IAINU KEBUMENIAINU KEBUMEN

Tarbi: Jurnal Ilmiah MahasiswaTarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui langkah-langkah penerapan metode jigsaw pada mata pembelajaran PAI di Kelas 10 SMK Teknologi Informasi Karangtanjung Kebumen dan mengetahui faktor penghambat dan pendukung dalam penerapan metode pembelajaran jigsaw pada mata Pelajaran PAI di Kelas 10 SMK Teknologi Informasi Karangtanjung Kebumen. Penelitian ini merupakan Penelitian Kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah Guru PAI, dan Siswa kelas 10 SMK TI. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun analisis data yang digunakan adalah kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses pembelajaran dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu pembuka, inti, dan penutup. Guru memulai dengan motivasi dan apersepsi, lalu menerapkan metode Jigsaw sesuai langkah yang telah dirancang. Di akhir sesi, guru menyampaikan kesimpulan dan melakukan evaluasi melalui tes tertulis. Hasilnya menunjukkan bahwa metode ini efektif dan mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Faktor pendukung dalam implementasi metode jigsaw yaitu dapat meningkatkan keaktifan dan rasa tanggung jawab siswa; meningkatkan sosial dan komunikasi siswa; pemahaman materi yang merata; pengalaman pembelajaran yang menyenangkan. Faktor penghambat dalam implementasi metode jigsaw yaitu kurangnya ketersediaan waktu; kurangnya sarana prasarana; keterbatasan kemampuan guru; perbedaan kemampuan akademik dan partisipasi siswa; ketidaksesuaian materi dengan metode jigsaw.

Penerapan metode jigsaw pada pembelajaran PAI di kelas X SMK Teknologi Informasi Karangtanjung Kebumen dilaksanakan melalui tiga tahap.pembuka dengan motivasi dan apersepsi, inti dengan pembentukan kelompok asal dan ahli, serta penutup dengan penyimpulan dan evaluasi.Metode ini menciptakan suasana belajar aktif, kolaboratif, dan bermakna.Faktor pendukungnya meliputi meningkatnya keaktifan, tanggung jawab, interaksi sosial positif, pemerataan pemahaman, dan pengalaman belajar yang menyenangkan.Faktor penghambat yang muncul antara lain keterbatasan waktu, sarana-prasarana, perbedaan kemampuan akademik, variasi partisipasi, serta ketidaksesuaian materi.Secara keseluruhan, jigsaw efektif meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa, namun memerlukan penyesuaian strategi dan dukungan fasilitas agar hasil lebih optimal.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menguji efektivitas metode jigsaw pada mata pelajaran PAI dengan melibatkan jumlah peserta didik yang lebih besar dan dari berbagai latar belakang sosial ekonomi. Hal ini akan memperkuat generalisasi temuan penelitian. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model pembelajaran jigsaw yang lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan peserta didik dengan kemampuan akademik yang beragam. Model ini dapat mencakup strategi diferensiasi pembelajaran dan pemberian tugas yang disesuaikan dengan tingkat kemampuan masing-masing siswa. Ketiga, penelitian perlu dilakukan untuk mengeksplorasi pengaruh penggunaan teknologi digital dalam implementasi metode jigsaw, seperti pemanfaatan platform pembelajaran online atau aplikasi kolaborasi. Hal ini dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran, serta memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik dan interaktif bagi peserta didik. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di sekolah menengah.

  1. EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN MODEL KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SEJARAH KEBUDAYAAN... journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/129EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN MODEL KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SEJARAH KEBUDAYAAN journal yaspim index php pendalas article view 129
Read online
File size292.16 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test