AINARAPRESSAINARAPRESS

Jurnal Evaluasi dan Kajian Strategis Pendidikan DasarJurnal Evaluasi dan Kajian Strategis Pendidikan Dasar

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penghambat pembelajaran membaca permulaan pada siswa kelas 2 yang meliputi faktor guru, siswa, dan proses pembelajaran. Penelitian ini dilakukan di SDN 19 Woja Kelurahan Simpasai Dompu. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kualitatif deskriptif. Informan yang menjadi fokus penelitian ini yaitu guru wali kelas, siswa dan orang tua siswa. Dengan pengambilan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi. Berdasarkan hasil analisis data melalui hasil dan pembahasan, penelitian ini menunjukkan tes membaca permulaan pada 18 orang siswa yang ada di kelas 2, terdapat 6 orang siswa yang sudah lancar membaca, 10 orang masih terbata-bata dan 2 orang masih mengenal huruf hanya beberapa siswa yang mampu membaca dan ada beberapa siswa yang belum mampu membaca. Faktor yang menghambat pembaca permulaan siswa di kelas 2 yaitu faktor anak yang belum mengenal huruf (daya ingat yang lemah) dan kurangnya bimbingan orang tua di rumah. Solusi untuk mengatasi kesulitan dalam membaca permulaan yaitu guru kelas lebih memprioritaskan memberikan pelatihan khusus anak-anak yang mengalami kesulitan, hubungan kerjasama yang baik antara guru dan orang tua siswa, selalu memantau anak dalam belajar membaca, minat siswa harus dikembangkan dan dilatih terus menerus.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa dari 18 siswa kelas 2 SDN 19 Woja, 6 siswa memiliki kemampuan membaca permulaan yang cukup baik, 10 siswa masih terbata-bata, dan 2 siswa masih mengenal huruf.Kesulitan membaca permulaan pada siswa disebabkan oleh kesulitan mengidentifikasi bunyi huruf, membedakan bentuk huruf, melafalkan huruf, menyusun kata, dan kurangnya konsentrasi.Faktor penghambat tersebut berasal dari faktor internal (intelektual) dan eksternal (lingkungan sekolah dan keluarga).

Berdasarkan hasil penelitian, perlu dilakukan pengembangan media pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif untuk meningkatkan minat baca siswa. Penelitian lanjutan dapat difokuskan pada pengembangan model pembelajaran membaca permulaan yang disesuaikan dengan karakteristik siswa dan lingkungan sekolah. Selain itu, penting untuk meningkatkan kolaborasi antara guru dan orang tua dalam memantau perkembangan kemampuan membaca siswa di rumah, misalnya melalui pelatihan parenting atau program membaca bersama. Penelitian lebih lanjut juga dapat menggali lebih dalam mengenai peran lingkungan keluarga dan sosial dalam membentuk kebiasaan membaca siswa, serta mencari solusi untuk mengatasi permasalahan kurangnya dukungan orang tua terhadap kegiatan membaca anak.

Read online
File size256.48 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test