ALJAMIAHALJAMIAH

Al-Jami'ah: Journal of Islamic StudiesAl-Jami'ah: Journal of Islamic Studies

Peran ilmuwan Nīshāpūr abad pertengahan dalam pembentukan ortodoksi Sunni di abad 10 – 11 masehi masih jarang dibahas. Kebanyakan sarjana yang ada lebih banyak memperhatikan sejarah lokal Nīshāpūr dan bagian lain dari dunia muslim di timur atau menekankan pada kontribusi sarjana asal Baghdād dimasa puncak formasi mazhab Sunni, dimana lebih sering dianggap sebagai Sunni ortodoks daripada kawan mereka di Nishāpūr dan kota lain di timur. Oleh karena itu, artikel ini berusaha untuk menunjukkan bahwa sarjana muslim dari Nishāpūr berkontribusi pada pengembangan pemikiran Sunni di abad pertengahan melalui kajian mendalam pembangunan strategis intelektual dan karya dari sarjana Nishāpūr dalam mengatasi tantangan lokal. Mereka membangun jaringan intelektual dan berusaha mengintegrasikan hukum dan teologi dalam Islam dengan masalah lokalitas, yang mana kontribusi khasnya berpengaruh dalam tradisi teologi Sunni. Melalui usahanya ini, jaringan intelektual dan harmonisasi fiqh dan kalam, mereka tidak hanya mengatasi persoalan lokal tetapi juga melengkapinya dengan seperangkat intelektual untuk mendorong batas-batas dalam tradisi Sunni di abad pertengahan.

Nīshāpūr, sebagai salah satu kota utama di dunia Muslim timur, memberikan tantangan sekaligus peluang bagi para sarjana Sunni pada abad ke-10 dan ke-11.Mereka menghadapi gerakan keagamaan sesat, oposisi dari kelompok hukum dan teologis yang berbeda, serta tantangan dari kelompok dan individu mistik yang mengancam keberadaan Sunni di Nīshāpūr.Untuk mengatasi permasalahan ini, para sarjana Sunni mengambil dua strategi utama, yaitu membangun jaringan intelektual dengan ulama Sunni di Bagdad, Kairo, atau kota-kota lain, dan mengkontekstualisasikan pengetahuan yang diperoleh untuk merespons tantangan di Nīshāpūr dengan mengajarkan Al-Quran, hadis, dan hukum Islam.dan mengembangkan ajaran mistik yang berbeda dari ajaran yang ada pada saat itu.

Penelitian selanjutnya dapat menggali lebih dalam tentang bagaimana para ulama Nīshāpūr memediasi konflik antara kelompok-kelompok Sunni yang berbeda, seperti antara mazhab Hanafi dan Syafii, serta dampaknya terhadap stabilitas sosial dan politik kota. Studi lebih lanjut juga diperlukan untuk memahami bagaimana jaringan intelektual ulama Nīshāpūr terhubung dengan pusat-pusat pembelajaran Islam lainnya, seperti Baghdad dan Kairo, serta bagaimana pertukaran ide ini memengaruhi perkembangan pemikiran Islam secara lebih luas. Selain itu, penting untuk meneliti lebih jauh tentang metode pengajaran dan kurikulum yang digunakan oleh madrasah-madrasah di Nīshāpūr, termasuk peran ilmu kalam dan tasawuf dalam pendidikan agama, serta bagaimana hal ini berkontribusi pada pembentukan identitas keagamaan dan intelektual para sarjana Sunni.

  1. Nīshāpūrī Scholars in The Formation of Sunnī Scholarship in The Eleventh Century | Widigdo | Al-Jami'ah:... aljamiah.or.id/index.php/AJIS/article/view/55207NshApr Scholars in The Formation of Sunn Scholarship in The Eleventh Century Widigdo Al Jamiah aljamiah index php AJIS article view 55207
  1. #sejarah lokal#sejarah lokal
  2. #sejarah lokal nshpr#sejarah lokal nshpr
Read online
File size997.84 KB
Pages36
Short Linkhttps://juris.id/p-Wj
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test