AMORFATIAMORFATI
International Journal of Post Axial: Futuristic Teaching and LearningInternational Journal of Post Axial: Futuristic Teaching and LearningPenelitian ini menyelidiki bagaimana praktik Assessment for Learning (AfL) dapat menjadi jembatan antara metode instruksional tradisional dan pengembangan agen siswa di kelas kontemporer. Menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, penelitian ini menyelidiki cara-cara di mana strategi penilaian formatif - seperti umpan balik, penilaian diri, dan pengaturan tujuan - mengubah dinamika guru-siswa dan memberdayakan pembelajar untuk mengambil peran aktif dalam proses pembelajaran mereka. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi kelas, dan analisis dokumen di berbagai konteks sekolah. Temuan mengungkapkan bahwa AfL tidak hanya meningkatkan prestasi akademik tetapi juga memperkuat motivasi siswa, metacognition, dan otonomi. Guru yang mengintegrasikan praktik AfL ke dalam instruksinya mencatat peningkatan keterlibatan siswa dan trajektor belajar yang lebih jelas. Namun, tantangan sistemik seperti standar kurikulum yang kaku dan kebijakan penilaian menghambat implementasi penuh AfL. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan profesional guru AfL yang efektif, dukungan berkelanjutan, dan pergeseran budaya menuju pedagogi yang berpusat pada pembelajar diperlukan. Temuan ini menawarkan implikasi untuk kebijakan pendidikan, praktik kelas, dan program pelatihan guru yang bertujuan untuk meningkatkan baik hasil belajar maupun pemberdayaan siswa.
Penelitian ini menekankan potensi transformasional Assessment for Learning (AfL) sebagai kerangka pedagogis yang tidak hanya meningkatkan hasil akademik tetapi juga memupuk agen siswa.Temuan mengungkapkan bahwa ketika guru mengadopsi strategi penilaian formatif - seperti loop umpan balik, penilaian peer, dan pengaturan tujuan - siswa mulai mengambil lebih banyak kepemilikan atas pembelajaran mereka.Daripada tetap menjadi penerima pasif instruksi, pembelajar berevolusi menjadi peserta aktif yang merefleksikan, mengevaluasi, dan merencanakan kemajuan mereka dalam kolaborasi dengan guru mereka.Perubahan seperti itu menunjukkan bahwa AfL dapat menjadi katalis untuk keterlibatan dan motivasi yang lebih dalam.Selain itu, penelitian ini menekankan pentingnya pengembangan profesional dan dukungan institusional dalam menerapkan praktik AfL dengan sukses.Guru yang diberikan pelatihan berkelanjutan dan lingkungan belajar kolaboratif menunjukkan kepercayaan diri dan kreativitas yang lebih besar dalam merancang penilaian yang selaras dengan tujuan kurikulum dan kebutuhan siswa.Namun, tantangan tetap ada, terutama di sekolah-sekolah di mana budaya tes berisiko tinggi berlaku, membatasi ruang untuk berkembangnya penilaian formatif.Oleh karena itu, reformasi sistemik diperlukan untuk menyelaraskan kebijakan dengan inovasi pedagogis.Wawasan kritis lainnya dari penelitian ini adalah kebutuhan untuk memandang penilaian bukan hanya sebagai alat untuk mengukur kinerja tetapi sebagai proses integral dalam perjalanan belajar.Dengan mempromosikan refleksi diri, metacognition, dan dialog, AfL memungkinkan siswa memahami dengan lebih baik bagaimana mereka belajar dan apa yang perlu mereka perbaiki.Pergeseran mindset ini - baik bagi pendidik maupun pembelajar - penting untuk menjauh dari model pendidikan yang didorong kepatuhan menuju model yang lebih humanistik dan pemberdayaan.Kesimpulannya, menjembatani kesenjangan antara instruksi dan agen siswa melalui AfL menuntut lebih dari penyesuaian teknis.itu memerlukan pergeseran budaya dalam cara kita memandang pembelajaran dan penilaian.Pemimpin pendidikan harus mendukung praktik formatif, berinvestasi dalam pembangunan kapasitas guru, dan menumbuhkan lingkungan di mana suara dan pilihan siswa menjadi prioritas.Hanya melalui upaya holistik seperti itu AfL dapat merealisasikan potensi penuhnya dalam menciptakan kelas yang inklusif, adil, dan berpusat pada pembelajar.
Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk menyelidiki peran teknologi dalam memfasilitasi implementasi AfL yang lebih luas dan efektif. Bagaimana teknologi dapat digunakan untuk memberikan umpan balik yang lebih cepat dan personal kepada siswa, dan bagaimana hal ini dapat meningkatkan keterlibatan dan motivasi mereka? Selain itu, penting untuk mengeksplorasi cara-cara di mana AfL dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum secara lebih sistematis, dengan mempertimbangkan tantangan waktu dan tekanan kurikulum. Bagaimana kita dapat merancang kurikulum yang memungkinkan guru untuk menerapkan AfL tanpa mengorbankan cakupan materi? Akhirnya, penelitian lebih lanjut dapat berfokus pada peran kepemimpinan sekolah dalam mendukung budaya belajar yang berpusat pada siswa. Bagaimana pemimpin sekolah dapat menciptakan lingkungan yang mendorong inovasi dan eksperimen dengan praktik AfL, dan bagaimana hal ini dapat meningkatkan hasil belajar dan pemberdayaan siswa?.
| File size | 409.02 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
AMORFATIAMORFATI Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi guru dan siswa terhadap penggunaan media video animasi dalam pembelajaran fiqih di Madrasah SalafiyahPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi guru dan siswa terhadap penggunaan media video animasi dalam pembelajaran fiqih di Madrasah Salafiyah
IOINFORMATICIOINFORMATIC Pendidikan di Sekolah Dasar merupakan fondasi penting untuk membentuk keterampilan, pengetahuan serta karakter anak. Pembelajaran kebudayaan di tingkatPendidikan di Sekolah Dasar merupakan fondasi penting untuk membentuk keterampilan, pengetahuan serta karakter anak. Pembelajaran kebudayaan di tingkat
JOURNAL GEHUJOURNAL GEHU Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua siswa dalam kelompok eksperimen mengalami peningkatan kepercayaan diri dari kategori rendah menjadi kategori tinggiHasil penelitian menunjukkan bahwa semua siswa dalam kelompok eksperimen mengalami peningkatan kepercayaan diri dari kategori rendah menjadi kategori tinggi
SCADINDEPENDENTSCADINDEPENDENT Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) di perguruan tinggi keagamaan Islam berdasarkan KerangkaPenelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) di perguruan tinggi keagamaan Islam berdasarkan Kerangka
SEMBILANPEMUDASEMBILANPEMUDA Metode yang digunakan mencakup studi literatur, survei terhadap pendidik dan siswa, serta analisis studi kasus dari lembaga pendidikan yang telah berhasilMetode yang digunakan mencakup studi literatur, survei terhadap pendidik dan siswa, serta analisis studi kasus dari lembaga pendidikan yang telah berhasil
SARI MUTIARASARI MUTIARA Sumber data yang digunakan dalam Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah sumber data primer yang langsung diperoleh dari siswa. Tim pelaksana PkM ini terdiriSumber data yang digunakan dalam Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah sumber data primer yang langsung diperoleh dari siswa. Tim pelaksana PkM ini terdiri
STKIP JBSTKIP JB Terwujudnya pengelolaan tata kelola lingkungan dalam pembangunan Kabupaten Jombang dengan cara cerdas berbasis tehnologi dengan memperhatikan faktor lingkunganTerwujudnya pengelolaan tata kelola lingkungan dalam pembangunan Kabupaten Jombang dengan cara cerdas berbasis tehnologi dengan memperhatikan faktor lingkungan
STKIP JBSTKIP JB Kegiatan PKM telah menghasilkan produk media pembelajaran berbasis Augmented Reality untuk siswa kelas 4 dengan materi bangun ruang kubus dan balok. KuruKegiatan PKM telah menghasilkan produk media pembelajaran berbasis Augmented Reality untuk siswa kelas 4 dengan materi bangun ruang kubus dan balok. Kuru
Useful /
AMORFATIAMORFATI Secara keseluruhan, koordinasi lintas sekolah memainkan peran penting dalam meningkatkan kinerja tim dan memperkuat kapasitas institusional di lingkunganSecara keseluruhan, koordinasi lintas sekolah memainkan peran penting dalam meningkatkan kinerja tim dan memperkuat kapasitas institusional di lingkungan
SCADINDEPENDENTSCADINDEPENDENT Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan implementasi perbandingan evaluasi hasil belajar yang diterapkan di MTsN 1 Medan menggunakan kurikulum 2013Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan implementasi perbandingan evaluasi hasil belajar yang diterapkan di MTsN 1 Medan menggunakan kurikulum 2013
SCADINDEPENDENTSCADINDEPENDENT Ide-ide al‑Qabisi mengenai metode hukuman fisik bagi siswa saat ini masih kurang dipahami, diakui, dan diimplementasikan oleh pendidik dalam sistem lembagaIde-ide al‑Qabisi mengenai metode hukuman fisik bagi siswa saat ini masih kurang dipahami, diakui, dan diimplementasikan oleh pendidik dalam sistem lembaga
SCADINDEPENDENTSCADINDEPENDENT Keterbatasan penelitian meliputi jumlah sampel yang terbatas dan penggunaan metode penilaian self-report yang rentan bias. Gaya belajar visual memilikiKeterbatasan penelitian meliputi jumlah sampel yang terbatas dan penggunaan metode penilaian self-report yang rentan bias. Gaya belajar visual memiliki