UMGUMG

Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri ProduksiMatrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi

Industri manufaktur kaleng memiliki konsumsi energi yang tinggi serta potensi risiko sosial bagi pekerja, sehingga evaluasi keberlanjutan menjadi penting untuk meningkatkan kinerja produksi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hotspot lingkungan dan risiko sosial pada lima lini produksi di industri manufaktur kaleng. Metode yang digunakan adalah integrasi Life Cycle Assessment (LCA) dan Social Life Cycle Assessment (S-LCA) dengan batasan sistem cradle-to-gate. Hasil analisis LCA menunjukkan bahwa tindakan perawatan pada lini Auto 307 mampu menurunkan konsumsi energi dari 329 kWh menjadi 266 kWh per shift, sehingga emisi karbon berkurang dari 270 kg CO₂-eq menjadi 218 kg CO₂-eq atau sebesar 19,25%. Sementara itu, hasil S-LCA menunjukkan bahwa aspek Hubungan Masyarakat memperoleh skor tertinggi sebesar 0,250, diikuti Tanggung Jawab Sosial (0,248), Hak Pekerja (0,236), dan K3 (0,234). Hasil ini menunjukkan bahwa integrasi LCA dan S-LCA mampu memberikan evaluasi komprehensif untuk meningkatkan kinerja keberlanjutan industri manufaktur kaleng.

Penelitian ini menilai aspek keberlanjutan perusahaan dengan analisis Life Cycle Assessment (LCA) dan aspek sosial melalui Social-Life Cycle Assessment (S-LCA).Pada aspek lingkungan, hasil LCA menunjukkan bahwa perawatan mesin Auto 307 berupa peningkatan frekuensi dan volume pelumasan terbukti mampu menurunkan konsumsi energi secara signifikan.Penggunaan listrik berkurang dari 329 kWh menjadi 266 kWh dalam satu shift, yang kemudian menurunkan emisi karbon dari 270 kg CO₂-eq menjadi 218 kg CO₂-eq.Temuan ini menunjukkan bahwa perbaikan teknis sederhana pada tahap proses produksi memberikan dampak positif yang nyata terhadap efisiensi energi dan penurunan beban lingkungan.Pada aspek sosial, hasil S-LCA yang diperoleh dari kuesioner pekerja, wawancara manajerial, dan wawancara masyarakat menunjukkan bahwa perusahaan memiliki performa sosial yang cukup baik, terutama pada aspek hubungan dengan masyarakat dan tanggung jawab sosial.Pekerja dan manajerial memiliki persepsi yang relatif sejalan, yaitu bahwa fasilitas K3 sudah tersedia, pekerja menerima haknya dengan cukup baik, dan perusahaan menjalankan kegiatan sosial kepada warga sekitar.Namun, beberapa aspek masih memerlukan perhatian, seperti penguatan kerja, evaluasi kepatuhan K3, peningkatan efektivitas komunikasi internal, serta perbaikan respons terhadap keluhan masyarakat terkait kebisingan.

Berdasarkan temuan penelitian, beberapa rekomendasi diajukan. Pada aspek lingkungan, perusahaan perlu melanjutkan optimalisasi pelumasan mesin dan memastikan pemantauan konsumsi energi dilakukan secara rutin untuk menjaga stabilitas kinerja mesin. Pada aspek sosial, diperlukan peningkatan implementasi K3 melalui pengawasan yang lebih konsisten, mekanisme penyampaian keluhan pekerja yang lebih efektif, serta pengurangan kebisingan operasional yang menjadi keluhan utama masyarakat. Program CSR yang telah berjalan dapat diperluas menjadi kegiatan berkelanjutan agar memiliki dampak sosial jangka panjang. Selain itu, perusahaan disarankan memperkuat komunikasi formal dengan masyarakat untuk memperbaiki hubungan dan meningkatkan penerimaan sosial. Temuan penelitian ini dapat menjadi dasar pengembangan strategi keberlanjutan perusahaan yang lebih terarah pada bidang lingkungan maupun sosial.

Read online
File size810.54 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test