UNESAUNESA

Jurnal Rekayasa MesinJurnal Rekayasa Mesin

Proses dismantling chimney memerlukan sistem pengangkatan yang aman dan andal, di mana lifting lug berperan sebagai komponen utama dalam mentransfer beban ke alat angkat. Kegagalan desain lifting lug dapat menimbulkan risiko keselamatan yang tinggi selama proses pengangkatan struktur bertingkat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekuatan struktural desain lifting lug pada proses dismantling chimney secara bertahap menggunakan metode Finite Element Analysis (FEA). Chimney dibagi menjadi tiga kondisi pembebanan yang merepresentasikan perbedaan massa segmen, yaitu segmen 1–5, 6–14, dan 15–23. Analisis dilakukan menggunakan SolidWorks Simulation dengan material baja struktural ASTM A36 dan asumsi pembebanan statis. Parameter hasil yang dianalisis meliputi tegangan Von Mises, regangan Von Mises, dan deformasi total. Hasil simulasi menunjukkan tegangan Von Mises maksimum masing-masing sebesar 76,85 MPa, 101,8 MPa, dan 81,62 MPa, yang semuanya berada di bawah batas luluh material sebesar 250 MPa. Regangan maksimum yang terjadi masih berada dalam rentang elastis, dengan nilai tertinggi sebesar 77,97 MPa. Deformasi total maksimum yang diperoleh tetap kecil, kurang dari 0,6 mm pada semua kondisi pembebanan. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa desain lifting lug yang dianalisis aman dan memiliki kekuatan struktural yang memadai untuk digunakan pada proses dismantling chimney secara bertahap.

Berdasarkan hasil analisis Finite Element Analysis (FEA) terhadap desain lifting lug pada proses dismantling chimney, dapat disimpulkan bahwa lifting lug yang dianalisis mampu menahan beban angkat secara aman pada seluruh tahapan pembongkaran.Simulasi menunjukkan bahwa tegangan Von Mises maksimum terjadi pada segmen 6–14 sebesar 101,8 MPa, lebih tinggi dibandingkan segmen 1–5 sebesar 76,85 MPa dan segmen 15–23 sebesar 81,62 MPa, namun seluruh nilai tersebut masih berada di bawah batas luluh material ASTM A36 sebesar 250 MPa.Analisis regangan Von Mises menunjukkan nilai maksimum sebesar 77,97 MPa pada segmen 6–14, dengan indikasi tidak terjadinya deformasi plastis pada segmen ini.Selain itu, hasil analisis deformasi total menunjukkan perpindahan maksimum yang relatif kecil, yaitu masing-masing sebesar 0,5794 mm, 0,4374 mm, dan 0,4646 mm, sehingga dapat disimpulkan bahwa desain lifting lug memiliki kekakuan yang memadai dan aman digunakan pada proses dismantling chimney.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pemahaman dan keandalan proses dismantling chimney. Pertama, perlu dilakukan analisis dinamis untuk mempertimbangkan pengaruh beban dinamis, seperti getaran dan percepatan, terhadap respons struktural lifting lug. Hal ini akan memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai kinerja lifting lug dalam kondisi operasional yang sebenarnya. Kedua, analisis interaksi antara lifting lug dengan sling dan perangkat angkat lainnya dapat dilakukan untuk mengidentifikasi potensi kegagalan akibat kesalahan pemasangan atau penggunaan komponen yang tidak sesuai. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan material lifting lug yang lebih kuat dan tahan terhadap korosi, sehingga dapat meningkatkan umur pakai dan keandalan komponen tersebut. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh desain lifting lug yang lebih optimal dan aman untuk digunakan dalam proses dismantling chimney, serta berkontribusi pada peningkatan keselamatan dan efisiensi operasional di industri konstruksi.

  1. Finite Element Analysis and Optimization Design of Automobile Exhaust Pipe Lifting Lugs. finite element... clausiuspress.com/article/7558.htmlFinite Element Analysis and Optimization Design of Automobile Exhaust Pipe Lifting Lugs finite element clausiuspress article 7558 html
Read online
File size549.61 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test