UNIMEDUNIMED

Jurnal Fibonaci: Jurnal Pendidikan MatematikaJurnal Fibonaci: Jurnal Pendidikan Matematika

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model Kooperatif Tipe Jigsaw dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan Self-Efficacy peserta didik kelas VIIA di SMP Negeri 1 Nggaha Ori Angu. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subyek seluruh peserta didik kelas VIIA yang berjumlah 26 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat peningkatan pada kemampuan pemecahan masalah dan self-efficacy peserta didik mulai dari kegiatan pra siklus, siklus I, dan siklus II. Pada kegiatan pra siklus, tingkat kemampuan pemecahan masalah sebesar 34,77% sedangkan self-efficacy sebesar 57,2%. Setelah diberikan perlakuan dengan menggunakan model Kooperatif Tipe Jigsaw pada kegiatan siklus I diperoleh peningkatan kemampuan pemecahan masalah menjadi 61,10% sedangkan self-efficacy memperoleh peningkatan menjadi 64,2%. Meskipun pada siklus I terdapat peningkatan namun belum signifikan peneliti melanjutkan siklus II. Pada siklus II, diperoleh peningkatan pada kemampuan pemecahan masalah menjadi 83,37%, dan self-efficacy memperoleh peningkatan menjadi 85%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Kooperatif Tipe Jigsaw dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan self-efficacy peserta didik kelas VIIA pada materi penyajian data.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw secara sistematis mampu meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan self-efficacy peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Nggaha Ori Angu secara signifikan.Peningkatan ini tercermin dari perbandingan capaian skor pra siklus, siklus I, dan siklus II baik pada aspek kognitif maupun afektif.Pada aspek kemampuan pemecahan masalah, terjadi peningkatan rerata dari 34,77% (kategori rendah) pada pra siklus menjadi 61,10% (kategori sedang) pada siklus I, dan mencapai 83,37% (kategori tinggi) pada siklus II.Peningkatan sebesar 140,9% dari kondisi awal ini menunjukkan bahwa strategi pembelajaran yang fokus pada kolaborasi, diskusi kelompok, dan pertukaran informasi dalam struktur jigsaw memberikan dampak positif terhadap pemahaman konsep dan keterampilan berpikir tingkat tinggi peserta didik.Demikian pula, peningkatan signifikan juga terlihat pada aspek self-efficacy.Total skor meningkat dari 57,2 (kategori sedang) pada pra siklus menjadi 64,2 pada siklus I, dan mencapai 85,0 pada siklus II (kategori tinggi).Persentase peningkatan total sebesar 48,6% menunjukkan bahwa model Jigsaw tidak hanya meningkatkan pemahaman akademik, tetapi juga membangun kepercayaan diri peserta didik dalam menghadapi tugas pembelajaran.Peserta didik menunjukkan perkembangan positif dalam semua indikator self-efficacy, terutama pada aspek keberanian menghadapi tantangan dan kemampuan berinteraksi, yang mengalami peningkatan tertinggi.Hal ini menunjukkan bahwa lingkungan belajar kooperatif yang dikembangkan melalui model Jigsaw mampu menciptakan ruang aman dan suportif bagi siswa untuk mengekspresikan ide, belajar dari rekan sebaya, serta merefleksikan proses belajar mereka.

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan fokus pada pengembangan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw yang lebih kompleks dan menantang. Penelitian ini dapat mengeksplorasi dampak model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis dan self-efficacy peserta didik secara lebih mendalam. Selain itu, penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk mengukur keberlanjutan dampak model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw terhadap kemampuan peserta didik dalam jangka panjang. Dengan demikian, penelitian lanjutan ini akan memberikan kontribusi yang signifikan dalam pengembangan strategi pembelajaran matematika yang efektif dan berkelanjutan.

Read online
File size604.28 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test