UNTARUNTAR
Jurnal Muara Medika dan Psikologi KlinisJurnal Muara Medika dan Psikologi KlinisFenomena global yang dikenal dengan istilah kehamilan remaja didefinisikan sebagai perempuan yang hamil pada usia 10 sampai 19 tahun. Pada tahun 2020, Indeks Pembangunan Pemuda memaparkan data kehamilan remaja adalah 18,22% di Indonesia. Tahun 2015, Kemenkes RI juga memaparkan sebuah data yaitu terdapat sebanyak 3,8% insidensi kejadian abortus spontan remaja di Indonesia. Berbagai macam faktor dapat berkontribusi dalam kejadian abortus spontan pada kehamilan remaja. Mengetahui karakteristik kehamilan remaja dengan kejadian abortus spontan.
Kehamilan remaja adalah sebuah hal yang memerlukan tingkat perhatian yang lebih tinggi dan juga gerakan pencegahan yang lebih efektif.Salah satu konsequensi yang ditemukan dari kehamilan remaja adalah abortus spontan.Dari penelitian ini, ditemukan prevalensi kejadian kehamilan remaja dengan kejadian abortus di Rumah Sakit Sumber Waras adalah 4,61%.Saran yang dapat diberikan adalah perlunya edukasi kepada masyarakat bahwa abortus spontan merupakan salah satu dampak buruk yang dapat terjadi akibat kehamilan remaja.Pemerintah sebaiknya menyarankan larangan menikah di usia dini di negara Indonesia karena belum cukupnya kesiapan dari aspek kesehatan, mental, emosional, pendidikan, sosial ekonomi dan reproduksi.
Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa faktor yang berkontribusi terhadap kejadian abortus pada kehamilan remaja, termasuk status pernikahan, pendidikan, dan kondisi kesehatan remaja. Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa arah studi, seperti: 1. Menganalisis lebih lanjut faktor-faktor sosial dan ekonomi yang mempengaruhi kehamilan remaja dan dampaknya terhadap abortus. 2. Meneliti hubungan antara pengetahuan remaja tentang reproduksi dan seksualitas dengan kejadian abortus, serta mengembangkan strategi edukasi yang efektif. 3. Menjelajahi dampak pernikahan usia dini pada kesehatan reproduksi remaja dan mengidentifikasi strategi intervensi yang dapat mengurangi risiko abortus. Dengan menggabungkan studi ini, kita dapat memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang faktor-faktor yang berkontribusi terhadap abortus pada kehamilan remaja dan mengembangkan intervensi yang lebih efektif untuk mencegah kejadian ini.
| File size | 178.89 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
UNTARUNTAR Hal ini terjadi karena tuntutan berlebihan dari orang tua sering kali menimbulkan tekanan psikologis pada siswa, terutama ketika siswa kesulitan memenuhiHal ini terjadi karena tuntutan berlebihan dari orang tua sering kali menimbulkan tekanan psikologis pada siswa, terutama ketika siswa kesulitan memenuhi
UnmulUnmul Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross‑sectional. Teknik pengambilan sampel penelitian adalah non probability sampling dengan jumlahMetode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross‑sectional. Teknik pengambilan sampel penelitian adalah non probability sampling dengan jumlah
UNDHIRA BALIUNDHIRA BALI Berbagai faktor dapat menyebabkan hipertensi, termasuk pola makan yang buruk, kurangnya aktivitas fisik, stres, dan faktor genetik. Salah satu pendekatanBerbagai faktor dapat menyebabkan hipertensi, termasuk pola makan yang buruk, kurangnya aktivitas fisik, stres, dan faktor genetik. Salah satu pendekatan
UnmulUnmul Edukasi dan pelatihan diperlukan untuk meningkatkan perilaku kontrol plak pada masyarakat khususnya remaja akhir di Kecamatan Sangkulirang Kabupaten KutaiEdukasi dan pelatihan diperlukan untuk meningkatkan perilaku kontrol plak pada masyarakat khususnya remaja akhir di Kecamatan Sangkulirang Kabupaten Kutai
UNTARUNTAR Penelitian ini menemukan bahwa sebagian besar orang tua yang mengalami empty nest syndrome memiliki tingkat resiliensi sedang. Jumlah partisipan denganPenelitian ini menemukan bahwa sebagian besar orang tua yang mengalami empty nest syndrome memiliki tingkat resiliensi sedang. Jumlah partisipan dengan
UnmulUnmul Celah bibir dan langit-langit adalah malformasi kongenital kepala dan leher yang paling umum terjadi. Faktor risiko terjadinya celah meliputi jenis kelamin,Celah bibir dan langit-langit adalah malformasi kongenital kepala dan leher yang paling umum terjadi. Faktor risiko terjadinya celah meliputi jenis kelamin,
STKIP BIMASTKIP BIMA Faktor pendidikan dan pengetahuan orang tua merupakan faktor yang dominan dalam memahami dampak kekerasan verbal yang dilakukan oleh orang tua yang adaFaktor pendidikan dan pengetahuan orang tua merupakan faktor yang dominan dalam memahami dampak kekerasan verbal yang dilakukan oleh orang tua yang ada
UNTAGUNTAG Tujuan penelitian ini untuk menguji hipotesis bahwa ada hubungan antara kecerdasan emosi dan kecerdasan spiritual dengan agresivitas pada remaja. SubjekTujuan penelitian ini untuk menguji hipotesis bahwa ada hubungan antara kecerdasan emosi dan kecerdasan spiritual dengan agresivitas pada remaja. Subjek
Useful /
POLTEKKESKUPANGPOLTEKKESKUPANG Ibu postpartum dengan bayi kembar lebih rentan mengalami masalah kesehatan mental, terutama kecemasan. Namun, penelitian mengenai intervensi yang tepatIbu postpartum dengan bayi kembar lebih rentan mengalami masalah kesehatan mental, terutama kecemasan. Namun, penelitian mengenai intervensi yang tepat
HAMZANWADIHAMZANWADI Respons terhadap tindak tutur terdiri atas dua bentuk, yaitu respons menerima dan respons menolak. Strategi menyilaq meliputi salam pembuka, permohonanRespons terhadap tindak tutur terdiri atas dua bentuk, yaitu respons menerima dan respons menolak. Strategi menyilaq meliputi salam pembuka, permohonan
HAMZANWADIHAMZANWADI Zainuddin Abdul Majid dengan kajian semantik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan bentuk penelitian kualitatif.Zainuddin Abdul Majid dengan kajian semantik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan bentuk penelitian kualitatif.
HAMZANWADIHAMZANWADI Tiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu 1) tahap perencanaan, 2) pelaksanaan, 3) observasi dan refleksi. Instrumen penelitian ini adalah berupa tes danTiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu 1) tahap perencanaan, 2) pelaksanaan, 3) observasi dan refleksi. Instrumen penelitian ini adalah berupa tes dan