UMGUMG

Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri ProduksiMatrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi

Penelitian ini bertujuan untuk menyusun rencana kapasitas produksi tensioner assy di PT XYZ Karawang Jawa Barat, sehingga mampu memenuhi permintaan konsumen sesuai jadwal. Data koleksi selama periode Juli 2023 hingga Juni 2024, berfokus pada dampak fluktuasi permintaan, kecukupan kapasitas terhadap Master Production Schedule (MPS), dan keterbatasan sumber daya utama. Sebelum perbaikan, terjadi pemborosan berupa keterlambatan pengiriman sebesar 10% yang disebabkan oleh fluktuasi permintaan, ketidaksesuaian antara kapasitas produksi tersedia dan kebutuhan MPS, serta keterbatasan sumber daya utama (downtime mesin, bottleneck pada stasiun pengelasan, dan variasi hari kerja). Perbaikan menggunakan metode Rough-Cut Capacity Planning (RCCP) efektif berhasil mengurangi pemborosan dengan cara menggunakan teknik peramalan yang lebih akurat (weighted moving average), optimalisasi kapasitas produksi dengan penambahan shift kerja, pengurangan downtime mesin dengan pemeliharaan terjadwal, optimalisasi tenaga kerja melalui pelatihan dan redistribusi, dan penerapan strategi hari kerja yang lebih fleksibel.

Kapasitas tersedia tidak cukup untuk memenuhi MPS pada sebagian besar bulan (November 2023–Juni 2024), kecuali pada Juli–Oktober 2023.Variasi hari kerja dengan hari kerja rendah memperburuk ketidaksesuaian, terutama pada bulan dengan hari kerja terbatas.RCCP menunjukkan bahwa kapasitas produksi tidak sepenuhnya sesuai dengan MPS pada periode puncak dan bulan dengan hari kerja terbatas.

Untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi keterlambatan pengiriman, disarankan untuk menerapkan strategi perencanaan kapasitas yang lebih responsif. Hal ini dapat dilakukan dengan mengoptimalkan kapasitas produksi melalui penambahan shift kerja, mengurangi downtime mesin dengan pemeliharaan terjadwal, dan menerapkan strategi hari kerja yang lebih fleksibel. Selain itu, redistribusi tenaga kerja dan pelatihan operator dapat mengurangi bottleneck dan meningkatkan produktivitas. Perlu juga mempertimbangkan penyesuaian Master Production Schedule (MPS) agar lebih selaras dengan permintaan aktual, meskipun memerlukan investasi awal. Dengan demikian, dapat meningkatkan efisiensi, menghilangkan keterlambatan pengiriman, dan mengoptimalkan sumber daya.

Read online
File size966.14 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test