UMGUMG

Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri ProduksiMatrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi

Penelitian ini menganalisis dampak lingkungan produksi sepatu kulit di UMKM XYZ melalui integrasi Value Stream Mapping (VSM), Life Cycle Assessment (LCA), dan Material Flow Analysis (MFA). Pendekatan terpadu digunakan untuk mengidentifikasi pemborosan proses, hotspot dampak lingkungan, dan ketidakefisienan aliran material. Hasil menunjukkan bahwa pemotongan bahan memberikan kontribusi dampak terbesar (61,82%), diikuti penjahitan (16,15%), finishing (15,57%), perakitan (5,65%), dan perancangan (0,80%). Analisis LCA menghasilkan dampak global warming sebesar 123,83 kg CO₂-eq (±0,41 kg CO₂-eq per pasang), ozone formation 5,35 kg NOx-eq, dan human toxicity air 5,35 kg VOCs-eq. Pemanfaatan 64 kg limbah kulit dan 45 kg limbah karet menjadi produk bernilai tambah efektif meningkatkan keuntungan sebesar 110%, dari Rp1.185.000 menjadi Rp2.490.000. Rekomendasi meliputi optimalisasi pola pemotongan, pemanfaatan limbah berbasis circular economy, dan efisiensi energi pada tahap finishing. Integrasi VSM–LCA–MFA terbukti meningkatkan efisiensi material sekaligus mendukung keberlanjutan produksi.

Penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi metode VSM, LCA, dan MFA memberikan gambaran komprehensif terhadap efisiensi proses dan dampak lingkungan pada produksi sepatu kulit di UMKM XYZ.Tahap pemotongan bahan menjadi penyumbang utama emisi dan pemborosan material, sedangkan analisis LCA mengidentifikasi pemanasan global, pembentukan ozon troposfer, dan toksisitas udara sebagai dampak lingkungan utama akibat penggunaan energi dan bahan kimia.Pemanfaatan limbah dari proses pemotongan menjadi produk bernilai tambah terbukti menurunkan dampak lingkungan sekaligus meningkatkan keuntungan hingga dua kali lipat.

Pertama, perlu diteliti penerapan teknologi pemotongan digital berbasis artificial intelligence untuk mengoptimalkan pola pemotongan kulit secara real-time dan mengurangi limbah lebih jauh di UMKM sepatu kulit. Kedua, sebaiknya dikaji pemanfaatan limbah kulit dan karet dalam pembuatan produk fungsional baru seperti material konstruksi ringan atau kemasan biodegradable, untuk memperluas nilai tambah ekonomi dan lingkungan. Ketiga, perlu dilakukan penelitian tentang integrasi sumber energi terbarukan, seperti panel surya, pada proses finishing untuk mengurangi ketergantungan pada listrik konvensional dan menekan emisi gas rumah kaca secara signifikan. Studi-studi ini dapat memperdalam penerapan ekonomi sirkular dan produksi berkelanjutan di skala UMKM, sekaligus memberikan model yang dapat direplikasi di sektor industri kecil lainnya. Pengembangan ini juga harus mengevaluasi kelayakan ekonomi dan teknis dari masing-masing solusi dalam jangka panjang. Dengan pendekatan terpadu antara teknologi, desain produk baru, dan energi bersih, UMKM dapat menjadi pelaku industri hijau yang mandiri. Penelitian lanjutan sebaiknya dilakukan secara kolaboratif antara akademisi dan pelaku usaha untuk memastikan relevansi dan implementasi nyata. Fokus pada aspek kemudahan adopsi oleh pelaku UMKM sangat penting agar solusi tetap praktis dan berkelanjutan. Pengujian lapangan dalam waktu tertentu akan memberikan data valid mengenai efektivitas solusi. Pendekatan holistik seperti ini dapat menjadi fondasi sistem produksi yang ramah lingkungan dan ekonomis di sektor manufaktur skala kecil.

Read online
File size903.53 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test