan peningkatan kemampuan makharijul huruf, disarankan agar pelatihan dilakukan secara rutin, disertai evaluasi berkala guna memastikan hasil yang optimal.

Kegiatan pengabdian masyarakat melalui metode musyafahah telah terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas bacaan Al-Quran bagi guru dan santri di TPQ Sumberkerep.Pendekatan ini tidak hanya memperbaiki aspek teknis bacaan, tetapi juga membangun karakter dan akhlak mulia melalui interaksi langsung dalam proses pembelajaran.Untuk keberlanjutannya, diperlukan pelatihan rutin dan evaluasi berkala agar ilmu yang diperoleh dapat terus berkembang dan diwariskan secara berkesinambungan.

Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang efektivitas pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) dalam jangka panjang terhadap konsistensi kemampuan membaca Al-Quran guru dan santri, untuk melihat apakah pemanfaatan aset lokal mampu menciptakan pembelajaran yang mandiri dan berkelanjutan. Kedua, perlu dikaji bagaimana integrasi metode talaqqi dengan media pembelajaran digital dapat meningkatkan daya serap dan antusiasme santri, terutama di era digitalisasi pendidikan yang semakin pesat. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi model pelatihan berjenjang bagi guru TPQ yang menggabungkan pendampingan intensif, refleksi bersama, dan forum kolaborasi antarlembaga, guna menciptakan jaringan pembelajaran keagamaan yang lebih kuat dan saling mendukung di tingkat komunitas.

  1. Pendampingan Budaya Literasi Dengan Metode ABCD (Asset Based Community Development) Terhadap Santri Kelas... journal.formosapublisher.org/index.php/jpmb/article/view/618Pendampingan Budaya Literasi Dengan Metode ABCD Asset Based Community Development Terhadap Santri Kelas journal formosapublisher index php jpmb article view 618
Read online
File size269.77 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test