BDKJAKARTABDKJAKARTA

Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan JakartaWawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas workshop peningkatan kemampuan penyusunan perencanaan pembelajaran bermuatan Literasi Keagamaan Lintas Budaya (LKLB) bagi guru‑guru di Kota Malang menggunakan model evaluasi Kirkpatrick. Metode penelitian yang digunakan adalah evaluatif dengan pendekatan mixed methods, mencakup empat level evaluasi Kirkpatrick: reaksi, pembelajaran, perilaku, dan hasil. Sumber data penelitian ini adalah 30 guru dari beberapa sekolah dan madrasah di Kota Malang yang dipilih melalui teknik purposive sampling, dengan kriteria pengalaman mengajar minimal tiga tahun dan keterlibatan dalam praktik pembelajaran berbasis keberagaman. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test, observasi, wawancara, refleksi harian, serta survei siswa dan kepala sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada level reaksi, lebih dari 90% peserta merasa puas terhadap pelaksanaan workshop. Pada level pembelajaran, terjadi peningkatan signifikan dalam pemahaman konsep LKLB, dengan skor post-test yang jauh lebih tinggi dibandingkan pre-test (p < 0,05). Pada level perilaku, guru mulai mengimplementasikan pembelajaran inklusif berbasis LKLB di kelas. Sementara pada level hasil, siswa melaporkan suasana kelas yang lebih inklusif, menghargai perbedaan, dan partisipatif. Faktor pendukung keberhasilan workshop meliputi motivasi tinggi peserta dan desain pelatihan berbasis praktik reflektif, sedangkan kendala utama adalah keterbatasan waktu dan variasi kemampuan awal peserta.

Berdasarkan evaluasi workshop peningkatan kemampuan penyusunan perencanaan pembelajaran bermuatan Literasi Keagamaan Lintas Budaya (LKLB) pada guru-guru di Kota Malang dengan menggunakan model Kirkpatrick, dapat disimpulkan bahwa pelatihan dalam meningkatkan kompetensi profesional guru pada keempat level evaluasi.Pada level reaksi, para peserta menunjukkan tingkat kepuasan yang sangat tinggi.Pada level pembelajaran, terjadi peningkatan signifikan dalam pemahaman konsep LKLB dan kemampuan menyusun RPP nilai-nilai keberagaman.Pada level perilaku, guru mulai mengimplementasikan pembelajaran inklusif berbasis LKLB di kelas reflektif.Sedangkan pada level hasil, siswa merasakan manfaat pembelajaran yang lebih menghargai perbedaan, dengan iklim kelas yang lebih terbuka dan toleran.

Penelitian selanjutnya dapat memusatkan perhatian pada (1) bagaimana kebijakan pelatihan berkelanjutan melalui modul digital dapat memperdalam penerapan LKLB di sekolah menengah, (2) mengevaluasi dampak jangka panjang penggunaan platform kolaboratif daring bagi guru dalam menyusun dan berbagi skenario pembelajaran LKLB, dan (3) menganalisis hubungan antara tingkat kemahiran guru dalam integrasi LKLB dan hasil perolehan nilai akademik siswa dalam mata pelajaran humaniora, sehingga dapat dipertimbangkan penyesuaian kurikulum berbasis bukti.

  1. Peran Guru Sebagai Agen Pembaharu dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran yang Inovatif di Sekolah Dasar... jonedu.org/index.php/joe/article/view/806Peran Guru Sebagai Agen Pembaharu dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran yang Inovatif di Sekolah Dasar jonedu index php joe article view 806
Read online
File size1.24 MB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test