UMGUMG

Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri ProduksiMatrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi

Efektivitas koordinasi antar aktor dalam logistik kemanusiaan menjadi tantangan utama, terutama pada situasi darurat seperti bencana alam. Kompleksitas sistem distribusi bantuan sering kali menimbulkan konflik dan pemborosan sumber daya apabila tidak dikelola dengan baik. Sebagian besar organisasi kemanusiaan masih berfokus pada pemetaan risiko banjir dan pemodelan aset secara terpisah tanpa analisis koordinasi yang menyeluruh. Penelitian ini bertujuan menilai efektivitas koordinasi antar aktor melalui integrasi pendekatan Agent-Based Simulation (ABS) dan System Dynamics (SD). Integrasi kedua metode ini menggabungkan pendekatan bottom-up dan top-down untuk membentuk model hibrida yang memungkinkan pertukaran informasi antar subsistem. Hasil simulasi menunjukkan bahwa model hibrida ABM–SD dapat meningkatkan efisiensi distribusi bantuan, mempercepat waktu tanggap, mengurangi kelebihan stok di pusat distribusi, serta menekan tingkat penderitaan korban terdampak bencana.

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan sebuah blueprint model konseptual berbasis hybrid simulation yang mengintegrasikan Agent-Based Simulation (ABS) dan System Dynamics (SD) untuk merepresentasikan koordinasi logistik kemanusiaan.Intergasi ini memungkinkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai interaksi antar-aktor, dinamika permintaan – survivor, distribusi logistic, serta potensi timbulnya konfilk sosial akibat ketidakseimbangannya supply dan demand.Model yang dikembangkan menjelaskan peran utama setiap agen, survivor, POD, DC, dan kendaraan—beserta pola koordinasi yang terjadi pada empat skenario.Koordinasi Pergerakan Survivor, Koordinasi Vertikal, Koordinasi Horizontal, dan Koordinasi Vertikal–Horizontal.Setiap skenario dirancang untuk menangkap tantangan nyata dalam logistik banjir, khususnya terkait keterlambatan distribusi, keterbatasan stok, kesenjangan antarwilayah, dan ketidakmerataan distribusi, sehingga memberikan pendekatan struktural untuk memahami kompleksitas sistem logistik kemanusiaan secara lebih komprehensif.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengimplementasikan model ini ke dalam lingkungan simulasi nyata, melakukan validasi dengan data empiris, dan mengeksplorasi berbagai skenario kebencanaan. Dengan demikian, model ini dapat mendukung pengambilan keputusan yang lebih efektif dalam koordinasi logistik kemanusiaan pada bencana banjir. Selain itu, penelitian selanjutnya dapat mengembangkan model simulasi yang lebih komprehensif dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti perubahan iklim, ketersediaan sumber daya, dan dinamika sosial-ekonomi yang kompleks.

Read online
File size671.51 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test