TEFLINTEFLIN

TEFLIN JournalTEFLIN Journal

Teknologi digital dan internet telah merevolusi cara orang mengumpulkan informasi serta memperoleh pengetahuan baru. Dengan satu klik atau sentuhan pada layar, siapa saja yang terhubung ke internet dapat mengakses beragam informasi, mulai dari buku, puisi, artikel, grafis, animasi, dan lain‑lain. Pendidikan harus beradaptasi agar sistem dan praktik kelas dapat melayani mahasiswa abad ke‑21 secara lebih baik. Penelitian ini mengkaji penggunaan Edmodo sebagai media sosial untuk mengajar mata kuliah Pedagogik kepada digital natives. Edmodo difungsikan sebagai forum komunikasi di luar kelas untuk mengunggah dan mengirimkan tugas serta sumber, mendiskusikan isu relevan, bertukar informasi, dan menangani keperluan administratif. Survei respons mahasiswa dan diskusi partisipatif mereka memberikan wawasan tentang bagaimana media sosial membantu pencapaian kompetensi yang diperlukan.

Edmodo terbukti menjadi ruang belajar abad ke‑21 yang efektif untuk menyampaikan mata kuliah Pedagogik dan mencapai kompetensi yang diharapkan, sejalan dengan prinsip mengajar yang berpusat pada kondisi siswa.Meskipun sebagian besar mahasiswa berpartisipasi, masih terdapat kesenjangan digital dan kurangnya pemanfaatan media sosial secara optimal, sehingga standar NETS‑T terkait desain pengalaman belajar digital dan model pembelajaran digital belum sepenuhnya tercapai.Oleh karena itu, diperlukan pengembangan metodologi literasi digital yang lebih mendalam untuk meningkatkan partisipasi, tanggung jawab digital, dan kebijaksanaan digital mahasiswa.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana integrasi literasi digital multimodal, seperti pembuatan video dan podcast, ke dalam platform Edmodo memengaruhi kemampuan berpikir kritis serta kreativitas mahasiswa dalam mata kuliah Pedagogik. Selanjutnya, perlu dilakukan studi komparatif untuk memahami pola keterlibatan yang berbeda antara digital natives dan digital immigrants di lingkungan universitas, dengan menyoroti faktor‑faktor yang memicu partisipasi aktif ataupun kecemasan dalam penggunaan Edmodo. Selain itu, dapat dirancang program pengembangan profesional yang terstruktur bagi dosen, berfokus pada penerapan standar NETS‑T secara sistematis melalui Edmodo, dan dievaluasi dampaknya terhadap praktik mengajar serta pencapaian kompetensi mahasiswa. Semua tiga arah penelitian ini diharapkan dapat memperkaya pemahaman tentang optimalisasi media sosial edukatif, mengurangi kesenjangan digital, dan meningkatkan kualitas pembelajaran abad ke‑21. Dengan pendekatan yang berbasis bukti, hasilnya dapat menjadi acuan kebijakan institusi dalam merancang strategi pembelajaran yang inklusif dan berkelanjutan. Penelitian ini juga dapat melibatkan analisis longitudinal untuk menilai keberlanjutan dampak intervensi selama beberapa semester, serta mengidentifikasi faktor‑faktor kontekstual yang memperkuat atau menghambat implementasi. Hasil temuan diharapkan dapat memberikan rekomendasi praktis bagi pengembang platform edukasi dalam merancang fitur yang lebih responsif terhadap kebutuhan beragam mahasiswa.

  1. #critical thinking#critical thinking
  2. #pengembangan profesional#pengembangan profesional
Read online
File size794.3 KB
Pages15
Short Linkhttps://juris.id/p-Wo
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test