UNIVAUNIVA

JALIYE: Jurnal Abdimas, Loyalitas, dan EdukasiJALIYE: Jurnal Abdimas, Loyalitas, dan Edukasi

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di SMA Swasta Muhammadiyah 1 Medan pada tanggal 16 September 2025 dengan tujuan memperkuat literasi kritis dan kesadaran gender siswa melalui unit pembelajaran Voice and Visibility. Unit ini dirancang sebagai respon atas minimnya integrasi isu kesetaraan gender (SDG 5) dalam buku ajar Bahasa Inggris Kurikulum Merdeka. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan berbasis genre (GBA), problem-based learning (PBL), dan project-based learning (PjBL) dengan durasi 90 menit, melibatkan 30 siswa kelas XII. Aktivitas meliputi analisis teks diskusi, penulisan teks argumentatif, serta proyek kreatif berupa kampanye digital tentang kesetaraan gender. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa mampu memahami isu gender secara kritis, menyampaikan pesan aksi nyata melalui poster dan kampanye digital, serta menunjukkan keterlibatan kolaboratif dalam proyek. Respon siswa positif, dengan ketertarikan pada isu gender sebagai hal baru yang belum pernah mereka pelajari sebelumnya, meskipun mereka menyarankan adanya aktivitas warm-up untuk meningkatkan suasana belajar. Kegiatan ini menegaskan pentingnya integrasi nilai keberlanjutan dan kesetaraan gender dalam pembelajaran Bahasa Inggris sebagai dukungan terhadap pencapaian SDG 5.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini berhasil menunjukkan bahwa integrasi isu kesetaraan gender dalam pembelajaran Bahasa Inggris dapat memperkuat literasi kritis dan menumbuhkan kesadaran sosial siswa.Melalui unit Voice and Visibility, siswa mampu menganalisis isu gender secara kritis, menyampaikan pesan aksi nyata melalui kampanye digital, dan menunjukkan keterlibatan kolaboratif dalam proyek.Kegiatan ini menegaskan pentingnya peran pendidikan dalam mendukung pencapaian SDG 5 dan memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas jangka panjang dari unit Voice and Visibility dalam mengubah perilaku dan sikap siswa terhadap isu kesetaraan gender. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model pembelajaran Bahasa Inggris berbasis SDGs yang lebih komprehensif, mencakup berbagai isu keberlanjutan selain kesetaraan gender, seperti perubahan iklim dan kesehatan. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi bagaimana teknologi digital dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan literasi kritis dan kesadaran sosial siswa, misalnya melalui penggunaan platform pembelajaran daring atau media sosial yang interaktif. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan pendidikan yang relevan dengan tantangan global dan kebutuhan masyarakat.

  1. ‘Let's talk about the weather’: The activist curriculum and global climate change... doi.org/10.1002/berj.4122yAAAoLets talk about the weatheryAAAo The activist curriculum and global climate change doi 10 1002 berj 4122
  2. PENGUATAN LITERASI KRITIS DAN KESADARAN GENDER SISWA SMA MELALUI UNIT VOICE AND VISIBILITY SEBAGAI DUKUNGAN... doi.org/10.47662/jaliye.v4i2.1205PENGUATAN LITERASI KRITIS DAN KESADARAN GENDER SISWA SMA MELALUI UNIT VOICE AND VISIBILITY SEBAGAI DUKUNGAN doi 10 47662 jaliye v4i2 1205
Read online
File size1015.28 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test