Tel-UTel-U
Jurnal Manajemen IndonesiaJurnal Manajemen IndonesiaUntuk menjadikan UNJANI menjadi universitas yang unggul membutuhkan individu yang dapat berpikir dan bertindak cepat, tahan terhadap kesulitan, dan berhasil dalam kompetisi. Untuk menjadi universitas yang sangat baik, universitas tersebut harus memenuhi kriteria untuk mencapai Indikator Kinerja Utama yang ditetapkan oleh Direktorat Pendidikan Tinggi. UNJANI secara konsisten berupaya untuk meningkatkan struktur kompensasinya, karena diyakini dapat meningkatkan kinerja perusahaan. Fakultas Teknologi Manufaktur menerapkan kebijakan untuk staf pengajar melalui struktur kompensasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan, termasuk kinerja pendidikan dan pengajaran, kinerja penelitian, dan layanan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh struktur kompensasi terhadap kinerja karyawan dan peningkatan kualitas pendidikan di Fakultas Teknologi Manufaktur, Universitas Jenderal Achmad Yani (UNJANI). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang dibagikan kepada staf pengajar, dilengkapi dengan data pendukung dan wawancara untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam. Analisis data menggunakan teknik statistik deskriptif dan inferensial untuk memeriksa hubungan antara variabel dalam penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur kompensasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan, yang pada gilirannya berdampak positif pada kualitas pendidikan. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi manajemen universitas dalam merancang dan menerapkan kebijakan kompensasi yang efektif untuk meningkatkan kinerja karyawan dan kualitas pendidikan. Sebagai rekomendasi dari penelitian ini, manajemen harus melakukan peninjauan rutin terhadap struktur kompensasi dan mengembangkan program pelatihan untuk meningkatkan kinerja karyawan.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat ditarik kesimpulan bahwa kompensasi memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan, kinerja karyawan memiliki pengaruh signifikan terhadap kualitas pendidikan, dan kompensasi memiliki pengaruh signifikan terhadap kualitas pendidikan melalui kinerja karyawan di Fakultas Teknologi Manufaktur, Universitas Jenderal Achmad Yani.Peningkatan kompensasi yang tepat dapat memotivasi karyawan untuk meningkatkan kinerja mereka, yang pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan di fakultas.Oleh karena itu, universitas perlu terus berupaya meningkatkan sistem kompensasi dan kinerja karyawan untuk mencapai tujuan kualitas pendidikan yang lebih tinggi.
Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan yang ada, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan: Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi pengaruh budaya organisasi terhadap hubungan antara kompensasi dan kinerja karyawan di lingkungan pendidikan tinggi. Hal ini penting karena budaya organisasi yang kuat dapat memediasi atau memperkuat dampak kompensasi terhadap motivasi dan kinerja karyawan. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model kompensasi yang lebih komprehensif, yang tidak hanya mempertimbangkan aspek finansial, tetapi juga aspek non-finansial seperti pengakuan, pengembangan karir, dan keseimbangan kerja-hidup. Model ini dapat disesuaikan dengan karakteristik unik lingkungan pendidikan tinggi. Ketiga, penelitian dapat menginvestigasi peran kepemimpinan transformasional dalam memoderasi hubungan antara kompensasi, kinerja karyawan, dan kualitas pendidikan. Pemimpin yang transformasional dapat menginspirasi dan memotivasi karyawan untuk memberikan yang terbaik, sehingga meningkatkan kinerja dan kualitas pendidikan secara keseluruhan. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan penelitian selanjutnya dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas pendidikan di lingkungan pendidikan tinggi, serta memberikan rekomendasi praktis bagi para pemangku kepentingan untuk meningkatkan kinerja dan kualitas pendidikan secara berkelanjutan.
| File size | 592.73 KB |
| Pages | 14 |
| DMCA | Report |
Related /
RADJAPUBLIKARADJAPUBLIKA Disiplin kerja berperan sebagai variabel intervening parsial yang memperkuat hubungan antara kejelasan deskripsi pekerjaan dan motivasi kerja terhadapDisiplin kerja berperan sebagai variabel intervening parsial yang memperkuat hubungan antara kejelasan deskripsi pekerjaan dan motivasi kerja terhadap
INTERNATIONALPUBLISHERINTERNATIONALPUBLISHER Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang didistribusikan kepada 124 karyawan menggunakan metode sensus dan dianalisis menggunakan regresi linierData dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang didistribusikan kepada 124 karyawan menggunakan metode sensus dan dianalisis menggunakan regresi linier
UNIBAUNIBA Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh etos kerja, motivasi, dan disiplin terhadap kinerja guru berdasarkan persepsi guru di SMA Patra Dharma,Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh etos kerja, motivasi, dan disiplin terhadap kinerja guru berdasarkan persepsi guru di SMA Patra Dharma,
RADJAPUBLIKARADJAPUBLIKA The research approach employed quantitative methods that were descriptive and verifiable. The research subjects included all 32 educational staff at SMAThe research approach employed quantitative methods that were descriptive and verifiable. The research subjects included all 32 educational staff at SMA
JOURNALKEBERLANJUTANJOURNALKEBERLANJUTAN Komitmen organisasi memediasi sepenuhnya pengaruh kecerdasan emosional terhadap kinerja pegawai. Komitmen organisasi memediasi sebagian pengaruh disiplinKomitmen organisasi memediasi sepenuhnya pengaruh kecerdasan emosional terhadap kinerja pegawai. Komitmen organisasi memediasi sebagian pengaruh disiplin
JOURNALKEBERLANJUTANJOURNALKEBERLANJUTAN Hasil menunjukkan bahwa pelatihan memiliki pengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan serta terhadap kepuasan kerja. Pengembangan karir tidakHasil menunjukkan bahwa pelatihan memiliki pengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan serta terhadap kepuasan kerja. Pengembangan karir tidak
ITSKHATULISTIWAITSKHATULISTIWA Motivasi kerja, disiplin, dan lingkungan kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Kompensasi kerja tidak memediasi pengaruh motivasiMotivasi kerja, disiplin, dan lingkungan kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Kompensasi kerja tidak memediasi pengaruh motivasi
JBE UPIYPTKJBE UPIYPTK This study aims to determine the effect of competence and work environment on state civil servants with work discipline as an intervening variable at theThis study aims to determine the effect of competence and work environment on state civil servants with work discipline as an intervening variable at the
Useful /
AMORFATIAMORFATI Secara keseluruhan, alat AI menawarkan peluang menjanjikan untuk meningkatkan pembelajaran penerjemahan ketika digunakan sebagai bagian dari kerangka pendidikanSecara keseluruhan, alat AI menawarkan peluang menjanjikan untuk meningkatkan pembelajaran penerjemahan ketika digunakan sebagai bagian dari kerangka pendidikan
AMORFATIAMORFATI Penelitian ini menyelidiki bagaimana praktik Assessment for Learning (AfL) dapat menjadi jembatan antara metode instruksional tradisional dan pengembanganPenelitian ini menyelidiki bagaimana praktik Assessment for Learning (AfL) dapat menjadi jembatan antara metode instruksional tradisional dan pengembangan
Tel-UTel-U Temuan penelitian ini dapat digunakan sebagai panduan untuk merumuskan strategi motivasi karyawan di institusi akademik. Penelitian ini menyimpulkan bahwaTemuan penelitian ini dapat digunakan sebagai panduan untuk merumuskan strategi motivasi karyawan di institusi akademik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa
UIN SUSKAUIN SUSKA Pada konteks adab murid terhadap guru sebenarnya di situ terletak hak seorang guru terhadap muridnya. Kemudian pada konteks kode etik guru Indonesia terdapatPada konteks adab murid terhadap guru sebenarnya di situ terletak hak seorang guru terhadap muridnya. Kemudian pada konteks kode etik guru Indonesia terdapat