UIN SUSKAUIN SUSKA

POTENSIA: Jurnal Kependidikan IslamPOTENSIA: Jurnal Kependidikan Islam

Guru dan murid sangat berperan penting dalam proses pendidikan. Peneliti mendapatkian permasalahan yaitu keprihatinan dan kegundahan peneliti terkait tentang menurunnya adab murid terhadap guru serta adanya guru yang tidak mematuhi kode etik sebagai seorang guru. Untuk mengatasi hal tersebut, peneliti berusaha menyadarkan tentang hubungan era tantara hak dan kewajiban yang saling mempengaruhi. Dalam hal ini adalah seorang guru. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan adab murid terhadap guru menurut Imam Ghazali dan kontekstualisasinya dengan kode etik guru Indonesia. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan (library research) yang dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi membaca literatur yang terkait dengan penelitian peneliti. Hasil penelitian berupa adanya hubungan yang sangat erat antara hak dan kewajiban. Dalam hal ini adalah seorang guru. Apabila seorang guru melaksanakan kewajibannya dengan baik maka seorang guru juga berhak mendapatkan haknya. Salah satu hak seorang guru adalah dihormati muridnya. Peneliti menganalisis bahwa ketika guru menjalankan kewajibannya dengan baik maka seorang guru juga mendapatkan haknya yaitu salah satunya dihormati muridnya. Sebaliknya, jikalau murid yang tidak hormat kepada gurunya, maka kemungkinan ada sebagian kewajiban sebagai seorang guru yang belum terlaksanakan.

Berdasarkan hasil analisis peneliti menyimpulkan bahwa terkait hubungan antara adab murid terhadap guru menurut Imam Ghazali dengan kode etik guru Indonesia yaitu didapatkan terkait hak dan kewajiban guru.Pada konteks adab murid terhadap guru sebenarnya di situ terletak hak seorang guru terhadap muridnya.Kemudian pada konteks kode etik guru Indonesia terdapat sebuah kewajiban seorang guru.Dari hasil analisis kedua konteks tersebut peneliti menyimpulkan bahwa kedua konteks tersebut mempunyai hubungan yaitu memuat hak dan kewajiban seorang guru.Pada hakikatnya adab murid terhadap guru adalah hak seorang guru.Jikalau seorang guru melaksanakan kewajibannya, maka seorang guru layak untuk mendapatkan haknya sebagai seorang guru.Peneliti menganalisis bahwa ketika guru menjalankan kewajibannya dengan baik maka seorang guru juga mendapatkan haknya yaitu salah satunya dihormati muridnya.Sebaliknya, jikalau murid yang tidak hormati kepada gurunya, maka kemungkinan ada sebagian kewajiban guru yang belum terlaksana.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara adab murid terhadap guru menurut Imam Ghazali dengan kode etik guru Indonesia, dengan mempertimbangkan aspek-aspek seperti budaya, konteks sosial, dan perkembangan zaman. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi lebih lanjut tentang implementasi kode etik guru dalam praktik sehari-hari, serta dampak dari adab murid terhadap guru terhadap kualitas pendidikan dan hubungan guru-murid. Terakhir, penelitian juga dapat dilakukan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi adab murid terhadap guru, seperti peran keluarga, lingkungan sosial, dan sistem pendidikan.

  1. Relevansi Konsep Pendidikan Agama Islam Al-Ghazali terhadap Pendidikan Islam Kontemporer | Lubis | Jurnal... doi.org/10.30596/jppp.v3i2.11920Relevansi Konsep Pendidikan Agama Islam Al Ghazali terhadap Pendidikan Islam Kontemporer Lubis Jurnal doi 10 30596 jppp v3i2 11920
  2. Adab Murid Terhadap Guru Dalam Perspektif Hadits | TARQIYATUNA: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Madrasah... doi.org/10.36769/tarqiyatuna.v1i2.261Adab Murid Terhadap Guru Dalam Perspektif Hadits TARQIYATUNA Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Madrasah doi 10 36769 tarqiyatuna v1i2 261
Read online
File size319.24 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test