MEJAILMIAHMEJAILMIAH
Adagium: Jurnal Ilmiah HukumAdagium: Jurnal Ilmiah HukumPenelitian ini dilatarbelakangi oleh peran strategis generasi muda Indonesia dalam pembangunan bangsa yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan. Undang-undang ini menekankan hak dan kewajiban pemuda sebagai agen perubahan yang berkontribusi dalam pembangunan nasional melalui pengembangan diri, peningkatan sumber daya manusia, dan partisipasi aktif dalam politik, sosial, dan ekonomi. Namun, generasi muda menghadapi tantangan signifikan seperti degradasi moral, radikalisme, dan korupsi. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme dan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi memberikan kerangka hukum untuk mengatasi tantangan ini. Sementara itu, Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2017 tentang Pembinaan Ideologi Pancasila berfokus pada pembentukan karakter berdasarkan nilai-nilai Pancasila untuk mencegah radikalisme. Implementasi hukum yang efektif dan program pendidikan karakter menjadi kunci dalam membentuk generasi muda yang berintegritas dan mampu berkontribusi positif. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pemuda itu sendiri sangat penting untuk mengatasi tantangan dan memastikan kontribusi yang optimal dalam pembangunan bangsa.
Penelitian ini menegaskan peran vital generasi muda sebagai agen perubahan dalam pembangunan nasional, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan.Generasi muda menghadapi tantangan kompleks seperti degradasi moral, radikalisme, dan korupsi yang memerlukan penanganan komprehensif.Dukungan dari pemerintah, masyarakat, dan generasi muda itu sendiri sangat penting untuk mengatasi tantangan ini dan memaksimalkan potensi mereka dalam pembangunan bangsa.
Berdasarkan temuan penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai efektivitas program pendidikan karakter dalam mencegah degradasi moral di kalangan generasi muda, dengan fokus pada metode pembelajaran yang inovatif dan partisipatif. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk memahami faktor-faktor yang mendorong generasi muda terlibat dalam tindakan radikal dan terorisme, serta merumuskan strategi pencegahan yang lebih efektif. Ketiga, penting untuk mengkaji peran teknologi dan media sosial dalam membentuk opini dan perilaku generasi muda, serta mengembangkan literasi digital yang kritis untuk mencegah penyebaran informasi yang salah dan ujaran kebencian. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya pemberdayaan generasi muda Indonesia, sehingga mereka dapat menjadi agen perubahan yang positif dan berkontribusi secara optimal dalam pembangunan bangsa yang berkelanjutan. Dengan memahami tantangan dan peluang yang dihadapi generasi muda, kita dapat merumuskan kebijakan dan program yang lebih tepat sasaran dan efektif dalam mendukung perkembangan mereka.
| File size | 244.37 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
UMPPUMPP Implementasi dengan 45 santri selama 8 minggu menunjukkan keterlibatan yang tinggi dan kemudahan penggunaan yang sangat baik. Analisis kuantitatif mengungkapkanImplementasi dengan 45 santri selama 8 minggu menunjukkan keterlibatan yang tinggi dan kemudahan penggunaan yang sangat baik. Analisis kuantitatif mengungkapkan
GRAHAKAROMAHGRAHAKAROMAH selain itu, pembiasaan akhlakul karimah diterapkan melalui penguatan akhlak terhadap allah swt, guru, sesama teman, dan lingkungan sekolah, yang diwujudkanselain itu, pembiasaan akhlakul karimah diterapkan melalui penguatan akhlak terhadap allah swt, guru, sesama teman, dan lingkungan sekolah, yang diwujudkan
UMPRUMPR Namun, efektivitas regulasi ini masih menghadapi tantangan besar berupa tingginya angka permohonan dispensasi nikah yang dipicu oleh faktor sosiologis,Namun, efektivitas regulasi ini masih menghadapi tantangan besar berupa tingginya angka permohonan dispensasi nikah yang dipicu oleh faktor sosiologis,
STAI MIFDASTAI MIFDA Penelitian ini bertujuan menentukan efek media sosial terhadap generasi Z dan menilai dampak positif maupun negatif yang dihasilkan pada akhlak siswa.Penelitian ini bertujuan menentukan efek media sosial terhadap generasi Z dan menilai dampak positif maupun negatif yang dihasilkan pada akhlak siswa.
STIQ AMUNTAISTIQ AMUNTAI Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi nilai‑nilai karakter ke dalam praktik pendidikan formal masih belum berjalan secara sistematis. Al‑Quran danHasil kajian menunjukkan bahwa integrasi nilai‑nilai karakter ke dalam praktik pendidikan formal masih belum berjalan secara sistematis. Al‑Quran dan
IKIP SILIWANGIIKIP SILIWANGI Kebiasaan buruk dengan membuang sampah sembarangan seakan sudah tak asing lagi, bahkan seakan sudah terbiasa. Masyarakat adalah kelompok manusia terbesarKebiasaan buruk dengan membuang sampah sembarangan seakan sudah tak asing lagi, bahkan seakan sudah terbiasa. Masyarakat adalah kelompok manusia terbesar
UACUAC Peneliti melakukan analisis data menggunakan analisis induksi yang dimodifikasi. Analisis data dilakukan dengan mengikuti tahap kondensasi data, penyajianPeneliti melakukan analisis data menggunakan analisis induksi yang dimodifikasi. Analisis data dilakukan dengan mengikuti tahap kondensasi data, penyajian
POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG Semakin baiknya tingkat informasi yang dimiliki peserta, maka terdapat kecenderungan besar untuk memanfaatkan Prolanis. Tujuan penelitian ini adalah untukSemakin baiknya tingkat informasi yang dimiliki peserta, maka terdapat kecenderungan besar untuk memanfaatkan Prolanis. Tujuan penelitian ini adalah untuk
Useful /
GRAHAKAROMAHGRAHAKAROMAH Teknologi telah memperkuat efektivitas pewarisan sanad dengan memungkinkan akses yang lebih luas ke materi pembelajaran dan bimbingan. Namun, masalah aksesTeknologi telah memperkuat efektivitas pewarisan sanad dengan memungkinkan akses yang lebih luas ke materi pembelajaran dan bimbingan. Namun, masalah akses
GRAHAKAROMAHGRAHAKAROMAH Selain itu, program ini juga berhasil membentuk kesadaran kolektif masyarakat mengenai pentingnya pola asuh dan konsumsi gizi seimbang sebagai upaya preventifSelain itu, program ini juga berhasil membentuk kesadaran kolektif masyarakat mengenai pentingnya pola asuh dan konsumsi gizi seimbang sebagai upaya preventif
MEJAILMIAHMEJAILMIAH Namun, tantangan yang dihadapi meliputi kurangnya pemahaman masyarakat tentang konsep ini dan kesulitan dalam mengimplementasikan prinsip-prinsip restoratifNamun, tantangan yang dihadapi meliputi kurangnya pemahaman masyarakat tentang konsep ini dan kesulitan dalam mengimplementasikan prinsip-prinsip restoratif
ISTAZISTAZ Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini dikatakan berhasil karena sesuai dengan tujuan. Dampak yang dapat mempengaruhi dalam kegiatan ini yaitu berkurangnyaKegiatan pemberdayaan masyarakat ini dikatakan berhasil karena sesuai dengan tujuan. Dampak yang dapat mempengaruhi dalam kegiatan ini yaitu berkurangnya