UNTAG BANYUWANGIUNTAG BANYUWANGI
Journal of English Teaching and LearningJournal of English Teaching and LearningMembaca tidak hanya membantu siswa memahami teks, tetapi juga untuk mencapai dan memperluas pengetahuan mereka, terutama dalam bahasa Inggris. Pemahaman bacaan dalam pembelajaran bahasa Inggris adalah proses memahami ide-ide tertulis melalui interpretasi bermakna dan interaksi dengan bahasa. Dalam mempelajari materi bacaan, siswa harus mampu memahami teks bacaan selama proses membaca. Two Stay Two Stray adalah model pembelajaran kooperatif yang memberikan kesempatan bagi kelompok untuk berbagi hasil dan informasi dengan kelompok lain. Two stay two stray digunakan dengan tujuan mengarahkan siswa untuk aktif berdiskusi, bertanya dan menjawab, mencari jawaban, menjelaskan, dan mendengarkan materi yang dijelaskan oleh teman sebaya. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa efektif teknik Two Stay Two Stray (TSTS) digunakan dalam proses pembelajaran membaca teks naratif. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode eksperimental dengan mengelompokkan siswa menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Subjek penelitian adalah siswa kelas X SMAN 1 Srono Banyuwangi. Dalam pengumpulan data, peneliti melakukan observasi, memberikan tes dalam bentuk pre-test, post-test, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa teknik Two Stay Two Stray (TSTS) cukup efektif dalam pembelajaran membaca teks naratif dan dapat meningkatkan kemampuan membaca siswa terhadap teks naratif. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan rata-rata skor siswa sebelum penelitian dilakukan dengan memberikan pre-test, yaitu 76,76, kemudian nilai rata-rata setelah memberikan materi menggunakan metode TSTS dan memberikan post-test adalah 87,74. Peneliti menyimpulkan bahwa dengan menggunakan teknik Two Stay Two Stray (TSTS) proses pembelajaran membaca teks naratif sangat efektif dan dapat meningkatkan keterampilan membaca siswa.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti dari awal penelitian hingga pengolahan data, peneliti dapat menyimpulkan hasil penelitian sebagai berikut.Dengan menggunakan teknik Two Stay Two Stray dalam proses pembelajaran membaca teks naratif, terlihat adanya keaktifan siswa dalam memahami materi.Hal ini dapat dilihat dari kondisi di mana siswa terlibat dalam diskusi antar teman dalam kelompoknya sendiri dan memberikan masukan kepada kelompok lain.Pemahaman materi bacaan teks naratif menggunakan teknik Two Stay Two Stray tampak meningkat.Hal ini terlihat dari hasil skor yang diperoleh peneliti pada tahap pre-test dan post-test.Pada pemberian pre-test sebelum penelitian menggunakan teknik two stay two stray hasil yang diperoleh adalah 76,76, tetapi setelah pembelajaran menggunakan teknik two stay two stray dan diberikan post-test kepada siswa terlihat bahwa hasilnya meningkat atau naik.Hal ini berarti penggunaan teknik two stay two stray dalam proses pembelajaran membaca teks naratif sangat efektif.Penggunaan teknik two stay two stray dalam pembelajaran membaca teks naratif juga sangat membantu dalam penyampaian materi.Di sini siswa yang terlihat aktif karena dalam kelompok mereka dapat bertukar pikiran, ide, gagasan dan pengembangan materi yang diberikan oleh guru.Guru hanya mengarahkan, memantau aktivitas siswa dan memberikan solusi jika ada materi yang sulit diselesaikan.Setelah melakukan penelitian dan menganalisis data, peneliti menyimpulkan bahwa penggunaan teknik Two-Stay Two-Stray oleh guru untuk membaca teks naratif sangat efektif.Hal ini berarti teknik two-stray two-stay sangat efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa.Dan dari uji hipotesis juga dapat dilihat dari nilai Sig.(2-tailed) pada tabel SPSS di mana Sig.lebih rendah dari α = 0,05, yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima.
Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan bagian saran penelitian lanjutan yang ada dalam paper, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru: 1. Menganalisis lebih lanjut faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas teknik Two Stay Two Stray dalam pembelajaran membaca teks naratif, seperti motivasi siswa, kualitas guru, dan lingkungan belajar. 2. Meneliti dan mengembangkan strategi-strategi pembelajaran kooperatif lainnya yang dapat meningkatkan keterampilan membaca siswa, dengan mempertimbangkan aspek-aspek seperti interaksi sosial, kolaborasi, dan pemecahan masalah. 3. Mengkaji dan mengevaluasi dampak penggunaan teknik Two Stay Two Stray terhadap perkembangan kemampuan membaca siswa dalam jangka panjang, serta mengidentifikasi tantangan dan peluang yang mungkin muncul dalam implementasinya.
| File size | 144.56 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
UNIMEDUNIMED Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus dengan tahapan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi, melibatkan 31 siswa sebagaiPenelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus dengan tahapan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi, melibatkan 31 siswa sebagai
UMGUMG Penelitian ini memberikan solusi berbasis data untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan stok dan kepuasan pelanggan. Penelitian ini berhasil mengidentifikasiPenelitian ini memberikan solusi berbasis data untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan stok dan kepuasan pelanggan. Penelitian ini berhasil mengidentifikasi
UNISMUHUNISMUH Tujuan dari penelitian ini adalah: Menghasilkan kelayakan pengembangan model project based hybrid learning berbasis aplikasi SPADA terhadap pembelajaranTujuan dari penelitian ini adalah: Menghasilkan kelayakan pengembangan model project based hybrid learning berbasis aplikasi SPADA terhadap pembelajaran
UNKRISWINAUNKRISWINA Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe course review horay pada siklus I dan II terlihat jelas peserta didikHasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe course review horay pada siklus I dan II terlihat jelas peserta didik
UNKRISWINAUNKRISWINA Untuk melihat persentase peserta didik yang mencapai KKM yaitu 63% sedangkan persentase peserta didik yang tidak mencapai KKM 38%, pada siklus I terdapatUntuk melihat persentase peserta didik yang mencapai KKM yaitu 63% sedangkan persentase peserta didik yang tidak mencapai KKM 38%, pada siklus I terdapat
UNKRISWINAUNKRISWINA Subjek penelitian adalah peserta didik kelas IX SMP Negeri 1 Waingapu TA 2024/2025, berjumlah 34 orang. Teknik dan instrumen pengambilan data yang digunakanSubjek penelitian adalah peserta didik kelas IX SMP Negeri 1 Waingapu TA 2024/2025, berjumlah 34 orang. Teknik dan instrumen pengambilan data yang digunakan
UNIMEDUNIMED Penelitian ini merupakan eksperimentasi yang melibatkan siswa SMPN 1 Percut Sei Tuan sebagai subjek penelitian dan tes kemampuan spasial sebagai instrumenPenelitian ini merupakan eksperimentasi yang melibatkan siswa SMPN 1 Percut Sei Tuan sebagai subjek penelitian dan tes kemampuan spasial sebagai instrumen
UNKRISWINAUNKRISWINA Penelitian ini menggunakan metode pra-eksperimen dengan rancangan one group pretest and posttest, dengan pengumpulan data melalui pretest dan posttestPenelitian ini menggunakan metode pra-eksperimen dengan rancangan one group pretest and posttest, dengan pengumpulan data melalui pretest dan posttest
Useful /
UnwahasUnwahas Penghasilan yang dimaksud berupa gaji, honorarium, tunjangan dan pembayaran lain dengan nama apapun sehubungan dengan pekerjaan, jasa atau kegiatan yangPenghasilan yang dimaksud berupa gaji, honorarium, tunjangan dan pembayaran lain dengan nama apapun sehubungan dengan pekerjaan, jasa atau kegiatan yang
UNIMEDUNIMED Pada aspek kemampuan pemecahan masalah, terjadi peningkatan rerata dari 34,77% (kategori rendah) pada pra siklus menjadi 61,10% (kategori sedang) padaPada aspek kemampuan pemecahan masalah, terjadi peningkatan rerata dari 34,77% (kategori rendah) pada pra siklus menjadi 61,10% (kategori sedang) pada
UNIMEDUNIMED Rendahnya kemampuan siswa dalam memahami soal kontekstual dan kurangnya pembiasaan guru dalam menggunakan soal kontekstual menunjukkan perlunya inovasiRendahnya kemampuan siswa dalam memahami soal kontekstual dan kurangnya pembiasaan guru dalam menggunakan soal kontekstual menunjukkan perlunya inovasi
UNIMEDUNIMED Dan berdasarkan kepraktisan guru memperoleh presentase skor sebesar 86 % dengan kategori sangat praktis. Sehingga LKPD bisa diujicobakan pada kelompokDan berdasarkan kepraktisan guru memperoleh presentase skor sebesar 86 % dengan kategori sangat praktis. Sehingga LKPD bisa diujicobakan pada kelompok